HIDENATION

WELLCOME

Selasa, 27 Juli 2010

TKJ KELAS XII

MODUL
MELAKUKAN PERBAIKAN DAN/ATAU SETTING ULANG KONEKSI JARINGAN BERBASIS WAN

A. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Mempersiapkan perbaikan konektifitas jaringan pada PC yang bermasalah

1.1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya. LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. LAN seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
1.1.1 Topologi LAN

1.1.1.1 Topologi Bus


Karakteristik topologi ini adalah sebagai Berikut :
Disebut juga Daisy Chain.
• Paling banyak dipakai karena sederhana dalam instalasi.
• Pada topologi bus, terdapat satu jalur umum yang berbentuk suatu garis lurus. Yang mana kemudian masing-masing node dihubungkan kedalam jalur garis tersebut.
• Transmisi dari suatu workstation dapat menyebar dan menjalar ke workstation lainnya, ini disebabkan setiap workstation menggunakan media transmisi yang sama.
• Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur), karena sinyal mengalir dalam dua arah.
• Problem terbesar : jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
• Meskipun ada percabangan media transmisi, tetapi tidak membentuk jalur tertutup (closed loop).
• Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel.
• Instalasi mudah dilakukan.

1.1.1.2 Topologi Star


Topologi star banyak digunakan dalam pembuatan LAN dibandingkan topologi yang lain.
Topologi start memiliki karakteristik sbb:

• Medium transmisi yang digunakan dalam tipe topologi ini, membentuk jalur tertutup (closed loop), dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan file server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu.
• Mudah dikembangkan, karena tiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung kecentral node.
• Dapat digunakan kabel yang "lower grade", karena hanya menghandle satu lalu lintas data, biasanya digunakan kabel UTP.Node-node tersambung langsung ke suatu node pusat (biasa berupa hub), sehingga mudah dikembangkan.
• Keuntungannya dari topologi star adalah apabila satu kabel node terputus, node lainnya tidak terganggu

1.1.1.3 Topologi Ring



Karakteristik topologi ini sebagai berikut :
• Dalam topologi ring, setiap node dihubungkan dengan node lain, sehingga membentuk lingkaran.
• Karena sistem transmisinya menggunakan kabel yang saling menghubungkan beberapa workstation dengan file server dalam bentuk lingkaran tertutup, maka tipe ini memiliki kelemahan, yaitu apabila pada salah satu hubungan ada yang putus, maka keseluruhan hubungan terputus.

1.1.2. Hardware untuk LAN
1.1.2.1 Kartu jaringan (NIC)


Kartu jaringan adalah seperangkat papan circuit yang ditancapkan pada motherboard sebuah PC yang berfungsi untuk menghubungkan computer dengan medium jaringan. Pada sebuah Laptop ataupun Notebook biasanya disebut PCMCIA card dengan bentuk yang tipis terlihat spt gambar berikut:



1.1.2.2 Kabel

Ada beberapa macam kabel yang digunakan untuk medium jaringan dalam pembangunan sebuah LAN diantaranya :

1.1.2.2.1 Kabel STP


kabel STP terdiri 4 pasang kabel terpilin yang dibungkus dan mempunyai kecepatan transfer dari 10 – 100 Mbps dan panjang maksimum sekitar 100 m
konektor yang digunakan biasanya RJ 45

1.1.2.2.2 Kabel UTP


Kabel UTP sama seperti kabel UTP hanya saja tidak terbungkus, kabel jenis inilah yang banyak digunakan untuk membuat sebuah LAN.

1.1.2.2.3 Kabel Koaksial


Kabel koaksial terdiri dari sebuah kabel /kawat inti yang diselubungi oleh kabel seperti jala. Medium jenis ini menggunakan konektor BNC
Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
• Kecepatan transfer data maksimal 10 Mbps.
• Coaxial sering digunakan untuk thick ethernet, thin ethernet, dan ARCnet.
• Digunakan dalam topologi bus
• Panjang maksimum sekitar 500m
1.1.2.2.3 Kabel Fiber Optik


Kabel Fiber Optik

Kabel jenis ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kabel yang lain yaitu transfer data lebih dari 100Mbps, panjang maksimum lebih dari 2000m namun kabel jenis ini harganya relatif mahal.

B. KEGIATAN PEMELAJARAN II

1. Sub Kompetensi : Memperbaiki konektifitas jaringan pada PC
2.1. Langkah – langkah perbaikan
Untuk memperbaiki konektifitas jaringan pada PC maka kita perlu melakukannya secara urut dan sistematis, dan langkah tersebut dibagi menjadi dua langkah secara umum.
1. Memeriksa gejala kerusakan pada komponen jaringan
• Untuk melakukan pendeteksian gejala kerusakan harus dilakukan satu persatu terhadap semua komponen jaringan, mulai dari kartu jaringan, kabel medium jaringan dan juga HUB/Switch.
• Untuk memeriksa kerusakan bisa dilihat secara fisik terlebih dahulu, semisal adakah ada cacat fisik pada alat, apakah ada LED yang mati, jikatidak ditemukan maka bisa dilanjutkan memeriksa dengan peralatan elektronik.
• Catat semua kerusakan yang terjadi, hal ini bisa menjadi acuan untuk mengambil langkah perbaikan selanjutnnya.
2. Melakukan perbaikan atau penggantian terhadap komponen yang rusak
• Jika ada kerusakan pada peralatan, tentukan seberapa tingkat kerusakan yang terjadi.
• Kerusakan yang terjadi jika masih bisa diperbaiki, maka tidak perlu penggantian komponen.
• Untuk kerusakan yang lebih besar atau permanen maka kita harus melakukan penggantian komponen. Baca manual book dari masing – masing komponen untuk melakukan penggantian.

MODUL
MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PERANGKAT YANG TERSAMBUNG JARINGAN BERBASIS WAN

C. KEGIATAN PEMELAJARAN I
Sub Kompetensi : Mengidentifikasi masalah fungsionalitas jaringan pada PC melalui gejala yang muncul

1.2. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya. LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. LAN seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.

1.1.1 Topologi LAN
1.1.1.1 Topologi Bus


Karakteristik topologi ini adalah sebagai Berikut :

Disebut juga Daisy Chain.
• Paling banyak dipakai karena sederhana dalam instalasi.
• Pada topologi bus, terdapat satu jalur umum yang berbentuk suatu garis lurus. Yang mana kemudian masing-masing node dihubungkan kedalam jalur garis tersebut.
• Transmisi dari suatu workstation dapat menyebar dan menjalar ke workstation lainnya, ini disebabkan setiap workstation menggunakan media transmisi yang sama.
• Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur), karena sinyal mengalir dalam dua arah.
• Problem terbesar : jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
• Meskipun ada percabangan media transmisi, tetapi tidak membentuk jalur tertutup (closed loop).
• Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel.
• Instalasi mudah dilakukan.

1.1.1.2 Topologi Star


Karakteristik topologi ini sebagai berikut :

• Medium transmisi yang digunakan dalam tipe topologi ini, membentuk jalur tertutup (closed loop), dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan file server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu.
• Mudah dikembangkan, karena tiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung kecentral node.
• Dapat digunakan kabel yang "lower grade", karena hanya menghandle satu lalu lintas data, biasanya digunakan kabel UTP.Node-node tersambung langsung ke suatu node pusat (biasa berupa hub), sehingga mudah dikembangkan.
• Keuntungannya dari topologi star adalah apabila satu kabel node terputus, node lainnya tidak terganggu


1.1.1.3 Topologi Ring


Karakteristik topologi ini sebagai berikut :

• Dalam topologi ring, setiap node dihubungkan dengan node lain, sehingga membentuk lingkaran.
• Karena sistem transmisinya menggunakan kabel yang saling menghubungkan beberapa workstation dengan file server dalam bentuk lingkaran tertutup, maka tipe ini memiliki kelemahan, yaitu apabila pada salah satu hubungan ada yang putus, maka keseluruhan hubungan terputus.

1.1.2. Hardware untuk LAN
1.1.2.1 Kartu jaringan (NIC)


Kartu jaringan adalah seperangkat papan circuit yang ditancapkan pada motherboard sebuah PC yang berfungsi untuk menghubungkan computer dengan medium jaringan. Pada sebuah Laptop ataupun Notebook biasanya disebut PCMCIA card dengan bentuk yang tipis terlihat spt gambar berikut:



1.1.2.2 Kabel
Ada beberapa macam kabel yang digunakan untuk medium jaringan
1.1.2.2.1 Kabel STP


kabel STP terdiri 4 pasang kabel terpilin yang dibungkus dan mempunyai kecepatan transfer dari 10 – 100 Mbps dan panjang maksimum sekitar 100 m
konektor yang digunakan biasanya RJ 45
1.1.2.2.2 Kabel UTP


Kabel UTP sama seperti kabel UTP hanya saja tidak terbungkus, kabel jenis inilah yang banyak digunakan untuk membuat sebuah LAN.

1.1.2.2.3 Kabel Koaksial


Kabel koaksial terdiri dari sebuah kabel /kawat inti yang diselubungi oleh kabel seperti jala. Medium jenis ini menggunakan konektor BNC
Kabel ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
• Kecepatan transfer data maksimal 10 Mbps.
• Coaxial sering digunakan untuk thick ethernet, thin ethernet, dan ARCnet.
• Digunakan dalam topologi bus
• Panjang maksimum sekitar 500m
1.1.2.2.3 Kabel Fiber Optik


Kabel jenis ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kabel yang lain yaitu transfer data lebih dari 100Mbps, panjang maksimum lebih dari 2000m namun kabel jenis ini harganya relatif mahal.

D. KEGIATAN PEMELAJARAN II

2. Sub Kompetensi : Memilah masalah berdasarkan kelompoknya

Trouble Shooting
Perangkat untuk membangun jaringan terdiri dari dua macam yaitu software dan hardware, sehingga jika terjadi masalah pada koneksi jaringan maka kita bisa melakukan pemeriksaan pada kedua hal tersebut.
Periksa hardware jaringan
• Periksa apakah kartu jaringan rusak secara fisik atau tidak
• Periksa apakah kabel sudah dipasang secara benar sesuai dengan prosedur
• Periksa apakah ada kerusakan pada Hub/konsetrator jaringan
Periksa software jaringan
• Periksa apakah kartu jaringan sudah diaktifkan melalui bios
• Periksa apakah kartu jaringan sudah ada drivernya yang terpasang
• Periksa apakah kartu jaringan sudah dikonfigurasikan IP-nya
Dengan melakukan pemeriksaan kedua hal tersebut maka kita bisa memilah jenis masalah yang timbul dan melakukan trouble shootig berdasar jenis permasalahan yang muncul.

E. KEGIATAN PEMELAJARAN III

Sub Kompetensi : Mengisolasi permasalahan
3.1. Langkah isolasi kerusakan

Supaya tidak terjadi kerusakan saat pemakaian perangkat jaringan baik yangberupa hardware maupun software maka kita perlu memperhatikan beberapa hal.

Kerusakan perangkat keras
• Sebelum memasang perangkat jaringan, semua diperiksa secara cermat apakah terdapat cacat secara fisik pada perangkat tersebut.
• Bacalah manual dari tiap – tiap perangkat untuk mengetahui kemampuan kerja dari alat tersebut.
• Jika terdapat kerusakan pada alat, langsung lakukan penggantian alat.
• Jangan pernah memaksakan alat untuk bekerja melebihi kemampuan alat.

Kerusakan Software
• Gunakan driver perangkat jaringan yang sesuai dan direkomendasikan oleh pembuat perangkat jaringan.
• Jangan pernah membiarkan PC tanpa software anti virus, karena virus menyerang melalui jaringan dan bisa mengganggu koneksi jaringan.
• Gunakan software untuk monitoring kinerja jaringan sehingga bisa mendeteksi permasalahan koneksi lebih dini.
Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah baik software maupun hardware maka pengawasan dan perawatan rutin secara berkala sangat diperlukan.

MODUL
MENGADMINISTRASI SERVER DALAM JARINGAN

F. KEGIATAN PEMELAJARAN I
Sub Kompetensi : Mempersiapkan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI
1.1. Windows Operating System

Ketika NT pertama dipublikasikan, terdistribusi dengan dua versi, yaitu Windows NT 3.1 dan Windows NT Advanced Server 3.1. ketika kedua produk tersebut memperlihatkan peningkatan yang menakjubkan, kekurangan mereka ialah tidak kompatibel dengan program Windows sebelumnya, dan kebutuhannya akan hardware menggagalkan keinginan untuk menyaingi sistem operasi dari Novell Netware .
Pada musim gugur 1994, Microsoft meluncurkan NT 3.5. Keluarannya ini terlengkapi dengan perubahan penting serta penyempurnaan. Seperti layanan akses multiprotokol menggunakan PPP (point to point protocol), pengurangan penggunaan memori, perbaikan bug, penulisan ulang stack TCP/IP, dan banyak lainnya. Tambahan lainnya ialah Microsoft menamai produknya menjadi Windows NT Workstation dan Windows NT Server, yang disertai dengan optimasi lebih lanjut pada arsitektur internal.
Dengan peluncuran tersebut, Windows NT mulai mempunyai nama besar dalam industri server. Media massa mulai menyorotnya serta beberapa orang mulai memprediksikan bahwa ia akan menggeser Novell.
Sekarang ini dengan edisi NT 4.0, Microsoft telah mengupayakan untuk membuat Windows NT menjadi standar bagi sistem operasi jaringan. NT Server 4.0 tidak hanya mempunyai user interface Windows 95, tetapi juga fasilitas lainnya seperti OLE Network (Object Linking and Embedding), Internet Information Server (IIS) 2.0, RAS multilink dan RAS autodial, Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP), DNS dan WINS yang terintegrasi, router yang multi protokol terintegrasi.
Sistem Operasi dengan 16 dan 32 bit
Perbedaan penting dari 16 bit dan 32 bit sistem operasi ialah cara bagaimana mereka menangani struktur internal.
Akhir-akhir ini, Microsoft mengumumkan bahwa mereka bekerja pada versi pseudo-64 bit NT. Meskipun sistem operasi tersebut tidak full 64-bit, NT akan menangani 64-bit struktur data dan 64-bit flat memory space. Satu hal yang paling diuntungkan dari perubahan ini ialah basis data. Dengan menggunakan pengalamatan 64-bit, dapat didukung basis data yang sangat besar.
Ada perbedaan besar antara sistem operasi 16-bit dengan 32-bit, yaitu mendukung mode 32-bit protected, model memori flat, yang mana menyediakan manajemen memori lebih bersih daripada 16-bit Windows, dan mengizinkan program untuk membuat dan mengalamatkan struktur data yang sangat besar.
Basis dari sistem operasi 32-bit Windows ialah kernel 32-bit yang komplit. Kernel ini berfungsi antara lain : penjadwalan sistem dan manajemen memori.
Sistem operasi 32-bit memungkinkan kita untuk menggunakan device driver 32-bit, yang mana keuntungannya antara lain ialah memungkinkan SO untuk berkomunikasi dengan device lebih cepat.
Tidak menggunakan DOS lagi
Windows NT tidak berisi kode DOS dalam kernelnya. Semuanya dikerjakan melalui emulasi pada pemanggilan standar DOS. Windows 95 masih mengandalkan kode DOS untuk menjalankan aplikasi DOS. Windows 95 sebenarnya terdiri atas dua sistem operasi dalam satu paket, yaitu Windows 4.0 dan DOS 7.0
Meskipun tidak ada DOS, Windows NT tetap dapat menjalankan banyak program DOS sepanjang mereka atidak mencoba mengakses secara langsung hardware atau membutuhkan device driver khusus. Hal ini dimungkinkan terjadi karena NT membuat lingkungan DOS virtual.


1.2. Media Penyimpan Pada PC

1.2.1. HARD DISK
Hard disk adalah suatu device dari PC yang berfungsi sebagai media penyimpan data (storage) dan juga termasuk ke dalam salah satu memori eksternal dari sebuah PC.

 Komponen Harddisk
Komponen-komponen hard disk, di antaranya :
• Piringan logam (platter) yang berfungsi sebagai tempat penyimpan data. Jumlah piringan ini beragam, mulai 1, 2,3 atau lebih. Piringan ini diberi lapisan bahan magnetis yang sangat-sangat tipis (ketebalan dalam orde per sejuta inchi). Pada saat ini digunakan teknologi thin film (seperti pada prosesor) untuk membuat lapisan tersebut.
• Head, berupa kumparan. Head pada hard disk berbeda dengan head pada tape. Pada tape proses baca dan tulis (rekam) menggunakan dua head yang berbeda, sedangkan pada hard disk proses baca dan tulis menggunakan head yang sama. HD biasanya memiliki head untuk tiap-tiap sisi platter, untuk hard disk dengan 2 platter dapat memiliki sampai 4 head, hard disk dengan 3 platter dapat memiliki sampai 6 platter. Tetapi tidak berarti hardisk dengan 16 head harus memiliki 8 platter. Di sinilah kita kenal teknik translasi. Teknik ini akan diulas di bawah.
• Rangkaian Elektronik pada PCB (printed circuit board) , terdiri dari:
• Rangkaian penguat untuk pembacaan (read preamplifier) yang diperlukan karena signal yang diperoleh head dari piringan sangat lemah.
• DSP (digital signal processor), untuk proses yang berhubungan dengan sinyal-sinyal digital, seperti konversi sinyal listrik yang datang menjadi sinyal digital yang akan dituliskan ke piringan.
• chip memory, digunakan sebagai cache buffer
• Konektor, untuk melakukan komunikasi dengan CPU. Untuk HD IDE, jumlahnya 40 pin
• Spindle dan actuator arm motor controller, untuk mengontrol putaran piringan dan peletakkan head baca/tulis.

Bagian-Bagian Harddisk Perputaran Piringan Harddisk

• Motor dari hard disk berfungsi untuk memutar platter. Ketika komputer distart, motor ini mulai bekerja dan memperdengarkan suara yang khas. Jika suara ini tidak benar maka dapat diduga bahwa motor HD tidak bekerja dengan baik.
Kecepatan putar motor ini mulai dari 3600 rpm sampai 10000 rpm dengan arah berlawanan dengan arah perputaran jarum jam (counter-clockwise). Putaran yang sangat cepat ini mengakibatkan adanya gaya pada permukaan piringan yang disebabkan oleh udara. Gaya ini memungkinkan head untuk mengambang pada ketinggian beberapa mikro inchi di atas permukaan platter/piringan. di atas piringan. Drive semacam ini disebut bernoulli drive. “Ketinggian” ini jauh lebih kecil dibanding ukuran rambut manusia, apalagi debu dari rokok.

Jarak yang dekat ini dimaksudkan agar head dapat membaca atau menulis dengan kerapatan yang tinggi. Dengan jarak sedekat itu, Anda tidak perlu terlalu takut. Hard disk sudah dirancang agar dalam keadaan normal (harap diingat) head tidak menyentuh permukaan platter. Jika hard disk dimatikan, maka piringan akan berhenti berputar akibatnya gaya yang mengangkat head akan hilang dan head akan mendarat di piringan. Lokasi pendaratan head sudah ditentukan pada daerah tertentu yang disebut landing zone (LZone) sehingga tidak akan merusak data yang ada pada daerah lain.

Jika dalam keadaan bekerja head sedikit saja tergoncang, maka akan menyebabkan head akan menyentuh permukaan piringan dan kemungkinan besar akan menyebabkan kehilangan data, kerusakan sebagian kecil dari piringan akan merusak head atau seluruh piringan. Bayangkan jika pada saat tertempel pada piringan akibat ada goncangan ada perintah bergerak ke tempat lain, maka head akan meninggalkan "jejak-jejak" bad sector pada piringan hard disk. Tapi pembuat hard disk sudah merancang agar head tetap stabil dalam kondisi goncangan tertentu, saat ini goncangan yang dapat ditoleransi mencapai 70 sampai 100 kali gravitasi (70-100 G).

Head Hard Disk, Rambut Dan Debu

• Head adalah komponen yang paling mahal dari hard disk dan karakteristik head sangat menentukan kinerja hard disk. Head terbuat dari bahan magnetis dengan bentuk seperti "C". Kumparan (koil) yang terbuat dari kawat mengelilingi head. Pada saat menulis, arus yang melewati koil akan menimbulkan medan magnet yang digunakan untuk memagnetisasi permukaan platter. Sedangkan pada saat membaca, medan magnet pada permukaan platter akan menimbulkan arus pada koil ini.

Data "0" dan "1" disimpan dalam piringan dalam bentuk pola-pola magnet. Head baca/tulis membentuk pola ini ke piringan ketika proses penulisan terjadi, ketika membaca head akan mengkonversi bentuk pola ini ke dalam bentuk "0" dan "1". Lapisan magnetik terdiri dari daerah-daerah mikroskopik yang disebut domain. Setiap domain seperti magnet mungil dengan kutub-kutub yang berlawanan (utara/selatan atau positif/negatif). Data "1" dipresentasikan sebagai daerah dengan kutub positif di sisi kiri sedangkan data "0" dipresentasikan sebagai daerah dengan kutub positif di sisi kanan. Ada cara efektif untuk merekam data "0" dan "1" yaitu dengan teknik flux reversal. Ketika head akan menuliskan "1" maka head akan membalik polaritas magnet, sedangkan untuk "0" head tidak akan membalik polaritasnya.
Gerakan head dikendalikan oleh actuator arm (lengan penggerak). Kombinasi dari head dan platter sering disebut head disk assembly (HDA). Actuator arm digerakkan oleh positioning motor, yaitu motor yang berfungsi untuk mengatur posisi dari lengan (dan tentu saja posisi dari head). Motor ini dikontrol oleh hard disk controller pada rangkaian elektronik di hard disk. Motor ini memiliki sistem kontrol yang amat hebat, dengan sistem feedback motor ini dapat meletakkan head baca/tulis pada posisi yang sangat akurat. Mengapa hal ini dapat dilakukan? Vendor hard disk menggunakan suatu teknik yang disebut servo positioning, teknik inilah yang memungkinkan adanya feedback dalam sistem kontrol penempatan head hard disk. Servo sendiri berisi informasi mengenai track dsb yang sangat penting dalam proses penempatan head. Teknik ini memiliki dua tipe, yaitu dedicated servo dan embedded servo. Dedicated servo menggunakan satu permukaan dari hard disk hanya untuk servo saja. Tentu saja cara ini merugikan karena menghabiskan tempat pada hard disk. Teknik kedua menempatkan informasi servo secara tersebar pada setiap track sehingga kapasitas hard disk tetap dapat dipertahankan. Pada kenyataannya, saat ini teknik kedua yang digunakan, sedangkan teknik pertama digunakan pada hard disk yang dibuat pada masa lalu.

Mekanisme Servo
 Kinerja Hard Disk
Kinerja hard disk berhubungan dengan kecepatannya dalam proses transfer data. Berikut ini beberapa parameter yang menentukan kinerja hard disk :

• Kecepatan putar (RPM)
Untuk hard disk, dikenal beberapa system yang ukuran RPM-nya sebagai berikut :
3600 RPM (Pre-IDE)
5200 RPM (IDE)
5400 RPM (IDE/SCSI)
7200 RPM (IDE/SCSI)
10000 RPM (SCSI)
tabel ukuran RPM
• Seek time
Adalah jumlah waktu yang diperlukan oleh actuator arm (lengan penggerak) untuk menggerakkan head baca/tulis dari satu track ke track lain. Nilai yang diambil adalah nilai rata-ratanya yang dikenal dengan average seek time, karena pergerakan head dapat hanya berupa pergerakan dari satu track ke track sebelahnya atau mungkin juga gerakan dari track terluar menuju ke track terdalam. Seek time dinyatakan dalam satuan milisekon (ms). Nilai seek time dari track yang bersebelahan sekitar 2 ms, sedangkan seek time dari ujung ke ujung bisa mencapai 20 ms. Average seek time umumnya berkisar antara 8 sampai 14 ms.
• Head switch time
Sudah disebutkan, seluruh head bergerak secara bersamaan, tapi hanya ada satu head saja yang dapat membaca pada saat yang sama. Head switch time, yang dinyatakan dalam satuan ms, mempresentasikan berapa lama rata-rata waktu yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu head setelah menggunakan head yang lain.

• Cylinder switch time
Mirip dengan head switch time, cylinder switch time berlaku untuk pergerakan silinder atau track.

• Rotational latency
Setelah head digerakkan ke suatu track yang diminta, head akan menunggu piringan berputar sampai sektor yang akan dibaca berada tepat di bawah head. Waktu tunggu inilah yang dikenal dengan rotational latency. Hard disk dengan putaran piringan yang makin cepat akan memperkecil rotational latency, tapi makin cepat piringan berputar akan menyebabkan hard disk akan lebih cepat panas.

Hubungan Kecepatan Putar dengan Rotational Latency
• Data Access Time
Didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk menggerakkan head dan menemukan sektor yang dimaksud. Ini merupakan gabungan dari seek time, head switch time dan rotational latency. Data access time dinyatakan dalam satuan ms.

• Transfer Rate
Didefiniskan sebagai kecepatan transfer data antara hard disk dengan CPU. Makin tinggi kecepatan transfer maka proses pembacaan atau penulisan akan berlangsung lebih cepat. Transfer rate dinyatakan dalam Megabyte per detik (MB/s).

Transfer rate ditentukan juga dengan sistem pemetaan yang digunakan di hard disk. Ada tiga macam tipe pemetaan, yang pertama adalah vertikal, kedua adalah horisontal sedangkan yang ketiga adalah campuran. Pada sistem pemetaan vertikal, penempatan data akan dilakukan dengan menghabiskan kapasitas satu silinder terlebih dahulu baru kemudian bergerak ke silinder berikutnya. Pada sistem pemetaan horisontal penempatan data dilakukan berdasarkan head, sedangkan pada sistem pemetaan campuran digunakan kombinasi silinder dan head.

INTERFACE TRANSFER RATE (MBPS)
Standard IDE / PIO 0 3,3
Standard IDE / PIO 1 5,4
Standard IDE / PIO 2 8,6
Fast ATA / PIO 3 13,3
Fast ATA-2 / PIO 4 / EIDE 16,6
Ultra ATA / UDMA 33 33
Ultra ATA-2 / UDMA 66 66
SCSI 5
Fast SCSI 10
Ultra SCSI 20
Fast Wide SCSI 20
Ultra Wide SCSI 1 40
Ultra Wide SCSI 2 80
Ultra Wide SCSI 3 160

Transfer Rate Berbagai Interface Harddisk

• Data Throughput Rate
Parameter ini merupakan kombinasi dari data access time dan transfer rate. Didefinisikan sebagai banyaknya data yang dapat diakses oleh CPU dalam satuan waktu tertentu. Data throughput rate tidak hanya dipengaruhi oleh hard disk, tapi juga oleh CPU dan komponen-komponen lain.

Cara Memasang Master Slave IDE drive


G. KEGIATAN PEMELAJARAN II

3. Sub Kompetensi : Melaksanakan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI sesuai installation manual
2.1. Perkembangan Sistem Operasi

Seiring dengan perkembangan waktu, Sistem Operasi WINDOWS yang dikeluarkan oleh perusahaan Microsoft mengalami perkembangan yang amat pesat. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, WINDOWS berkembang mulai dari WINDOWS 3.1, WINDOWS 95, WINDOWS 97, WINDOWS 98 (SE) WINDOWS ME (Millenium Edition), sampai yang paling baru yakni WINDOWS 2000. Umumnya versi baru merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya, tetapi memilki kelemahan dalam kebutuhan komponen minimal yang harus dimiliki oleh sistem komputer kita, terutama berkenaan dengan CPU speed, RAM, dan ruang pada harddisk.





















2.2. Menginstall Windows NT
Untuk dapat menggunakan Windows NT, hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah menginstall Windows NT tersebut pada PC yang kita gunakan. Untuk langkah peng-install-an ini, kita dapat meng-install-nya dari CD source Windows NT ataupun antar hard disk dan bisa juga lewat jaringan.
2.2.1. Langkah-langkah menginstall windows NT
2.2.1.1. Boot dari CD-ROM
Asumsi yang digunakan ialah anda memboot dan menginstalasi menggunakan CD-ROM, langkah -langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Seting BIOS anda pada first boot = CD-ROM, kemudian save.

2. Restart komputer anda hingga muncul tampilan instalasi mode karakter.
2.2.1.2 Welcome To Setup


Jika anda berhasil melakukan boot dari CD-Rom maka pada layar akan muncul pilihan sebagai berikut:
1. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut dengan menekan F1
2. Anda dapat meneruskan proses instalasi dengan menekan enter
3. Anda dapat memperbaiki instalasi NT anda yang mungkin rusak. Opsi ini yang harus anda pilih bila anda tidak dapat memboot NT anda. Anda akan diminta memasukkan Emergency Repair Disk. Disk ini dapat dibuat selama proses instalasi nanti.
4. Anda dapat keluar dari proses intalasi dan merestart server
2.2.1.3. Identifikasi Hardware
Selanjutnya tekan tekan page down untuk membaca lisensi agreement. Kemudian tekan F8 apabila anda menyetujui agreement tersebut. Jika tidak setuju, anda dapat membatalkan dan keluar dari proses instalasi dengan menekan F3. Selanjutnya komputer akan mengidentifikasi hardware yang tedapat pada komputer anda, seperti VGA Card, Mouse, Keyboard serta lay-out-nya.


2.2.1.4. Direktori Windows NT

Anda akan ditanya mengenai dimanakah akan diinstall NT Server anda, apakah pada direktori baru atau direktori windows yang lama ( apabila mengupgrade ). Direkomendasikan untuk menginstall pada direktori default-nya.
Untuk mengistall pada direktori defaultnya anda tinggal menekan enter saja.



2.2.1.5. Partisi Windows NT

Anda akan ditanya mengenai pada partisi apakah NT akan diinstall, setelah dipilih partisinya, anda akan ditanya mengenai file system dari partisi anda, apakah akan diformat dengan FAT atau NTFS. Direkomendasikan untuk memilih NTFS, karena inilah kelebihan NT. Anda tidak disarankan untuk mempartisi harddisk untuk diinstall NT dengan Partition Magic, karena NTFS yang dibuat oleh Partition Magic tersebut tidak dikenali oleh NT.



2.2.1.6 Proses Pengcopy-an File

Setelah proses pembuatan partisi selesai, pemilihan lokasi penginstall-an selesai yaitu /WINNT, akan terjadi proses pengcopy-an dari CDROM ke harddisk yaitu direktori temporary, yang nanti pada akhir instalasi akan dihapus. Setelah proses pengcopy-an selesai, anda akan diminta untuk mengeluarkan disket anda dan komputer direstart. Booting akan dari harddisk anda.



2.2.1.7 Mode Grafik

Setelah komputer anda restart dan booting kembali, muncul LILO-nya NT, anda pilih NT, maka akan muncul tampilan biru yang menampilkan informasi versi sistem operasi, jenis prosesor, memory.
Setelah itu tampak instalasi wizard yang GUI . Ada tiga step terpenting dalam instalasi ini, yaitu wizard yang meminta masukan dari kita mengenai komputermu, termasuk informasi lisensi dan komponen opsional yang akan diinstall pada NT Server. Lalu wizard untuk Microsoft Networking yang termasuk protokol dan services. Dan yang terakhir ialah wizard yang meminta kita untuk mensetting up ruang kerja kita yang akan digunakan ketika anda akan menyimpan file maupun software. untuk melanjutkan proses installasi maka klik next.



2.2.1.8. Pengumpulan Informasi

Tahap pertama ialah tahap pengumpulan informasi. Anda diminta untuk memasukkan nama dan nama perusahaan (bila ada). Ini merupakan standar prosedur bagi produk Microsoft. kemudian klik Next



2.2.1.9. Mode Lisensi

Lalu tampilan mode lisensi tampak yang meminta kita untuk memilih jenis produk yang kita gunakan, modenya ialah per server yaitu mengijinkan anda untuk memberikan akses kepada beberapa user-mu secara bersamaan dan per seat, yaitu megijinkan anda untuk membeli lisensi kepada user pribadi untuk memberikan akses ke semua server yang berada dalam perusahaanmu. kemudian klik Next.



2.2.1.10. Penamaan Server

Tampilan penamaan server, dapat terdiri dari 15 karakter atau kurang dan tidak boleh ada yang menyamai dalam satu jaringan anda. kemudian klik Next.




2.2.1.11. Tipe Server

Tampilan dialog server meminta kita untuk memasukkan jenis server yang kita inginkan, apakah sebegai primarydomain controller atau backup domain controller atau stand alone. kemudian klik Next.




2.2.1.12 Komponen yang Terinstall

Memilih komponen apa saja yang terinstall merupakan kelanjutan dari proses penginstallan NT ini. Fasilitas ini mirip dengan Windows 95/98. kemudian klik Next.



2.2.1.13. Koneksi ke Jaringan

Mengeset jaringan Microsoft. Ini perbedaan dengan instalasi Windows 95/98. Tampilan ini menanyakan bagaimana server ini terkoneksi ke jaringan, melalui kabel, atau media antena atau keduannya. kemudian klik Next



2.2.1.14. Setup Kartu Jaringan

selanjutnya ialah apakah server ini akan digunakan sebagai server ke internet. Akan dicek keberadaan kartu jaringan, berikut kejelasan dari nomor IP kita bila belum jelas mengenai hal ini, dapat dibiarkan kosong. kemudian klik Next.




2.2.1.15. Penamaan Domain

Setelah anda telah mengidentifikasi kartu jaringan serta setting-nya, maka anda akan ditanyai lagi mengenai nama domain yang akan anda mulai. kemudian klik Next.



2.2.1.16. IIS

Tampilan ini merupakan tampilan terakhir dari wizard instalasi NT. Jika anda memilih untuk menginstall Microsoft Internet Information Server, maka anda diminta untuk mengkonfigurasikan sendiri secara manual menyangkut layanan apa saja yang akan dijalankan, yaitu www, gopher atau FTP.





2.2.1.17. Konfigurasi Hardware

Lalu muncul wizard lainnya untuk mengkonfigurasi hardware di komputer kita, seperti date/time pada BIOS. Seperti biasa, di Windows 95/98, anda akan ditanyai mengenai informasi tanggal dan waktu serta tempat.
Muncul juga wizard untuk meng-auto detect display adapter. Bila tidak terdetect, gunakan standar VGA, untuk menghindari hal-hal buruk yang dapat terjadi pada monitor anda.
Lalu anda akan diminta untuk membuat emergency disk.
Setelah itu komputer akan merestart sendiri. Setelah direstart, komputer akan memformat harddisk menjadi NFTS dan selanjutnya tinggal ditunggu.





H. KEGIATAN PEMELAJARAN III

Sub Kompetensi : Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi dan melakukan troubleshooting sederhana
3.1. Langkah pengoperasian sistem operasi
3.1.1.Menjalankan Windows NT
1. Hidupkan komputer dengan cara menekan tombol power.
2. Apabila pada PC sudah diinstall windows NT maka otomatis nanti akan langsung masuk pada menu awal windows NT, tinggal menunggu
3. Setelah masuk pada menu awal windows,kita bebas akan bekerja menggunakan apa dengan cara mengklik tombol start, dan seterusnya tergantung apayang kita butuhkan.
3.1.2.Menutup windows NT
Setelah selesai bekerja dengan menggunakan windows,apabila mengiinkan untuk keluar dari windows caranya adalah :
1. Menutup area kerja yang ada pada windows dengan cara :
• Menekan tombol close atau tanda silang yang ada pada windows kerja
• Mengklik File  pilih Exit
2. Setelah area kerja tertutup semua langkah selanjutnya adalah :
• Mengklik start
• Shut Down
3. Akan muncul pesan untuk menekan tombol power untuk mematikan komputer.

3.2. Kesalahan yang biasa terjadi pada sistem operasi windows
Kesalahan yang sering terjadi dapat diketahui dengan menganalisa langkah-langkah instalasi sistem operasi berbasis GUI dimana operating sistem yang digunakan disini adalah microsoft windows NT, dengan menganalisa langkah-langkah instalasi,
3.2.1. Troubleshooting kesalahan
Kesalahan biasanya terjadi akibat user tidak mengetahui alur kerja yang benar dalam bekerja. Oleh karena itu akan disampaikan alur kerja yang benar dalam mengintal system operasi berbasis GUI khususnya menginstal Windos98.
Sebagai Langkah awal yang harus dilakukan setelah kita mengintall windows98 adalah melakukan setting pada BIOS yang ada pada system operasi itu sendiri. Disini akan dijelaskan default dari setting BIOS
A. Setting BIOS
Ras# to Cas# delay
• Angka clock untuk waktu tunggu antara RAS dan CAS
• Semakin kecil setting memory akan di access semakin cepat
Ras# Precharge time
• Angka tunggu untuk Precharge pada memory chip
• Semakin kecil angka setting semakin cepat memory di access
CPU to PCI IDE posting
• Waktu dari CPU ke PCI bus dapat di buffer oleh controller
• Aktifkan dan setting pada angka terkecil. misalnya 3t adalah lebih cepat dari pada 4t
System BIOS cacheable
• Memindahkan (Copy) system BIOS kedalam memory
• Setting ini hanya efektif dengan system BIOS pada setting Shadowed. Cache BIOS ROM adlah pada F0000H-FFFFFH melalui L2 cache. Baiknya, peningkatan pada access sistem BIOS. Dimana, tidak terjadi translate ke sistem yang lebih baik sebaik operating sistem tidak memerlukan system BIOS terlalu banyak. Rekomendasinya adalah setting Disable pada SYstem BIOS cache. karena selain membuang L2 cache pada Bandwidth, pada program yang mengunakan area BIOS ROM tersebut akan terjadi Crash
Video BIOS cacheable
• Memindahkan (Copy) BIOS Video ke memory
• Sebaiknya setting Disable, pada BIOS ROM C0000H-C7FFFH akan melalui L2 cache memory. Sistem ini akan memperbaiki performance Video BIOS. Tetapi tdaik meningkatkan kecepatan pada OS yang mengunakan access pada Video card hardware secara langsung. Selain itu juga, akan membuang percuma alokasi L2 cache memory untuk pemakaian alokasi pada BIOS ROM.
• Diset pada disable
Video Ram Cacheable
• Mengcopy RAM pada VGA card ke memory untuk mempercepat access
• Video ROM mengunakan alokasi L2 cache pada A0000H-AFFFFH. Tujuannya adalah mempercepat access pada Video memory. Cara ini tidak membuat performance meningkat.
• banyak VGA card yang sudah mengunakan bandwidth sampai 5.3GB/detik pada DDR misalnya. Sementara SDRAm hanya memiliki kecepatan 0.8GB/detik atau 1.06GB/detik pada kecepatan PC 133. Misalnya mengunakan P3 650, dengan L2 cache bandwidth 20.8 GB (256bit X 650MHz), hal ini membuat penampilan yang lambat pada SDRAM dimana memory VGA sebenarnya dapat bekerja lebih cepat dibandingkan alokasi ke SDRAM memory.
• Umumnya tidak dibutuhkan, karena memory VGA sudah lebih cepat.
16 dan 8 Bit I/O Recovery time
• Angka pada cycle clock untuk menperlambat proses I/O
• Diset pada angka terkecil untuk mempercepat proses I/O
Passive Release
• Mengijinkan CPU ke PCI bus untuk memproses selama non aktif.
• Setting terbaik adalah enable.
Delayed Transaction
• Feature chipset untuk 32 bit melakukan penulisan dari buffer dengan delay cylce.
• Setting adalah Enable, jika mengunakan PCI device yang sudah mendukung versi 2.1. Bila mengalami masalah pada PCI (tidak mendukung versi 2.1) sebaiknya di disable.
SDRAM RAS to CAS delay
• Mendelai setelah CAS berhasil memproses signal dari RAS atau waktu tunggu antara data dari Row address strobe ke Column address stribe.
• Dapat diaktifkan (enable), tetapi pada SDRAM yang hanya berkecepatan rendah akan membuat computer hang. Bila memory gagal, sebaiknya dilakukan setting Disable.
SDRAM RAS Precharge time
• Jumlah waktu tunggu yang dibutuhkan untuk merefresh memory sebelum process selanjutnya.
• Semakin kecil semakin mempercepat proses memory.
SDRAM CAS latency
• Setting memory untuk latency time, umumnya sudah diset pada SDRAM.
• Semakin kecil semakin baik, tergantung kecepatan memory.
Quick power on selft test
• Mempercepat waktu power cool boot start
• Setting di enable untuk mempercepat computer melakukan booting
Video ROM shadow
• Mengcopy address ROM dari VGA ke memory
• Dapat diaktifkan pada VGA model lama, Disable bila VGA sudah mengunakan teknologi baru
PCI/VGA Palette snoop
• Sinkronisasi antara palette di dua vga card
• Di disable untuk setting terbaik, enable bila terdapat VGA dengan MPEG atau VGA/TV converter.
PNP OS Instlled
• Bila sistem OS mengunakan PnP sistem, maka dapat di set dengan ON, hal ini mengijinkan Management device resource mengambil alih dalam penanganan hardware
• Untuk pilihan NO, bila sistem OS tidak PnP, dan BIOS akan menangani sistem Hardware secara manual.
Force Update ESCD / Reset Configuration Data
• ESCD (Extended System Configuration Data) adalah feature dari sistem PnP BIOS yang menyimpan sistem IRQ, DMA dan IO serta memory pada seluruh hardware baik ISA, AGP dan PCI. Normalnya setting di set Disabled.
• Tetapi bila mengunakan menambah card baru, sistem akan di rekonfigurasi kembali dan kemungkinan akan terjadi konflik. Untuk Bila sistem OS mengunakan PnP sistem, maka dapat di set dengan ON, hal ini mengijinkan Management device resource mengambil alih dalam penanganan hardware. Setting Enable akan memperbaharui data pada BIOS dan pada process BOOT selanjutnya akan di set ke Disable kembali oleh BIOS.
Resource Controllerd By (Auto, manual)
• BIOS mampu secara otomatis mengkonfigurasi sistem pada proses BOOT dengan kompatible hardware yang PnP. Normalnya di set AUTO. BIOS akan secara otomatis mengenal IRQ dan DMA channel.
• Tetapi ila terjadi masalah pada sistem Reource secara otomatis, maka setting IRQ dapat diset dengan IRQ dan DMA secara manual. Juga anda dapat melakukan setting manual untuk IRQ dan DMA cahnnel dengan mengaktifkan LEGACY ISA A atau PCA/ISA PnP.
• Legacy ISA device adalah sistem spesifikasi PC/AT dan dibutuhkan untuk setting IRQ /DMA agar bekerja.
Assign IRQ for VGA (Enable - Disable)
• Untuk hardware VGA card highend seperti 3D accelerator card membutuhkan setting Enable. Setting disable dapat menyebabkan operasi card menjadi low performance. Untuk baiknya bila terjadi masalah pada VGA sebaiknya di set Enable.
Assign IRQ for USB (Enable - Disable)
• Fungsi ini mirip dengan Enable dan Disable alokasi IRQ untuk USB
• Setting Enable, bila mengunakan USB
• Setting Disable, akan menyebabkan USB device tidak bekerja dengan baik. Atau bila tidak memiliki USB device sebaiknya di set Disable.
PCI IRQ Activaded By (Edge - Level)
• Edge adalah sistem triggered (mengunakan single Voltage) untuk IRQ PCI card. Setting ini untuk ISA card atau PCI card jenis lama.
• Level adalah setting multiple voltaged levels.
PIRQ
• Pada PCI slot mampu mengaktifkan 4 interupt, INT A, B, C, D
• AGP slot mampu diaktifkan dengan 2 INT, A dan B
• Normalnya, masing masing slot di alkokasikan dengan INT A. Dan INT lainnya di cadangkan untuk AGP/PCI device lain yang membutuhkan lebih dari 1 IRQ atau juga IRQ dibutuhan.
• AGP slot dan PCI slot 1 mengunakan IRQ yang sama, Maka untuk menghindari konflik, hindari pemakaian slot 1 dengan AGP.
• Juga pada PCI slot 4 dan 5 mengunakan IRQ yang sama, Hindari pemasangan hardware yang mengunakan INT pada slot 4-5
• Untuk USB pengunakan PIRQ 4
Signals AGP Slot
PCI Slot 1 PCI Slot 2 PCI Slot 3 PCI Slot 4
PCI Slot 5
PIRQ_0 INT A INT D INT C INT B
PIRQ_1 INT B INT A INT D INT C
PIRQ_2 INT C INT B INT A INT D
PIRQ_3 INT D INT C INT B INT A

• Normalnya, biarkan setting secara AUTO. Tetapi bila dibutuhkan anda haris menandakan IRQ untuk masing masing AGP dan PCI. Contoh diatas dapat dibuat seperti, misalnya PCI network pada PCI slot 3, maka pada table menunjukan primary PIRQ adalah 2, sebab slot tersebut di alokasikan dengan kemungkinan INT A
• Setelah itu, pilih IRQ yang ingin digunakanuntuk menandakan slot PIRQ. Jika network mengunakan IRQ 7 (terlihat pada BIOS(, dan setting PIRQ 2 digunakan adalah 7. BIOS akan menalokasikan IRQ 7 sebagai slot 3.
• yang perlu diingat, bahwa BIOS akan mencoba mengalokasi PIRQ yang dilink pada INT A pada masing masing slot. Juga pada APG dan PCI slot primary PIRQ adalah IRQ 0. Sementara PCI slot 2 mengunaknan Primary PIRQ 1 dan selanjutnya..
PCI Dynamic Bursting (Enable - Disable)
• Setting tersebut adalah mengaktifkan Write Buffer pada PCI. Jika di Enable, maka writing data transaksi pad PCI bus akan melalui buffer. Burst Transaksi juga akan dilakukan secepat mungkin
• Setting sebaiknya di Enable. Dengan setting Enable, tranfer data buffer akan secepatnya dikembalikan atau di Flush sehingga tidak terjadi delay proses.
PCI Master 0 WS (Wait State) write (Enalbe - Disable)
• Dengan Enable, tranfer data PCI akan di proses secepat mungkin
• Dengan Disable, tranfer data PCI akan didelay 1 wait state
• Rekomendasi untuk setting digunakan Enable
• Untuk delay 1 wait state adalah rekomendasi pemakaian pada overclock PCI Bus
Langkah pertama kali yang harus diambil adalah mengganti setting booting tergantung kita akan melakukan booting dari drive yang mana, a:\ , c:\ , d:\ untuk lebih mudahnya setting BIOS secara default dimana BIOS akan melakukan konfigurasi yang terbaik.
MODUL
MENGINSTALASI PERANGKAT JARINGAN BERBASIS WAN
I. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi


1.3. Pengenalan Jaringan Komputer



Stand Alone adalah suatu istilah bagi keadaan komputer yang tidak terhubung dengan komputer lain. Sebaliknya, jika komputer Anda berhubungan dengan komputer dan peralatan-peralatan lain sehingga membentuk suatu grup, maka ini disebut sebagai network (jaringan). Sedangkan bagaimana antarkomputer tersebut berhubungan serta mengatur sumber-sumber yang ada, itulah yang disebut dengan networking (sistem jaringan).
Bila suatu network berada dalam satu lokasi (misalkan dalam satu gedung) maka disebut sebagai Local Area Network (LAN). Bila antar-network saling berhubungan dari satu lokasi ke lokasi lain yang relatif jauh (misalkan antarkota), maka keadaan ini disebut Wide Area Network (WAN).
1.4. Fungsi Jaringan
Dalam era informasi sekarang ini, penggunaan komputer merupakan suatu hal yang tidak terhindarkan dan cenderung menjadi suatu keharusan. Interkoneksi antar komputer telah menambah fungsi lain darinya, tidak hanya sebagai pengolah dan penyimpan data, melainkan sebagai alat komunikasi dan resource & information sharing. Dalam suatu jaringan komputer kita bisa saling berbagi pemakaian sumber daya (resource), misalnya pemakaian printer bersama, CDROM, floppy disk, dsb. Selain itu, komputer dalam suatu jaringan dapat menjadi alat komunikasi dan information sharing yang efektif, misalnya dengan teleconference meeting, Internet,
mailing list, dsb.



1.5. Model Jaringan
1.3.1 Model jaringan ISO / OSI
Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan oleh gambar dibawah ini (tanpa media fisik). Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer . Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.



Model referensi OSI
Model OSI memiliki tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah :
1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
2. Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.
4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.

1.3.2 Model jaringan TCP/IP

TCP/IP adalah protokol yang digunakan di jaringan global karena memiliki sistem pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekan data. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP yang berbeda dalam sistem penomoran, yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit), dan saat ini yang masih digunakan adalah IPv4. Untuk memepermudah penulisan, alamat IP biasanya ditulis dalam bentuk empat segmen bilangan desimal yang dipisahkan tanda titik dan setiap segmen mewakili delapan bit pada alamat IP. Setiap network adapter dapat memiliki lebih dari satu alamat IP namun sebuah alamat IP (IP address) tidak boleh dipakai oleh dua atau beberapa network adapter. Pengaturan alokasi alamat IP dilakukan oleh badan internasional bernama Internic. Saat ini lebih dari 85% alamat IP (IPv4) telah terpakai sehingga sebentar lagi sistem IPv4 akan digantikan oleh IPv6.


Model TCP/IP

1.6. IP Address

Bagian ini memegang peranan yang sangat penting karena meliputi perencanaan jumlah network yang akan dibuat dan alokasi IP address untuk tiap network. Kita harus membuat subnetting yang tepat untuk keseluruhan jaringan dengan mempertimbangkan kemungkinan perkembangan jaringan di masa yang akan datang. Sebagai contoh, ITB mendapat alokasi IP addres dari INTERNIC (http://www.internic.net) untuk kelas B yaitu 167.205.xxx.xxx. Jika diimplementasikan dalam suatu jaringan saja (flat), maka dengan IP Address ini kita hanya dapat membuat satu network dengan kapasitas lebih dari 65.000 host. Karena letak fisik jaringan tersebar (dalam beberapa departemen dan laboratorium) dan tingkat kongesti yang akan sangat tinggi, tidak mungkin menghubungkan seluruh komputer dalam kampus ITB hanya dengan menggunakan satu buah jaringan saja (flat). Maka dilakukan pembagian jaringan sesuai letak fisiknya. Pembagian ini tidak hanya pada level fisik (media) saja, namun juga pada level logik (network layer), yakni pada tingkat IP address.. Pembagian pada level network membutuhkan segmentasi pada IP Address yang akan digunakan. Untuk itu, dilakukan proses pendelegasian IP Address kepada masing-masing jurusan, laboratorium dan lembaga lain yang memiliki LAN dan akan diintegrasikan dalam suatu jaringan kampus yang besar. Misalkan dilakukan pembagian IP kelas B sebagai berikut :
IP address 167.205.1.xxx dialokasikan untuk cadangan
IP address 167.205.2.xxx dialokasikan untuk departemen A
IP address 167.205.3.xxx dialokasikan untuk departemen B
Ip address 167.205.4.xxx dialokasikan untuk unit X
dsb.
Pembagian ini didasari oleh jumlah komputer yang terdapat pada suatu jurusan dan prediksi peningkatan populasinya untuk beberapa tahun kemudian. Hal ini dilakukan semata-mata karena IP Address bersifat terbatas, sehingga pemanfaatannya harus diusahakan seefisien mungkin.
Jika seorang administrator di salah satu departemen mendapat alokasi IP addres 167.205.48.xxx, maka alokasi ini akan setara dengan sebuah IP address kelas C karena dengan IP ini kita hanya dapat membentuk satu jaringan berkapasitas 256 host yakni dari 167.205.9.0 sampai 167.205.9.255.
Dalam pembagian ini, seorang network administrator di suatu lembaga mendapat alokasi IP Address 167.205.9.xxx. Alokasi ini setara dengan satu buah kelas C karena sama-sama memiliki kapasitas 256 IP Address, yakni dari 167.205.9.0 sampai dengan 167.205.9.255. Misalkan dalam melakukan instalasi jaringan, ia dihadapkan pada permasalahan-permasalahan sebagai berikut :
• Dibutuhkan kira-kira 7 buah LAN.
• Setiap LAN memiliki kurang dari 30 komputer.
Berdasarkan fakta tersebut, ia membagi 256 buah IP address itu menjadi 8 segmen. Karena pembagian ini berbasis bilangan biner, pembagian hanya dapat dilakukan untuk kelipatan pangkat 2, yakni dibagi 2, dibagi 4, 8, 16, 32 dst. Jika kita tinjau secara biner, maka kita mendapatkan :
Jumlah bit host dari subnet 167.205.9.xxx adalah 8 bit (segmen terakhir). Jika hanya akan diimplementasikan menjadi satu jaringan, maka jaringan tersebut dapat menampung sekitar 256 host.
Jika ia ingin membagi menjadi 2 segmen, maka bit pertama dari 8 bit segmen terakhir IP Address di tutup (mask) menjadi bit network, sehingga masking keseluruhan menjadi 24 + 1 = 25 bit. Bit untuk host menjadi 7 bit. Ia memperoleh 2 buah sub network, dengan kapasitas masing-masing subnet 128 host. Subnet pertama akan menggunakan IP Address dari 167.205.9.(0-127), sedangkan subnet kedua akan menggunakan IP Address 167.205.9.(128-255). (Tabel Pembagian 256 IP Address menjadi 2 segmen)
Karena ia ingin membagi menjadi 8 segmen, maka ia harus mengambil 3 bit pertama ( 23 = 8) dari 8 bit segmen terakhir IP Address untuk di tutup (mask) menjadi bit network, sehingga masking keseluruhan menjadi 24 + 3 = 27 bit. Bit untuk host menjadi 5 bit. Dengan masking ini, ia memperoleh 8 buah sub network, dengan kapasitas masing-masing subnet 32 (=25) host. Ilustrasinya dapat dilihat pada Tabel subnet.


Tabel IP dan Subnet
1.5 Hardware Jaringan

Untuk membuat suatu jaringan komputer, diperlukan perlengkapan sebagai berikut:
• Minimal ada satu komputer yang berlaku sebagai server (pusat data)
• Ada komputer workstation (tempat kerja)
• Sistem operasi pendukung jaringan seperti Win NT, Netware, Linux ,dsb
• Peripheral jaringan seperti Network Interface Card (NIC), hub, dll
• Media penghubung antarkomputer seperti kabel, connector, terminator, dll


Kebutuhan Hardware untuk jaringan

J. KEGIATAN PEMELAJARAN II

4. Sub Kompetensi : Melaksanakan instalasi LAN

2.1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya. LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. LAN seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.

2.2.1 Topologi LAN
2.2.1.1 Topologi Bus


Topologi Bus
Karakteristik topologi ini adalah sebagai Berikut :

Disebut juga Daisy Chain.
• Paling banyak dipakai karena sederhana dalam instalasi.
• Pada topologi bus, terdapat satu jalur umum yang berbentuk suatu garis lurus. Yang mana kemudian masing-masing node dihubungkan kedalam jalur garis tersebut.
• Transmisi dari suatu workstation dapat menyebar dan menjalar ke workstation lainnya, ini disebabkan setiap workstation menggunakan media transmisi yang sama.
• Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur), karena sinyal mengalir dalam dua arah.
• Problem terbesar : jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
• Meskipun ada percabangan media transmisi, tetapi tidak membentuk jalur tertutup (closed loop).
• Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel.
• Instalasi mudah dilakukan.

2.2.1.2 Topologi Star


Topologi Star

Karakteristik topologi ini sebagai berikut :

• Medium transmisi yang digunakan dalam tipe topologi ini, membentuk jalur tertutup (closed loop), dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan file server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu.
• Mudah dikembangkan, karena tiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung kecentral node.
• Dapat digunakan kabel yang "lower grade", karena hanya menghandle satu lalu lintas data, biasanya digunakan kabel UTP.Node-node tersambung langsung ke suatu node pusat (biasa berupa hub), sehingga mudah dikembangkan.
• Keuntungannya dari topologi star adalah apabila satu kabel node terputus, node lainnya tidak terganggu


2.2.1.3 Topologi Ring


Topologi Ring

Karakteristik topologi ini sebagai berikut :

• Dalam topologi ring, setiap node dihubungkan dengan node lain, sehingga membentuk lingkaran.
• Karena sistem transmisinya menggunakan kabel yang saling menghubungkan beberapa workstation dengan file server dalam bentuk lingkaran tertutup, maka tipe ini memiliki kelemahan, yaitu apabila pada salah satu hubungan ada yang putus, maka keseluruhan hubungan terputus.

2.2.2 Merencanakan LAN

Sekarang kita akan membahas bagaimana merencanakan suatu LAN yang baik. Tujuan utamanya untuk merancang LAN yang memenuhi kebutuhan pengguna saat ini dan dapat dikembangkan di masa yang akan datang sejalan dengan peningkatan kebutuhan jaringan yang lebih besar. Desain sebuah LAN meliputi perencanaan secara fisik dan logic . Perencanaan fisik meliputi media yang digunakan bersama dan infrastruktur LAN yakni pengkabelan sebagai jalur fisik komunikasi setiap devais jaringan. Infrastruktur yang dirancang dengan baik cukup fleksibel untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa datang.
Metode perencanaan LAN meliputi :
• Seorang administrator network yang bertanggung jawab terhadap jaringan.
• Pengalokasian IP address dengan subnetting.
• Peta letak komputer dari LAN dan topologi yang hendak kita gunakan.
• Persiapan fisik yang meliputi pengkabelan dan peralatan lainnya.
Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan LAN adalah lokasi fisik itu sendiri. Peta atau cetak biru bangunan-bangunan yang akan dihubungkan serta informasi jalur kabel (conduit) yang ada dan menghubungkan bangunan-bangunan tersebut sangat diperlukan. Jika peta seperti ini tidak ada maka perlu digambarkan peta dengan cara menurut kabel-kabel yang ada. Secara umum dapat diasumsikan bahwa pengkabelan yang menghubungkan bangunan-bangunan atau yang melewati tempat terbuka harus terdapat di dalam conduit. Seorang manajer jaringan harus menghubungi manajer bangunan untuk mengetahui aturan-aturan pengkabelan ini sebab manajer bangunan yang mengetahui dan bertanggung jawab atas bangunan tersebut. Pada setiap lokasi (yang dapat terdiri dari beberapa bangunan) harus ditunjuk seorang manajer jaringan. Manajer jaringan harus mengetahui semua konfigurasi jaringan dan pengkabelan pada lokasi yang menjadi tanggung jawabnya. Pada awalnya tugas ini hanya memakan waktu sedikit. Namun sejalan dengan perkembangan jaringan menjadi lebih kompleks, tugas ini berubah menjadi tugas yang berat. Jadi sebaiknya dipilih orang yang betul-betul berminat dan mau terlibat dalam perkembangan jaringan.


K. KEGIATAN PEMELAJARAN III

Sub Kompetensi : Mengatur perangkat menggunakan software
3.1. Langkah Konfigurasi melalui software
3.1.1.Konfigurasi BIOS

Ras# to Cas# delay
• Angka clock untuk waktu tunggu antara RAS dan CAS
• Semakin kecil setting memory akan di access semakin cepat
Ras# Precharge time
• Angka tunggu untuk Precharge pada memory chip
• Semakin kecil angka setting semakin cepat memory di access
CPU to PCI IDE posting
• Waktu dari CPU ke PCI bus dapat di buffer oleh controller
• Aktifkan dan setting pada angka terkecil. misalnya 3t adalah lebih cepat dari pada 4t
System BIOS cacheable
• Memindahkan (Copy) system BIOS kedalam memory
• Setting ini hanya efektif dengan system BIOS pada setting Shadowed. Cache BIOS ROM adlah pada F0000H-FFFFFH melalui L2 cache. Baiknya, peningkatan pada access sistem BIOS. Dimana, tidak terjadi translate ke sistem yang lebih baik sebaik operating sistem tidak memerlukan system BIOS terlalu banyak. Rekomendasinya adalah setting Disable pada SYstem BIOS cache. karena selain membuang L2 cache pada Bandwidth, pada program yang mengunakan area BIOS ROM tersebut akan terjadi Crash
Video BIOS cacheable
• Memindahkan (Copy) BIOS Video ke memory
• Sebaiknya setting Disable, pada BIOS ROM C0000H-C7FFFH akan melalui L2 cache memory. Sistem ini akan memperbaiki performance Video BIOS. Tetapi tdaik meningkatkan kecepatan pada OS yang mengunakan access pada Video card hardware secara langsung. Selain itu juga, akan membuang percuma alokasi L2 cache memory untuk pemakaian alokasi pada BIOS ROM.
• Diset pada disable
Video Ram Cacheable
• Mengcopy RAM pada VGA card ke memory untuk mempercepat access
• Video ROM mengunakan alokasi L2 cache pada A0000H-AFFFFH. Tujuannya adalah mempercepat access pada Video memory. Cara ini tidak membuat performance meningkat.
• banyak VGA card yang sudah mengunakan bandwidth sampai 5.3GB/detik pada DDR misalnya. Sementara SDRAm hanya memiliki kecepatan 0.8GB/detik atau 1.06GB/detik pada kecepatan PC 133. Misalnya mengunakan P3 650, dengan L2 cache bandwidth 20.8 GB (256bit X 650MHz), hal ini membuat penampilan yang lambat pada SDRAM dimana memory VGA sebenarnya dapat bekerja lebih cepat dibandingkan alokasi ke SDRAM memory.
• Umumnya tidak dibutuhkan, karena memory VGA sudah lebih cepat.
16 dan 8 Bit I/O Recovery time
• Angka pada cycle clock untuk menperlambat proses I/O
• Diset pada angka terkecil untuk mempercepat proses I/O
Passive Release
• Mengijinkan CPU ke PCI bus untuk memproses selama non aktif.
• Setting terbaik adalah enable.
Delayed Transaction
• Feature chipset untuk 32 bit melakukan penulisan dari buffer dengan delay cylce.
• Setting adalah Enable, jika mengunakan PCI device yang sudah mendukung versi 2.1. Bila mengalami masalah pada PCI (tidak mendukung versi 2.1) sebaiknya di disable.
SDRAM RAS to CAS delay
• Mendelai setelah CAS berhasil memproses signal dari RAS atau waktu tunggu antara data dari Row address strobe ke Column address stribe.
• Dapat diaktifkan (enable), tetapi pada SDRAM yang hanya berkecepatan rendah akan membuat computer hang. Bila memory gagal, sebaiknya dilakukan setting Disable.

SDRAM RAS Precharge time
• Jumlah waktu tunggu yang dibutuhkan untuk merefresh memory sebelum process selanjutnya.
• Semakin kecil semakin mempercepat proses memory.
SDRAM CAS latency
• Setting memory untuk latency time, umumnya sudah diset pada SDRAM.
• Semakin kecil semakin baik, tergantung kecepatan memory.
Quick power on selft test
• Mempercepat waktu power cool boot start
• Setting di enable untuk mempercepat computer melakukan booting
Video ROM shadow
• Mengcopy address ROM dari VGA ke memory
• Dapat diaktifkan pada VGA model lama, Disable bila VGA sudah mengunakan teknologi baru

PCI/VGA Palette snoop
• Sinkronisasi antara palette di dua vga card
• Di disable untuk setting terbaik, enable bila terdapat VGA dengan MPEG atau VGA/TV converter.
PNP OS Instlled
• Bila sistem OS mengunakan PnP sistem, maka dapat di set dengan ON, hal ini mengijinkan Management device resource mengambil alih dalam penanganan hardware
• Untuk pilihan NO, bila sistem OS tidak PnP, dan BIOS akan menangani sistem Hardware secara manual.
Force Update ESCD / Reset Configuration Data
• ESCD (Extended System Configuration Data) adalah feature dari sistem PnP BIOS yang menyimpan sistem IRQ, DMA dan IO serta memory pada seluruh hardware baik ISA, AGP dan PCI. Normalnya setting di set Disabled.
• Tetapi bila mengunakan menambah card baru, sistem akan di rekonfigurasi kembali dan kemungkinan akan terjadi konflik. Untuk Bila sistem OS mengunakan PnP sistem, maka dapat di set dengan ON, hal ini mengijinkan Management device resource mengambil alih dalam penanganan hardware. Setting Enable akan memperbaharui data pada BIOS dan pada process BOOT selanjutnya akan di set ke Disable kembali oleh BIOS.
Resource Controllerd By (Auto, manual)
• BIOS mampu secara otomatis mengkonfigurasi sistem pada proses BOOT dengan kompatible hardware yang PnP. Normalnya di set AUTO. BIOS akan secara otomatis mengenal IRQ dan DMA channel.
• Tetapi ila terjadi masalah pada sistem Reource secara otomatis, maka setting IRQ dapat diset dengan IRQ dan DMA secara manual. Juga anda dapat melakukan setting manual untuk IRQ dan DMA cahnnel dengan mengaktifkan LEGACY ISA A atau PCA/ISA PnP.
• Legacy ISA device adalah sistem spesifikasi PC/AT dan dibutuhkan untuk setting IRQ /DMA agar bekerja.
Assign IRQ for VGA (Enable - Disable)
• Untuk hardware VGA card highend seperti 3D accelerator card membutuhkan setting Enable. Setting disable dapat menyebabkan operasi card menjadi low performance. Untuk baiknya bila terjadi masalah pada VGA sebaiknya di set Enable.
Assign IRQ for USB (Enable - Disable)
• Fungsi ini mirip dengan Enable dan Disable alokasi IRQ untuk USB
• Setting Enable, bila mengunakan USB
• Setting Disable, akan menyebabkan USB device tidak bekerja dengan baik. Atau bila tidak memiliki USB device sebaiknya di set Disable.
PCI IRQ Activaded By (Edge - Level)
• Edge adalah sistem triggered (mengunakan single Voltage) untuk IRQ PCI card. Setting ini untuk ISA card atau PCI card jenis lama.
• Level adalah setting multiple voltaged levels.
PIRQ
• Pada PCI slot mampu mengaktifkan 4 interupt, INT A, B, C, D
• AGP slot mampu diaktifkan dengan 2 INT, A dan B
• Normalnya, masing masing slot di alkokasikan dengan INT A. Dan INT lainnya di cadangkan untuk AGP/PCI device lain yang membutuhkan lebih dari 1 IRQ atau juga IRQ dibutuhan.
• AGP slot dan PCI slot 1 mengunakan IRQ yang sama, Maka untuk menghindari konflik, hindari pemakaian slot 1 dengan AGP.
• Juga pada PCI slot 4 dan 5 mengunakan IRQ yang sama, Hindari pemasangan hardware yang mengunakan INT pada slot 4-5
• Untuk USB pengunakan PIRQ 4

Signals AGP Slot
PCI Slot 1 PCI Slot 2 PCI Slot 3 PCI Slot 4
PCI Slot 5
PIRQ_0 INT A INT D INT C INT B
PIRQ_1 INT B INT A INT D INT C
PIRQ_2 INT C INT B INT A INT D
PIRQ_3 INT D INT C INT B INT A

• Normalnya, biarkan setting secara AUTO. Tetapi bila dibutuhkan anda haris menandakan IRQ untuk masing masing AGP dan PCI. Contoh diatas dapat dibuat seperti, misalnya PCI network pada PCI slot 3, maka pada table menunjukan primary PIRQ adalah 2, sebab slot tersebut di alokasikan dengan kemungkinan INT A
• Setelah itu, pilih IRQ yang ingin digunakanuntuk menandakan slot PIRQ. Jika network mengunakan IRQ 7 (terlihat pada BIOS(, dan setting PIRQ 2 digunakan adalah 7. BIOS akan menalokasikan IRQ 7 sebagai slot 3.
• yang perlu diingat, bahwa BIOS akan mencoba mengalokasi PIRQ yang dilink pada INT A pada masing masing slot. Juga pada APG dan PCI slot primary PIRQ adalah IRQ 0. Sementara PCI slot 2 mengunaknan Primary PIRQ 1 dan selanjutnya.

PCI Dynamic Bursting (Enable - Disable)
• Setting tersebut adalah mengaktifkan Write Buffer pada PCI. Jika di Enable, maka writing data transaksi pad PCI bus akan melalui buffer. Burst Transaksi juga akan dilakukan secepat mungkin
• Setting sebaiknya di Enable. Dengan setting Enable, tranfer data buffer akan secepatnya dikembalikan atau di Flush sehingga tidak terjadi delay proses.

PCI Master 0 WS (Wait State) write (Enalbe - Disable)
• Dengan Enable, tranfer data PCI akan di proses secepat mungkin
• Dengan Disable, tranfer data PCI akan didelay 1 wait state
• Rekomendasi untuk setting digunakan Enable
• Untuk delay 1 wait state adalah rekomendasi pemakaian pada overclock PCI Bus
Langkah pertama kali yang harus diambil adalah mengganti setting booting tergantung kita akan melakukan booting dari drive yang mana, a:\ , c:\ , d:\ untuk lebih mudahnya setting BIOS secara default dimana BIOS akan melakukan konfigurasi yang terbaik.


3.1.2. Konfigurasi dengan Sistem operasi
Setelah memasang perangkat kartu jaringan maka kita harus menginstal driver dari perangkat tersebut supaya kartu jaringan bisa dipakai.
Langkah pertama kita buka kontrol panel, kemudian kita pilih add Hardware untuk menambahakan perangkat baru tersebut.



setelah itu akan keluar wizard yang akan menuntun kita untuk proses instalasi driver, kita tinggal mengikuti petunjuk yang ada.



Kemudian kita tingga memilih hardware sesuai yang kita miliki, dan ikuti teruspetunjuk yang ada spt ditunjukan beberapa gambar berikut.





Jika telah selesai maka kita bisa memeriksa apakah kartu jaringan tersebut sudah dikenali oleh sistem operasi dan bisa digunakan.
Pertama kita klik kanan ikon my computer dan pilih properties, lalu kita pilih Hardware dan klik tombol device manager. Seperti ditunjukan gambar berikut :



Jika pada perangkat kartu jaringan tidak ada tanda ? berwarna kuning maka kartu jaringan telah siap untuk digunakan, lihat gambar dibawah ini.



Langkah selanjutnya kita akan memberikan Alamat pada kartu jaringan tersebut.
Kita pilih menu kontrol panel dan pilih network connections maka akan keluar tampilan seperti gambar dibawah ini.



Kemudian kita klik ganda icon local area connectios dan akan keluar status dari sambungan lan



Kita klik tombol properties dan setelah itu kita pilih TCP/IP spt gambar berikut :



Kemudian kita masukan IP Address, netmask, gateway dan DNS sesuai konfigurasi yang hendak kita rencanakan seperti ditunjukan gambar dibawah ini.



Jika sudah selesai maka kita bisa mengecek apakah konfigurasi yang kita lakukan sudah benar.
Kita masuk ke dos prompt kemudian ketikan ipconfig, maka akan keluar konfigurasi dari kartu jaringan kita spt gambar dibawah ini.


Kemudian kita melakukan tes koneksi pada kartu jaringan dengan perintah ping, jika ada reply maka kartu jaringan telah siap digunakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar