HIDENATION

WELLCOME

Selasa, 27 Juli 2010

TKJ KELAS X

MODUL
MENGINSTALASI KOMPUTER PERSONAL

A. KEGIATAN PEMELAJARAN I
Sub Kompetensi : Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi
I. TEORI DASAR
Penggunaan komputer telah begitu luas dan mencakup seluruh sendi kehidupan dan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kegiatan sehari-hari. Namun pada awalnya, komputer hanya digunakan untuk alat hitung belaka.
Komputer berasal dari bahasa latin “to compute” yang berarti alat hitung.

I.1. Organisasi Komputer

Sistem kerja komputer secara garis besar terbagi atas 3 bagian, dan seluruh bagian ini saling berkaitan satu sama lain.




Gambar 1.1 Bagian-bagian Komputer

Gambar 1.2 Satu unit komputer

I.1.1. Input Device

Input Device berfungsi untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer.
Contoh – contoh input Device adalah :
1. Keyboard
Keyboard atau papan ketik berfungsi untuk memasukkan perintah secara langsung ke dalam komputer yang berupa karakter, baik angka, huruf maupun kode ASCII. Secara fisik, keyboard terbagi atas 4 bagian, yaitu :
- Keyboard Serial
- Keyboard PS/2
- Keyboard Wireless
- Keyboard USB

Gambar 1.3 Salah satu jenis Keyboard

2. Mouse
Mouse yang dalam bahasa Indonesia berarti “tikus” (Disebut seperti ini karena bentuk dan kabel yang terdapat pada mouse benar-benar menyerupai tikus), berfungsi untuk membantu dalam memberikan perintah kepada komputer dalam bentuk pointer. Secara fisik, mouse juga terbagi atas 4, yaitu :
- Mouse Serial
- Mouse PS/2
- Mouse Wireless
- Mouse USB


Gambar 1.4 Beberapa jenis Mouse

3. Trackball
Secara umum, trackball memiliki fungsi yang sama dengan mouse. Yang membedakan pada trackball adalah bentuknya yang menyerupai bola. Sehingga pemilihan pointer menjadi lebih selektif

Gambar 1.5 Trackball
4. Scanner
Scanner berfungsi untuk memasukkan data gambar ke dalam komputer dan memiliki prinsip kerja yang sama dengan mesin photo copy. Secara umum, scanner terbagi atas 2, yaitu flatbed scanner dan handled scanner.

Saat ini, beberapa scanner telah dilengkapi dengan OCR dan software yang mampu membaca citra digital sebagai text sehingga dapat langsung diedit dalam komputer oleh perangkat lunak pengolah kata.


Gambar 1.6 Scanner

5. Digitizer
Digitizer banyak digunakan oleh kartunis yang membutuhkan koneksi langsung antara coretan yang mereka buat dengan sistem komputer. Digitizer memiliki bentuk menyerupai buku tulis namun lebih tebal dan terhubung langsung dengan komputer melalui port serial atau USB.
6. Kamera
Seiring dengan perkembangan teknologi, pengguna kamera juga telah banyak yang beralih kepada kamera yang memiliki hubungan dengan komputer dengan pertimbangan kemudahan dalam pengeditan dan penambahan komponen.



Gambar 1.7 Kamera Digital

7. Mic
Pengguna multimedia juga akan dimanjakan dengan fasilitas input ini, karena dengan tersedianya microphone yang terintegrasi dengan sistem komputer dapat mempermudah mereka untuk memberikan beberapa sentuhan efek bagi musik maupun audio.
8. Joystick
Pengguna game akan amat membutuhkan perangkat ini, karena akan memudahkan mereka melakukan manuver-manuver yang sulit dilakukan oleh penggunaan keyboard dan mouse. Jenis joystick yang dapat digunakan pada komputer juga amat banyak, termasuk dengan jenis khusus yang digunakan untuk game balap yang dilengkapi dengan roda kemudi dan pedal.

Gambar 1.8 Beberapa jenis Joystick yang sering digunakan

Masih banyak lagi input Device yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya dalam pemakaian khusus yang memerlukan kontrol langsung dari sistem komputer.

I.1.2. Output Device

Output Device adalah peralatan yang digunakan untuk melihat atau memperoleh hasil pengolahan data / perintah yang telah dilakukan oleh komputer.
Contoh-contoh output Device adalah :
1. Monitor
Monitor merupakan alat output yang paling umum dan berfungsi untuk melihat hasil pengolahan data pada layar, baik berupa karakter, gambar maupun warna.
Secara umum, monitor terbagi atas :
- CRT (Cathode Rays Tube)
Merupakan monitor yang berfungsi dengan prinsip penembakan sinar katoda. Bentuk fisik monitor ini sama dengan televisi namun secara umum hanya terdiri dari 4 blok, yaitu video, vertikal, horisontal dan power supply. Monitor type ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain adalah : Membutuhkan daya yang besar, menghasilkan panas yang cukup tinggi, memiliki bentuk fisik yang besar (walaupun ada juga yang memiliki dimensi yang kecil namun tetap tidak praktis karena gambar yang dihasilkan tetap kecil) dan memiliki radiasi yang besar (walaupun ada beberapa type yang menggunakan jenis tabung tertentu yang mampu menyerap radiasi yang dihasilkan oleh tembakan CRT). Namun, secara umum monitor ini memiliki harga yang cukup rendah sehingga tetap merupakan peratalan standard dalam unit komputer.


Gambar 1.9 Monitor CRT

- LCD (Liquid Crystal Display)
Sistem kerja monitor ini jauh berbeda dibandingkan dengan CRT. LCD menggunakan cairan kristal khusus yang berpendar apabila dilalui oleh sinyal listrik sehingga menghasilkan bentuk dan warna. Kelemahan LCD adalah harganya yang cukup mahal dan komponen fisik yang ada amat rentan terhadap gangguan, namun LCD juga memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah : hanya memerlukan daya yang rendah (Tegangan yang digunakan cuma 12 Volt), bentuk fisik yang kecil dan ramping sehingga mudah ditempatkan serta tidak menghasilkan radiasi.



2. Printer
Printer berfungsi untuk mencetak output yang dikeluarkan oleh Process Device. Secara garis besar, printer terbagi atas 3 bagian, yaitu :
- Printer Dot Matrix
Jenis ini disebut dengan “Dot Matrix” karena hasil cetakan dibentuk oleh hentakan jarum pada pita yang membentuk karakter berupa titik-titik yang beraturan. Oleh sebab itu, maka suara yang dihasilkan oleh printer jenis ini jauh lebih besar dan kasar dibandingkan dengan jenis printer lainnya. Kehalusan hasil cetakan ditentukan oleh banyaknya jarum yang digunakan. Minimal jumlah jarum yang digunakan adalah 9 pin dan maksimal adalah 24 pin. Salah satu contoh printer yang menggunakan 9 pin adalah Epson LX-300 dan 800, sedangkan yang menggunakan 24 pin adalah LQ (Letter Quality) 1170 dan 2180. Bentuk printer jenis ini juga terdiri dari beberapa macam, ada yang hanya mampu mencetak dengan ukuran folio, dan ada pula yang mampu mencetak dengan ukuran double folio. Tinta yang digunakan adalah pita karbon.

Gambar 1.11 Printer Dot Matrix 9 pin dan 24 pin

- Printer Inkjet
Sesuai dengan namanya, printer jenis ini mencetak dengan menggunakan semburan tinta cair pada permukaan kertas, sehingga hasil cetakannya jauh lebih bagus, lebih cepat dibandingkan dengan dot matrix. Printer ini juga mampu mencetak warna dengan sempurna, bahkan beberapa jenis printer bahkan mampu mencetak dengan kualitas foto dan mampu mencetak pada permukaan selain kertas (Plastik dan kain). Printer inkjet yang terkenal saat ini adalah Canon BubleJet dan HewlletPackard.
Gambar 1.12 Contoh Printer Inkjet
- Printer Laser Jet
Printer jenis ini memiliki kecepatan dan kualitas cetakan yang jauh melampaui Dot Matrix dan Inkjet. Prinsip kerja printer ini amat mirip dengan mesin Photocopy, yaitu dengan prinsip serbuk tinta dan elemen pemanas. Secara umum, printer ini hanya mampu mencetak dengan dua warna (Hitam dan Putih), namun pada jenis tertentu telah dilengkapi dengan tinta warna sehingga mampu mencetak dengan full color.

Gambar 1.13 Beberapa Laserjet Printer


3. Plotter
Plotter secara prinsip memiliki fungsi yang sama dengan printer. Yang membedakan secara umum adalah ukuran dan peruntukan dari plotter tersebut. Plotter mampu mencetak pada kertas dengan ukuran A0, dan biasanya digunakan untuk mencetak peta dan gambar ukuran besar lainnya.
Plotter juga mengalami perkembangan yang cukup pesat, yang dimulai hanya dengan menggunakan pena sebagai alat cetak, hingga saat ini telah menggunakan inkjet dan bubuk tinta (Laserjet)


Gambar 1.14 Contoh Plotter
4. Speaker
Fungsi speaker pada komputer sama dengan fungsi speaker pada perangkat audio sistem. Yang membedakan secara garis besar hanyalah pada ukurannya. Speaker pada komputer dibuat seefisien mungkin agar tidak terlalu memerlukan banyak tempat. Namun pada pengguna tertentu terkadang menghubungkan output sound mereka pada perangkat speaker lainnya untuk lebih memberikan kepuasan yang lebih.

Gambar 1.15 Speaker “Surround”

I.1.3. Process Device
Pada bagian inilah seluruh data yang diberikan oleh Input Device diolah dan selanjutnya diteruskan kepada Output Device. Seluruh unjuk kerja komputer amat bergantung pada komponen-komponen pada bagian ini.
Komponen-komponen Process Device adalah :
1. Processor
Komponen kecil ini adalah inti dari sebuah komputer. Dalam komponen inilah seluruh perhitungan matematis yang amat rumit dilakukan. Singkat kata, kecepatan, kehandalan dan kompabilitas PC ditentukan oleh Processornya.
Processor dapat dibedakan dari perbedaan jumlah data bus-nya. Misalkan ada processor 8 bit, itu berarti processor tersebut memiliki 8 data bus.
Ada beberapa produsen processor untuk PC, seperti Intel, AMD, Cyrix dan Winchip IDT, namun dalam modul ini kita menggunakan standard processor keluaran Intel Corp.






Gambar 1.16 Beberapa Contoh Processor

Menurut perkembangannya, processor sampai saat ini telah mencapai 7 generasi dan masih terus berlanjut hingga saat ini. Perkembangan processor tersebut adalah :
1. Generasi pertama
Pada generasi ini, Intel mengeluarkan CPU 16 bit pertamanya yaitu Processor 8086 (1978), namun terhambat oleh kendala harga, dimana perangkat keras 16 bit saat ini masih terlalu mahal, sehingga Intel merancang ulang processornya dan mengeluarkan Processor 8088 yang merupakan CPU 16 bit yang memiliki lebar bus 8 bit. PC pertama (1981) menggunakan Processor jenis ini
2. Generasi Kedua
Pada generasi ini, Intel merilis Processor 80286 (1982) yang juga merupakan processor 16 bit namun memiliki kemampuan yang lebih, utamanya dalam penanganan perintah dan mode kerja baru “24 bit virtual address mode” yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke windows.
3. Generasi Ketiga
Intel meluncurkan Processor 80386 DX pada tanggal 17 Oktober 1985 yang merupakan Processor 32 bit pertama. Pada generasi inilah procesor mampu bekerja secara multitasking .
4. Generasi Keempat
Pada generasi ini, Intel mengeluarkan Processor 80486 DX (10 April 1989) yang mampu bekerja dua kali lebih cepat dari pendahulunya. Intel juga mengeluarkan Processor 80486 SX yang merupakan chip yang tidak lengkap dengan dihilangkannya Math co-processor.
Produsen selain Intel juga mengluarkan beberapa jenis processor, misalnya Cyrix dan Texas Instruments mengeluarkan 486 SLC dan IBM mengeluarkan 486 SLC2
5. Generasi Kelima
Pada generasi inilah, beberapa produsen Processor mulai berlomba mengeluarkan produk-produk terbaik mereka, diantaranya adalah :
• Intel
Pada tanggal 22 Maret 1993, Intel mengembangkan Pentium Classic (P54C), dimana processor ini mampu menjalankan lebih dari satu perintah tiap tik clock (super scalar) yang sebanding dengan dua buah 486 dalam satu chip. Bus sistem juga mengalami perubahan besar, yaitu menjadi 64 bit dan kecepatannya meningkat menjadi 60 atau 66 MHz. Sejak itu, Intel memproduksi dua macam Pentium: yang bekerja pada sistem bus 60 MHz (P90, P120, P150 dan P180) dan sisanya, bekerja pada 66 MHz (P100, P133, P166 dan P200)
Pada tanggal 8 Januari 1997, Intel memperkenalkan Processor type MMX (Multi Media Extension) atau P55C, dimana dalam processor tersebut ditambahkan 57 perintah integer baru, 4 jenis data baru dan 8 register 64 bit, yang menambah kemampuan CPU dalam penanganan aplikasi multimedia. Pentium yang menggunakan fasilitas ini adalah P200 MMX dan P233 MMX
• Cyrix
Cyrix 6x86 diperkenalkan pada 5 Februari 1996 dan merupakan tiruan pentium yang murah, namun terkenal dengan unjuk kerja yang buruk utamanya pada floating-point-nya
Pada tanggal 30 Mei 1997, Cyrix memperkenalkan 6x86 MX yang kemudian dikenal sebagai MII (M-two) yang kompatibel dengan Pentium MMX. Kecepatan Bus yang digunakan oleh Cyrix adalah 60 MHz (PR166), 66 MHz (PR200 dan PR300), 75 MHz (PR233 dan PR266), 83 MHz (PR333) dan 95 MHz (PR433 dan PR466)
Gambar 1.17 Processor Keluaran Cyrix

• Advanced Micro Devices
Pentium-pentium AMD bersaing ketat dengan Intel, utamanya dari segi kecepatan dan harga. AMD menggunakan teknologi mereka sendiri sehingga processornya bukan merupakan clone atau tiruan dari Intel. Processor yang dikeluarkan oleh AMD adalah :
- AMD K5 yang menggunakan rating dari Pentium dan dapat disamakan dengan Pentium Classic (P54C) dari Intel. PR133 dan PR166 berharga jauh lebih murah dari jenis Pentium yang sebanding.
- Pada tanggal 2 April 1997, AMD meluncurkan AMD K6 yang berunjuk kerja sedikit lebih baik dari Pentium MMX. Processor ini berisi 8,8 juta transistor
- Tanggal 28 Mei 1998, AMD memasarkan K6-2 yang memiliki plug-in 3D baru yang disebut dengan 3Dnow! Yang merupakan penambahan 21 perintah baru untuk mewujudkan unjuk kerja 3D yang jauh lebih baik.
Processor ini memiliki unjuk kerja yang amat bagus dan memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan Processor Intel pada spesifikasi yang sama.
Kecepatan bus yang digunakan pada processor ini adalah : 66 MHz (K6-2 266), 88 MHz (K6-2 266), 95 MHz (K6-2 333 dan K6-2 380), 100 MHz (K6-2 300, K6-2 350 dan K6-2 400)
6. Generasi Keenam
Pada generasi ini, persaingan antar produsen Processor semakin hebat, dimana tiap-tiap Produsen terus menerus mengeluarkan inovasi dan produk terbaik mereka yang terus bersaing, baik dari segi kecepatan maupun harga
• Intel
Intel mengeluarkan beberapa jenis procesor pada generasi ini, antara lain :
 Pentium Pro
Pengembangan Pentium Pro dimulai pada tahun 1991 di Oregon dan diperenalkan pada 1 November 1995. Pentium Pro merupakan processor RISC murni dan dioptimasi untuk pemrosesan 32 bit pada Windows NT atau OS/2. Processor ini menggunakan Soket 8 pada Motherboard.
 Pentium II
Dengan nama sandi “Klamath”, Processor ini diperkenalkan 7 Mei 1997 dan menggunakan modul SECC (Single Edge Contact Catridge) yang lebih familiar dengan Soket 1. Pentium II tersedia dalam 233, 266, 300, 333, 400, 450 dan 500 MHz (dan terus berkembang dengan kecepatan yang lebih tinggi).
Pentium II berbentuk kotak plastik persegi empat yang besar, yang berisi CPU dan cache. Juga terdapat sebuah controller kecil (S82459AB) dan kipas pendingan dengan ukuran yang besar.
 Pentium II Celeron
Awal 1998, Intel mempunyai masa yang sulit dengan Pentium II yang agak mahal. Banyak pengguna membeli AMD K6-233, yang menawarkan unjuk kerja sangat baik pada harga yang layak. Maka Intel membuat merk CPU baru yang disebut Celeron. Processor ini sama dengan Pentium II kecuali cache L2 yang telah dilepas. Processor ini dapat disebut Pentium II-SX. Catridge Celeron sesuai dengan Slot 1 dan bekerja pada bus sistem 66 MHz. Clock internal bekerja pada 266 atau 300 MHz.
 Pentium II Celeron A : Mendocino
Type Processor ini, baik kecepatan maupun bentuknya, mirip dengan Pentium II. Yang membedakan adalah penambahan cache L2 sebesar 128 Kb didalam catridgenya, yang memberikan unjuk kerja yang amat baik, karena cache L2 bekerja pada kecepatan CPU penuh.
 Pentium II Celeron PPGA : Soket 370
Processor ini menggunakan Soket 370 baru untuk celeron dan dikemas dalam Plastic Pin Grid Array (PPGA). Soket PPGA 370 terlihat seperti soket 7 tradisional dan memiliki 370 pin.
 Pentium II Xeon
Pada 26 Juli 1998, Intel mengenalkan catridge Pentium II baru yang diberi nama Xeon. Ditujukan untuk penggunaan server dan pemakai high-end. Xeon menggunakan konektor baru yang disebut Slot Two. Perbedaan utama antara Xeon dan Pentium II lainnya adalah besar cache L2 yang terintegrasi dapat mencapat 2 Mb
 Pentium III – Katmai
Pada bulan Maret 1999 Intel mengenalkan kumpulan MMX2 baru yang ditingkatkan dengan perintah grafis (diantaranya 70 buah perintah). Perintah ini disebut Katmai New Instructions (KNI) / Perintah baru Katmai atau SSE. Perintah ini ditujukan untuk meningkatkan unjuk kerja game 3D – seperti teknologi 3Dnow! AMD. KNI diperkenalkan pada Pentium III 500 MHz baru. Processor ini sangat mirip dengan pentium II. Menggunakan Slot 1, dan hanya berbeda pada fitur baru seperti pemakaian Katmai dan SSE.
Pentium III Xeon (dengan nama sandi Tanner) diperkenalkan 17 Maret 1999.
Gambar 1.18 Processor Generasi Keenam dari Intel

• AMD
Pada generasi ini, AMD mengenalkan AMD K6-3 yang merupakan K6 model 9 dengan nama sandi “Sharptooth,” yang mungkin mempunyai cache tiga tingkat. Kecepatan clock Processor ini adalah 400 MHz dan 450 MHz.
7. Generasi Ketujuh
Pada generasi ini, pertarungan antara Processor-processor tercepat, utamanya antara Intel dan AMD semakin menghangat. Masing-masing produsen mengeluarkan Processor terbaik mereka.
• AMD
Processor AMD utama yang sangat menggemparkan, Athlon (K7) diperkenalkan Agustus 1999. Athlon dapat mengungguli Pentium III pada frekwensi yang sama.
Athlon menggunakan Soket khusus (Slot A) dalam pemasangannya karena AMD tidak memiliki lisensi untuk menggunakan rancang bangun Slot 1, sehingga rangkaian logika controller datang dari Digital Equipment Corp. Spesifikasi Athlon adalah :
- Memiliki clock 600 MHz pada versi pertama
- Memiliki cache L2 mencapai 8 Mb (Minimum 512 Kb)
- Memiliki cache L1 sebesar 128 Kb
- Beirsi 22 juta transistor (Pentium III mempunyai 9,3 Juta)
- Memiliki kecepatan ram hingga 200 MHz (Peningkatan hingga 400 MHz diharapkan kemudian)
- Dapat menangani dan menyusun kembali hingga 72 perintah secara serentak (Pentium III dapat melakukan 40, K6-2 hanya 24)
- Unjuk kerja FPU yang hebat dengan tiga perintah serentak dan satu GFLOP pada 500 MHz (1 milyar perintah bilangan floating-point tiap detik) dengan 80 bit bilangan floating-point.
Athlon akan memberi persaingan Intel dalam segala lapisan termasuk server, yang dapat dibandingkan dengan processor Xeon.

• Intel
Pada generasi ini, Intel berupaya keras untuk menghadang laju AMD dengan mengeluarkan Processor Pentium 4 dengan kecepatan minimal 3,06 GHz, dan terus berkembang sampai saat ini.

2. Motherboard

Motherboard atau “papan ibu” dan biasa juga disebut dengan “Mainboard” adalah komponen terbesar yang terdapat dalam sebuah Process Device. Fungsi motherboard secara keseluruhan adalah tempat utama untuk memasang peripheral lain, seperti Processor, Memori, VGA Card, dan lain-lain.
Seperti processor, motherboard juga memiliki beberapa produsen, diantaranya adalah : Intel, Asus, Iwill, Abit, DFI, Gigabyte, dan masih banyak lagi.
Motherboard terdiri dari beberapa komponen, yaitu :

• Soket Processor
Soket processor berfungsi untuk menancapkan Processor ke motherboard. Ada beberapa jenis Soket yang tersedia, bergantung kepada jenis Processor yang dapat dipasang. Jenis-jenis soket tersebut adalah :




Socket CPU Yang sesuai Jumlah Pin
DIP 8088 dan 8086 40
Socket 3 386 168
Socket 5 486 dan Pentium Klasik (P54C) 321
Socket 7 Pentium, MMX, K5, 6x86, K6, IDT Winchip, 6x86MX, K6-2 321
Socket 8 Pentium Pro 387
Slot One Pentium II 242
Slot One Pentium II (bus sistem 100 MHz)
Pentium III (bus sistem 100 dan 133 MHz) 242
Slot One Celeron 242
Socket 370 Celeron yang di-Socket 370
Slot Two Pentium II Xeon, Tanner 330
Socket 423 Pentium IV 423
Socket 473 Pentium IV 473

• Chipset
Chipset berfungsi untuk mengontrol motherboard secara keseluruhan. Frekwensi bus, jenis processor, slot ekspansi dan kapasitas memori juga amat bergantung pada chipset. Seperti motherboard dan processor, chipset juga memiliki berbagai produsen dan jenis, diantaranya adalah : OPTi, UMC, Ali (ACER Laboratories Inc), SiS, VIA dan Intel.
• Slot RAM
Terdapat beberapa jenis Slot RAM, diantaranya adalah DIP, 30 Pin, 72 Pin dan 168 pin serta Slot RIMM untuk RDRAM
• Slot Ekspansi
Slot ini berfungsi untuk menempatkan peralatan tambahan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara peralatan input / output dengan motherboard, misalnya untuk VGA Card, Sound Card, Modem, dan lain-lain. Jenis-jenis Slot Ekspansi adalah :
- ISA (Industri Standard Architecture) 8 bit dan 16 bit
- EISA (Extended ISA) 32 Bit
- MCA (Micro Channel Architecture) 32 Bit
- VL-Bus (VESA Local Bus) 32 Bit
- PCI (Peripheral Component Interconnect) 32 Bit
- AGP (Accelerated Graphic Port) 64 Bit
- CNR (Communication and Network Riser)



• Port IDE , FDD Serial dan Paralel
Port ini digunakan untuk pemasangan Hard Disk (IDE Port), Floppy disk drive (FDD Port) dan sarana komunikasi dengan perangkat lain (Serial Port) serta untuk pemasangan printer dan scanner (Paralel Port atau LPT Port)

• BIOS (Basic Input Output System)
BIOS berfungsi untuk menginisialisasi dan mengkonfigurasi peripheral utamanya dalam proses input dan output. Kedudukan BIOS berada diantara perangkat keras dan Sistem Operasi komputer (Windows, DOS, Linux, OS/2, dan lain-lain). Semua perintah yang berasal dari sistem operasi, misalnya menulis ke disket atau membaca CDROM, ditampung dulu oleh BIOS.
• Slot Power
Secara garis besar, slot power supply yang biasa digunakan terbagi 2 jenis, yaitu AT dan ATX.

3. Memori
Secara garis besar, memori dapat dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu :
1. First Level (L1) Cache
Memori yang bernama L1 Cache ini adalah memori yang terletak paling dekat dengan processor (lebih spesifik lagi: dekat dengan blok CU [control unit]). Penempatan Cache di processor dikembangkan sejak PC i486. Memori di tingkat ini memiliki kapasitas yang paling kecil (hanya 16 Kb), tetapi memiliki kecepatan akses dalam hitungan nanodetik (sepersemilyar detik). Data yang berada di memori ini adalah data yang paling penting dan paling sering diakses. Processor AMD Athlon memiliki cache L1 sebesar 128 Kb.
2. Second Level (L2) Cache
Memori L2 Cache ini terletak di motherboard (Lebih spesifik lagi : modul COAST : Cache On A Stick. Bentuk khusus dari L2 yang mirip seperti memori module yang dapat diganti-ganti tergantung motherboardnya), penempatan L2 Cache ini banyak digunakan pada motherboard 486 atau Pentium klasik. Akan tetapi ada juga yang terintegrasi langsung dengan motherboard, atau ada juga yang terintegrasi dengan processor module. Kapasitas L2 lebih besar dari L1 cache, ukurannya berkisar antara 128 Kb – 2 Mb. Namun L2 cache memiliki kecepatan akses yang lebih lambat dibandingkan dengan L1 cache.

3. Memori Module
Memori yang biasa terlihat dipasang pada motherboard adalah memori modul tersebut. Memori module ini memiliki kapasitas yang berkisar antara 4Mb – 512 Mb. Kecepatan aksesnya juga berbeda, ada yang berkecepatan 80 ns, 60 ns, 66 MHz (15ns), 100 MHz (10ns), 133 MHz (7,5 ns) dan saat ini telah dikembangkan 200 dan 400 MHz.

Memori module ini terbagi atas 2 bagian, yaitu :
a. SIMM (Single In-Line Memory Module)
Single pada SIMM ini dimaksudkan dalam penomoran pin. Pada penampakan fisiknya, pin dan pin yang berada tepat dibaliknya memiliki nomor yang sama.
SIMM dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah pin, yaitu :
 30 pins
- Pertama kali dibuat dalam modul 8 FPM (Fast Page Mode), yang memiliki kecepatan 80 ns
- Maksimal bandwidth (lebar jalur data) : 176 Mb/sec
 72 pins
- FPM yang berkecepatan 70 ns
- EDO (Extended Data Output) yang berkecepatan 60 ns, maksimal bandwidth 264 Mb/sec
b. DIMM (Dual In-Line Memori Module)
Dual berarti kedua sisi dari penampakan fisik ini menunjukkan bahwa dua buah sisi menjalankan sekuens proses masing-masing, namun masih mendukung satu proses utama yang sama.
Menurut proses pembuatannya, DIMM menggunakan sistem DRAM (Dynamic RAM).
Sistem DRAM ini juga mengalami berbagai perkembangan, antara lain:
 Synchronous DRAM (SDRAM). Jenis DRAM ini memperbaiki kecepatan akses data yang tersimpan. Modul EDO RAM dapat dibawa ke kecepatan tertinggi 75 MHz, sedangkan SDRAM dapat dibawa ke kecepatan 100 MHz pada sistem yang sama. SDRAM ini juga dapat dikembangkan lebih jauh, diantaranya :
 PC 100 RAM, yaitu SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 100 MHz
 PC 133 RAM, yang merupakan SDRAM untuk sistem bus 133 MHz
 ECC RAM (Error Checking and Correction RAM), yang merupakan SDRAM untuk kebutuhan server yang memiliki kinerja yang berat. Jenis SDRAM ini dapat mencari kerusakan data pada sel memori yang bersangkutan dan langsung dapat memperbaikinya.
 Burst EDO RAM (BEDO RAM) adalah jenis EDO yang memiliki kemampuan Bursting, semula dikembangkan untuk menggantikan SDRAM, tetapi karena prosesnya yang asinkron dan hanya terbatas sampai 66 MHz, praktis BEDO RAM ditinggalkan.
 Rambus DRAM (RDRAM) dikembangkan oleh RAMBUS Inc. RDRAM ini memiliki jalur data yang sempit (8 bit) tetapi keinierjanya tidak dapat diungguli oleh DRAM jenis lain karena memiliki Memori Controller yang dipercanggih. Tentunya hanya motherboard yang mendukung RAMBUS saja yang bisa memakai DRAM ini, seperti Motherboard untuk AMD K7 Athlon.
 SyncLink DRAM (SLDRAM) dibuat karena untuk memakai RDRAM ini harus membayar royalti kepada RAMBUS Inc. Hal ini dirasakan sangat mahal bagi pengembang motherboard. Dengan kecepatan 200 MHz, dan bandwidth maksimum 1600 Mb/sec cukup untuk mengkanvaskan perkembangan RAMBUS DRAM
 Double Data Rate RAM (DDRAM) dikembangkan karena kebutuhan transmisi data sangat tinggi.

4. Expansion Card
Expansion card adalah card-card tambahan yang terpasang pada komputer dan memiliki berbagai fungsi. Contoh card-card yang sering digunakan adalah :
1. VGA Card
VGA Card berfungsi untuk menghubungkan dan mengolah output yang berupa data ke monitor, agar dapat ditampilkan oleh monitor. Peningkatan kualitas CPU secara keseluruhan juga amat bergantung kepada jenis VGA card yang digunakan. Jika komputer hanya digunakan sebatas dokumen pengolahan data, operasi pada spreadsheet atau untuk “surfing” internet, jenis dan kualitas VGA yang “biasa-biasa saja” sudah memadai. Tetapi jika komputer banyak digunakan untuk aplikasi 3D berat atau bermain game dengan kualitas gambar yang tinggi, maka kualitas VGA card mutlak diperlukan.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan pada saat memilih sebuah video card adalah :
a. RAMDAC
RAMDAC adalah sebuah chip yang mengkonversikan grafik PC kedalam sinyal analog merah, hijau, biru, yang digunakan oleh monitor. Semakin cepat RAMDAC dari sebuah kartu grafis, semakin halus gambar yang dihasilkan (semakin bagus kualitasnya).


b. Accelerator chip
VGA Card yang dilengkapi dengan accelerator chip akan meringankan beban processor. Usahakan accelerator yang digunakan mendukung 32 bit.
c. Type Bus
Ada 4 type bus yang biasa digunakan oleh VGA card, yaitu ISA, VL-bus, PCI dan AGP. Type bus yang saat ini populer adalah type bus slot AGP karena memiliki daya akselerasi lebih cepat dan sempurna untuk digunakan oleh game-game dan gambar 3D.
d. Video Memori
Secara prinsip, semakin besar video memori, semakin cepat gerakan animasi yang dihasilkan dan termasuk meringankan beban processor untuk memproses grafik yang berat. Di pasaran, tersedia slot AGP video card dari 4 MB, 8 MB, 16 MB, 32 MB sampai dengan 64 MB


2. Sound Card
Sound card berfungsi untuk memproses output berupa suara dan musik yang kemudian diteruskan kepada speaker. Sound card juga dapat digunakan sebagai alat input untuk Joystick yang digunakan untuk bermain game. Perkembangan sound card juga semakin berkembang dari tahun ke tahun. Saat ini sound card bukan hanya digunakan untuk bermain game, tetapi juga menyemarakkan aplikasi-aplikasi multimedia, seperti ensiklopedia, program pendidikan dan pengajaran dan program presentasi. Bahkan saat ini sound card dapat dimanfaatkan untuk penggunaan komunikasi seperti telepon VoIP (Voice over Internet Protocol), Teleconverencing dan lain-lain. Secara umum, pemilihan sound card bergantung pada kemampuan pemrosesan suara (16 bit atau 32 bit), jenis suara (analog atau digital) dan support terhadap speaker (stereo atau surround).












Gambar 1.27 Sound Card yang dilengkapi dengan penjelasan output

3. NIC (Network Interface Card)
NIC atau biasa disebut card LAN (Local Area Network), saat ini telah menjadi suatu peralatan standard, khususnya bagi pendidikan dan perkantoran yang telah menerapkan sistem jaringan sebagai salah satu upaya pemberdayaan komputer secara menyeluruh. Fungsi card LAN atau NIC adalah untuk menghubungkan antara dua atau lebih komputer agar komputer-komputer tersebut dapat saling berkomunikasi satu sama lain.


Gambar 1.28 NIC Jenis 10 MBps

4. TV / Radio Tuner
Menonton televisi dan mendengarkan radio saat ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan komputer. Cukup dengan menambahkan TV dan Radio card dan menghubungkan card tersebut dengan antena televisi maupun radio.
5. MPEG Card
Untuk komputer-komputer generasi ketiga dan keempat, dimana memiliki keterbatasan dalam sumber daya VGA Card, dapat menggunakan card ini untuk tetap dapat menikmati film kesayangan mereka

5. Memori Eksternal (Storage Device)
Memori eksternal berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan data secara permanen (tidak seperti memori internal, dimana data dapat hilang apabila catu daya ke komponen tersebut diputuskan). Media penyimpan ini terbagi atas :
1. Floppy Disk
Secara fisik, floppy yang saat ini sering digunakan terbagi atas 2 jenis, yaitu 5,25 inchi dan 3,5 inchi , dimana masing-masing ukuran memiliki 2 type kapasitas, yaitu Double Density (DD) dan High Density (HD)
Disket diputar pada kecepatan 300 rpm (Double Density) atau 360 rpm (High Density). Sewaktu disk berputar, head dapat bergerak keluar atau ke dalam sekitar 1 inchi, menulis sekitar 40 atau 80 track.

Floppy Disk 5,25 inchi

Karakteristik Double Density High Density
Lebar Track 0,330 mm 0,160 mm
Track per inchi 48 96
Koersivitas 300 oersted 600 oersted
Bytes per sector 512 512
Sector per track 9 15
Track per side 40 80
Side 2 2
Kapasitas 360 Kbytes 1,2 Mbytes

Karakteristik Double Density High Density
Lebar Track 0,115 mm 0,115 mm
Track per inchi 135 135
Koersivitas 300 oersted 600 oersted
Bytes per sector 512 512
Sector per track 9 18
Track per side 80 80
Side 2 2
Kapasitas 720 Kbytes 1,44 Mbytes


2. Hard Disk
Hard Disk memiliki prinsip kerja yang sama dengan Floppy Disk dan juga memiliki fungsi sebagai penyimpan data. Yang membedakan antara Hard Disk dan Floppy Disk adalah bentuk fisik dan kapasitas penyimpanan data serta kecepatan aksesnya. Sesuai dengan namanya (Hard yang berarti Keras), media penyimpanan data dalam hard disk menggunakan media logam dan dapat terdiri dari beberapa plat sehingga mampu menyimpan data yang lebih banyak. Kapasitas penyimpanan hard disk rata-rata adalah 120 MByte sampai dengan 120 Gbyte.

3. CDROM
Media penyimpanan semakin hari mengalami kemajuan dengan amat pesat. Dengan CDROM ini, besar data yang mampu dimasukkan menjadi berkali-kali lipat dibandingkan dengan floppy. Juga daya tahan media ini lebih baik dibandingkan dengan floppy. Jenis CDROM bergantung kepada kecepatan putarnya, misal : CDROM 12 x berarti memiliki kecepatan putaran 12 x kecepatan putar floppy.
Saat ini CDROM juga telah mampu merekan ke dalam format CD dan biasa disebut dengan CD RW (Read-Write).



B. KEGIATAN PEMELAJARAN II

Sub Kompetensi : Menginstalasi Komponen PC
II. Perakitan CPU

II.1. Tips Perakitan

Sebelum Merakit sebuah PC, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :

1. Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan jatuh ke peralatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek (short contact) dan merusak hasil rakitan kita.
2. Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki pin prosesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power telah dihidupkan, atau dengan memakai gelang anti statis.
3. Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan dipasang dan juga hasil rakitan kita.
4. Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.

II.2. Langkah-langkah perakitan.

1. Letakkan motherboard tempat yang datar atau diatas casing pada tempat yang aman.



Meletakkan motherboard pada tempat yang tidak rata akan mengakibatkan kerusakan pada motherboard apabila dilakukan pemasangan komponen.
2. Pasang processor pada Motherboard. Pemasangan di luar casing dimaksudkan untuk memudahkan anda dalam pemasangan tersebut.

Pemasangan processor disesuaikan dengan jenis processor dan motherboard yang akan digunakan. Pada gambar di atas (Gambar 4.2), processor yang digunakan adalah Intel Pentium III 500 MHz yang menggunakan Slot 1.

3. Pasang SIMM RAM pada tempat yang tersedia pada motherboard









Pemasangan SIMM RAM pada slotnya harus mengikuti aturan yang telah ditentukan, yaitu :
- Aturan praktis yaitu aturan yang menjelaskan bagaiman tata cara memasangkan SIMM ketempatnya. Kesalahan ini dapat membuat kerusakan pada mother board.
- Aturan teknis yaitu aturan yang menjelaskan susunan tata letak SIMM dalam hubungannya dengan pendeteksian terhadap keberadaan dan kapasitas SIMM.

Pada slot memori, terdapat dua buah pengunci yang berfungsi untuk mengunci posisi memori.
Untuk memasang memori, masukkan memori ke dalam slot memori dan tekan sehingga kedua pengunci mengunci memori tersebut

Gambar 2.4 Posisi pemasangan memori





4. Siapkan casing untuk pemasangan motherboard

5. Pada casing, terdapat beberapa titik yang berfungsi untuk pemasangan baut dan sekrup. Pasanglah baut dan sekrup tersebut pada tempatnya.


6. Masukkan motherboard pada casing secara perlahan (Pada sebagian casing, alas casing dapat dilepas sehingga pemasangan motherboard dapat dilakukan secara lebih mudah)


Pada saat pemasangan Motherboard, perhatikan bagian belakang motherboard yang berisi konektor mouse, keyboard, serial dan paralel port, agar terpasang dengan tepat pada dudukan casing yang ada.






7. Kemudian pasanglah baut yang disediakan pada Motherboard









Jangan lupa untuk menyediakan jalur yang bebas pada motherboard
8. Pasang dan kencangkan seluruh baut pada motherboard

9. Pasang konektor Power Supply pada tempatnya di Motherboard (Perhatikan : Untuk power Supply Type AT, Pasang konektor power supply dengan kabel berwarna hitam berada di posisi tengah, kesalahan pemasangan akan mengakibatkan kerusakan berat pada Motherboard)





10. Pasanglah VGA Card pada Slot Expansi yang sesuai










11. Pasang baut dari VGA Card tersebut.








12. Pasang Network card pada slot yang sesuai dan kencangkan bautnya










Gambar 2.11 Pemasangan NIC
13. Pasang Hard Disk pada Casing


14. Pasang 4 baut penahan Hard Disk pada rangka casing


15. Masukkan CDROM Pada rangka casing



16. Pasanglah baut CDROM pada bagian kiri dan kanan casing


17. Pasanglah Floppy Disk Drive pada rangka casing


18. Pasang baut floppy yang telah dipersiapkan



19. Setting jumper pada Hard Disk dan CDROM.


Apabila menggunakan 1 kabel data, maka HDD harus di set sebagai Master, dan CDROM sebagai Slave.
20. Pasang kabel data pada Hard Disk dan CDROM. Perhatikan penempatan Kaki 1 pada kedua peripheral tersebut. Biasanya kaki 1 terletak paling dekat dengan slot power

21. Pasang juga Kabel Power kepada Hard Disk dan CDROM

22. Pasanglah kabel data dan power untuk Floppy Disk Drive

Gambar 2.20 Pemasangan Kabel Data dan Power FDD
23. Pasang seluruh kabel data pada Motherboard








Gambar 2.21 Pemasangan kabel data
Perhatikan pemasangan pin 1 pada motherboard. Ikuti petunjuk pada Motherboard atau buku manual masing-masing.

23. Pasang kabel switch, speaker, hdd LED dan power LED pada Motherboard. Ikuti petunjuk yang ada pada buku manual masing-masing Motherboard.

Gambar 2.22 Pemasangan kabel power dan LED

24. Pasanglah Keyboard, Mouse, Data Monitor. Power Monitor dan Kabel Power pada bagian belakang casing sesuai dengan konektor masing-masing.



Perhatikan baik-baik pemasangan Keyboard dan Mouse, utamanya PS/2, karena kedua konektor ini amat mirip dan dapat terjadi kesalahan pada saat pemasangan.
Usahakan memasang kabel Power setelah seluruh peripheral dan konektor lain terpasang dengan baik untuk mencegah terjadinya kerusakan pada komponen apabila terjadi kesalahan pemasangan.

25. Setelah seluruh komponen telah terpasang dengan baik, lakukan uji tampil dengan menghidupkan komputer.








Gambar 2.24 Tampilan apabila perakitan berhasil


C. KEGIATAN PEMELAJARAN III

Sub Kompetensi : Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen melalui sistem operasi)
III. BIOS

BIOS adalah bagian dari komputer yang langsung berkomunikasi dengan perangkat keras komputer atau bagian komputer yang mengatur sistem input output komputer dan mengatur semua perangkat atau komponen yang ada di main board.

Jenis BIOS yang saat ini sangat banyak digunakan adalah:
- AWARD BIOS
- AMI BIOS

Untuk masuk pada menu BIOS ada berbagai macam cara tergantung dari BIOS yang anda gunakan. Untuk Award dan Ami umumnya menggunakan tombol Delete pada saat pertama kali komputer di nyalakan.

III.1 AWARD BIOS








Gambar 3.25 Menu Awal AWARD BIOS

Menu-menu dari Award BIOS:

1. Standar CMOS Setup
Digunakan untuk mengatur :
 Date
Disini anda dapat mengatur tanggal yang sesuai untuk real time clock (mm:dd:yy) atau (bulan:tanggal:tahun). Pengubahan tanggal juga terkadang dapat dilakukan untuk menghindari aktifnya suatu virus pada tanggal tertentu.
 Time
Disini setting-lah waktu yang tepat untuk real time clock. Sebuah real time clock yang salah di-setting dapat juga menimbulkan masalah, misalnya jika real time clock itu diminta oleh sebuah online-banking-software sebagai kriteria plausibilitas (kewajaran). Rumus untuk memasukkan tanggal (hh:mm:ss) atau (jam:menit:detik).
 Harddisk
Digunakan untuk mengubah setting untuk harddisk. Semua chanel IDE dapat dikonfigurasikan disini, mulai dari primary master, primary slave, secondary master, secondary slave. Kolom “type” digunakan untuk menetukan parameter harddisk. BIOS sudah mempunyai 46 konfigurasi yang sudah tersimpan. Pilihan “none” berarti tidak ada harddisk yang terpasang. “Auto” berarti membuat BIOS melakukan autodeteksi ketika proses booting dilakukan. Pilihan “user” akan memberikan keleluasaan untuk mengubah parameter harddisk secara manual.
 Drive A, drive B
Bagian ini dapat digunakan untuk mengkonfigurasikan floppy disk yang anda gunakan. Pilihan yang ada akan menentukan ukuran dan kapasitas yang digunakan. Ukuran yang tersedia adalah 3,5” dan 5,25” sedangkan kapasitasnya bervariasi mulai dari 360K, 720K, 1,2M sampai 2.88M. Pilihlah “none” jika tidak ada drive yang terpasang.
 Video
Setting ini berhubungan dengan jenis kartu grafik, jadi biasanya “EGA/VGA”. Pilihan lain yang ada adalah CGA40, CGA80 atau MONO.
 Halt on
Menentukan apa yang menyebabkan PC anda akan berhenti bekerja (halt). Pilihan “all errors” merupakan pilihan yang biasa digunakan dan akan menyebabkan PC anda berhenti jika terjadi kesalahan disegala komponen. Pilihan “All, But Keyboard” akan mengabaikan kesalahan akibat keyboard. Pilihan yang lain adalah “No Errors”, ”All, But Disk”, ”All, But Disk/Key”.
 Memory
Ini adalah bagian informasi memori yang terpasang pada PC anda. Base memory umumnya berukuran 640KB, sisanya akan menjadi Extended Memory. Jika ditambahkan dengan Other Memory akan menghasilkan total memory yang terpasang dan ditampilkan pada bagian “Total Memory”.

2. BIOS Features Setup









Gambar 3.26 Menu BIOS Features Setup



 Virus Warning
Digunakan untuk mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk, hal ini biasa dilakukan oleh virus untuk memperbanyak dirinya. Pilihan “Disabled” digunakan untuk mencegah terjadinya virus pada saat ketika melakukan instalasi. Pada keadaan “Enabled” ketika akan ada penulisan ke tabel partisi maka akan ditampilkan pesan dalam bentuk mode teks.
 CPU Internal Cache
Digunakan untuk meng-enable/disable CPU Internal Cache.
 External Cache
Digunakan untuk meng-enable-disable CPU External Cache.
 Quick Power On Self Test
Proses Power On Self Test (POST) adalah proses pemeriksaan komponen-komponen PC pada saat komputer cold boot.
 Boot Sequence
Digunakan untuk menetukan urutan proses booting yang akan dilakukan. Jika anda hanya akan booting dari harddsik pilihlah “C,A,SCSI” atau “C Only”
 Swap Floppy Device
Dapat digunakan untuk menukar posisi drive A dan drive B. jika anda buat menjadi “Enabled” maka drive A akan menjadi drive B dan sebaliknya.
 Boot Up Floppy Seek
Apabila pilihan ini berada diposisi “Enabled” maka pada saat booting BIOS akan mencari tahu apakah yang dipergunakan adalah floppy drive 40 track yang lama atau 80 track yang baru dengan cara menggerakkan head-nya ke suatau track 40. Buatlah menjadi “Disabled” untuk mempercepat booting.
 Floppy Disk Access Control
Pilihan ini digunakan untuk menentukan hak akses yang diberikan ke floppy disk. Pilihan “Read Only” akan menyebabkan floppy anda hanya dapat dibaca tanpa bisa ditulis. Dan pilihan “R/W” normal dapat dibaca dan ditulis.
 Boot Up Numlock status
Apabila dibuat “enabled” maka bios akan mengaktifkan fungsi numlock pada extended At-keyboard pada saat booting. Dengan demikian maka blok tombol yang ada di sebelah kanan akan bekerja sebagai tombol angka dan bukan tombol kursor.
 Boot Up System Speed
Menentukan keadaan PC ketika boot up jika pilihan ini tidak ada maka keadaannya adalah “high”. Kondisi “low” digunakan untuk memperlambat PC.
 Gate A20 Option
Menentukan keadaan dari jalur A20 (address bus, jalur nomor 20). “Normal” merupakan metode yang telah lama digunakan dengan menggunakan keyboard controler sedangkan “Fast” adalah metode yang berlaku sekarang ini dan lebih cepat dengan menggunakan chipset.
 Typematic Rate Setting
Apabila dibuat “Enabled” maka pilihan-pilihannya yaitu “Typematic Rate (Chars/sec)” dan Typematic Delay (msec).
 Security Option
Digunakan untuk menggunakan kapan password akan ditanyakan. Pilihan Setup akan menyebabkan password akan ditanyakan ketika BIOS Setup dijalankan. Sedangkan pilihan sistem akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan booting.
 PS/2 Mouse Function Control
Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 Mouse. Apabila PS/2 Mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan. Dengan “Disabled” maka tidak akan dilakukkan pengecekan.
 PCI/VGA Palette Snoop
Pilihan standart adalah “Disabled”. Tapi jika anda menggunakan MPEG Card pada slot ISA dan mengalami kesalahan pada palet warna maka ubahlah menjadi “Enabled”.
 OS Selector for DRAM > 64 MB
Jika anda menggunakan OS/2 Warp dan memiliki memory lebih dari 64 MB maka ubahlah menjadi “Enabled”. Dan sebaliknya ubah menjadi “Disabled”.
 System/Video BIOS Shadow
Pada keadaan “Enabled” maka isi ROM BIOS sistem dan video yang lambat akan dishadow dan disalin ke RAM yang lebih cepat sehingga akses ke BIOS menjadi lebih cepat.
 HDD S.M.A.R.T Capability
Digunakan untuk mengaktifkan fasilitas SMART pada hardisk anda. SMART adalah singkatan dari Self Monitoring, Analysis and Reforting Technology.

3. Chipset Features Setup
 Auto Configuration
 DRAM Speed Selection
Di sini akan ditentukan kecepatan dari memory yang dipergunakan untuk FPM (Fast page Mode) dan EDO DRAM (Extended Data-Out). Waktu yang biasa digunakan adalah “60ns” dan “70ns”.
 System/Video BIOS Cacheable
Jika dibuat “Enabled” maka BIOS yang telah dishadow ke RAM dapat di chace-memory. Pilihan “Enabled” akan meningkatkan kecepatan system.
 8/16 Bit I/O Recovery Time
Di sini anda dapat mengatur beberapa banyak siklus yang digunakan untuk menunggu antara akses-akses yang akan dilakukan melalui Bus ISA.

4. Integrated Peripherals
 Block Mode
Apabila dibuat “Enabled” atau “Auto” dan “HDD MAX” maka BIOS akan menggunakan block mode untuk transfer ke hardisk.
 IDE PIO/UDMA
Digunakan untuk memilih mode PIO atau UDMA yang akan digunakan.
 MODE PIO
Digunakan untuk menentukan seberapa besar seberapa cepat data di transfer dari dan ke hardisk.

PIO Mode Cycle Time (ns) Transfer rate (MB/s) Spesifikasi
0 600 3,3 ATA
1 383 5,2 ATA
2 240 8,3 ATA
3 180 11,1 ATA-2+IORDY
4 120 16.1 ATA-2+IORDY
5 90 22.2 Belum ada

 Mode DMA
DMA adalah singkatan dari Direct Memory Accsess berarti data ditransfer langsung antara harddisk dengan memori tanpa menggunakan CPU. Cara ini berlawanan dengan PIO yang menggunakan CPU.
 PCI Slot IDE Second Chanel
Dengan ini channel kedua dari sebuah card EIDE di slot PCI dapat diaktifkan “Enabled” atau dimatikan “Disabled”.
 On-Chip Primary/Secondary PCI IDE
On-chip Primary/Secondary PCI IDE digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan channel dari Onboard-IDE-Contoller. Ada dua channel yang biasanya telah ada di motherboard, yaitu primary channel dan secondary channel. Jika anda buat menjadi “Enabled” maka channel ini akan diaktifkan. Jika anda ingin mematikannya maka gunakan pilihan “Disabled”. Anda dapat mematikan salah satu channel onboard-IDE jika Anda ingin memasang hardisk controller card secara manual pada komputer anda.
 Onboard PCI SCSI Chip
Jika motherboard anda memiliki Onboard SCSI Controler maka pilihan ini akan tampil. Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan SCSI Controler yang ada pada mother board anda.
 USB Controller
Pada mother board yang menggunakan chipset yang mendukung USB maka BIOS Setup akan menampilkan pilihan ini. Pilihan “Enabled” akan mengaktifkan USB Controller sedangkan pilihan “Disabled” akan mematikannya.
 Onboard FDC Controller
Pilihan “Enabled” akan mengaktifkan OnBoard-Floppy disk-Controller. Resource yang digunakan oleh controller adalah IRQ 6 dan DMA 2. Jika “Disabled” maka sebaliknya.
 Onboard Serial Port ½
Onboard Serial Port ½ digunakan untuk konfigurasi OnBoard Serial Port. Biasanya ada dua channel serial port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan menyebabkan serial port Anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yanbg digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain “3F8/IRQ4”, “2F8/IRQ3”, dan sebagainya. Ada kalanya Anda harus mengganti konfigurasi serial port ketika Anda memasang modem internal yang menggunakan COM4.
 UART2 Mode
UART2 mode digunakan untuk konfiguarasi serial port yang digunakan untuk komunikasi dengan komponen inframerah. Pilihan “Standard” digunakan untuk komunikasi normal dengan interface RS-233-C. Sedangkan pilihan lainnya, yaitu “IrDA 1.0”, “IrDA 1.1”, “ASK-IR” digunakan untuk menentukan tipe alat komunikasi inframerah yang terpasang pada serial port PC Anda.
 Duplex Mode
Pilihan “Full” akan membuat komunikasi melalui inframerah dapat melakukan pengiriman dan penerimaan secara bersamaan, sedangkan pilihan “Half” akan menyebabkan proses pengiriman dan penerimaan data akan dilakukan secara bergantian.
 Onboard Parallel Port
Onboard Parallel port digunakan untuk mengkonfigurasi Onboard Parallel port. Biasanya hanya ada satu channel Paralel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan menyebabkab parallel port Anda tidak aktif. Sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port Anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain “378/IRQ7”, “278/IRQ5”, dan sebagainya.
 Parallel Port Mode
Di sini biasanya tercantum “SPP”, “EPP” dan “ECP” serta bermacam-macam kombinasi dari dalamnya sebagai mode operasi untuk paralel port.
Berbeda dengan sebuah Standard Parallel Port (SPP), baik Enhached Paralel Port (EPP) maupun Extended Capabilities Port (ECP) bekerja secara dua arah (bidirectional) dan dengan demikian maka paralel port yang dikonfigurasikan sebagai EPP dan ECP akan bekerja lebih cepat dibandingkan dengan SPP. Apabila tidak timbul masalah, maka “ECP/EPP” merupakan setting yang terbaik, terfleksibel dan tercepat.
 ECP Mode Use DMA
Menentukan channel DMA yang akan digunakan untuk parallel port dalam mode ECP. Pilihlah DMA 3 karena pilihan DMA 1 biasanya bentrok dengan sound card.
 Parallel Port EPP Type
Menentukan type EPP yang akan digunakan ketika Anda memilih parallel port dalam mode EPP. Pilihan yang ada adalah “EPP1.7” dan “EPP1.9” yang lebih baru.

5. Power Management Setup
 Power Management
Disini anda dapat mematikan (“Disabled”) atau menyalakan seluruh pilihan untuk penghematan energi. Jika anda aktifkan anda dapat menggunakan dua konfigurasi yang sudah diberikan , yaitu : “Max Saving” dan “Min Saving” sedangkan pilihan “User Define” digunakan untuk melakukan konfigurasi Power Management secara manual dengan mengubah beberapa pilihan lain.
 PM Control by APM
Apabila anda menggunakan sebuah sistem operasi yang disertai dengan Advanced Power management seperti Windows 95.
 Video Off Method
Disini tersedia bermacam-macam setting bagaiman monitor harus dimatikan. Pada pilihan “Blank Screen” hanya akan dikirim tampilan kosong ke monitor. Pilihan “VH-Sync+Blank” akan turut mematikan signal-signal sinkronisasi. Pilihan “DPMS Support” menentukan bahwa display adapter dam monitor diarahkan pada VESA Display Power Management Signaling.
 Modem use IRQ
Disini dapat ditentukan IRQ yang digunakan oleh modem yang ada. Jika IRQ ini aktif akan “membangunkan” PC untuk menerima faksmili atau kiriman data.
 Doze/Stand By/Suspend Mode
Setting ini digunakan untuk mengatur lamanya waktu yang diberikan bagi PC dalam keadaan aktif sebelum memasuki mode-mode yang ada. Pada mode Doze hanya processor dan harddisk yang dimatikan, mode Stand By mematikan harddisk dan monitor sedangkan mode Suspend akan mematikan semua komponen.
 HDD Power Down
Menentukan berapa lama yang diberikan bagi harddisk untuk tidak bekerja sebelum dimatikan oleh BIOS secara software. Beberapa harddisk lama mengalami masalah jika bagian ini diaktifkan karena setelah “tidur” harddisk tersebut tidak bisa bangun secara software.
 Wake Up Event in Doze & Standby
Berisi daftar IRQ yang dapat membangunkan PC mode Doze atau StandBy. IRQ-IRQ ini biasanya berhubungan dengan hardware tertentu, misalnya IRQ 4 untuk mouse, 14 dan 15 untuk hardisk. Dalam versi-versi BIOS yang lebih baru dikenal dengan istilah Reload Global Timer Events.
 Power Down & Resume Events
Didalam daftar yang kedua ini semua komponen ditandai dengan “on” yang akan membangunkan komputer dari dalam suspend mode.
 VGA-Active Monitor
Apabila pilihan ini berada pada “Enabled” maka aktivitas display adapter akan membangunkan sistem ketika berada dalam mode Stand by
 CPU Fan Off in Suspend
Apabila diposisikan pada ”Enabled” maka BIOS akan mematikan kipas prosesor ketika berada pada mode suspend. Tapi kipas prosesor yang digunakan harus mengambil power dari konektor khusus di mother board dan tidak langsung dari konektor power supply.
 Resume by Ring
Apabila pilihan ini berada pada posisi “Enabled” dan saluran ring-indicator dari interface serial menunjukkan adanya panggilan masuk pada modem, maka PC akan dibangunkan dari dalam mode penghematan energi.
 IRQ 8 Clock event/IRQ 8 Break Suspend.
Jika anda memposisikan setting ini pada “Enabled” , maka real time clock dapat membangunkan komputer dari dalam mode suspend; karena IRQ 8 adalah interrupt dari real time clock (RTC).

6. PNP/PCI Configuration
 PNP OS Installed
Jika anda memilih “Yes” maka BIOS mengurus pemberian IRQ, DMA dan I/O hanya pada saat booting.
 Resources Controlled By
Disini dengan option “Auto” dan “Manual” anda dapat memutuskan, apakah pemberian resources harus dilakukan secara otomatis melalui BIOS atau setidaknya sebagian dilakukan secara manual.
 Reset Configuration Data
Digunakan untuk menghapus data PnP yang tersimpan pada blok ESCD (Extended System Configuration Data) jika anda pilih “Enabled” maka BIOS akan menghapus data ESCD. Tapi hanya sekali saja, setelah itu pilihan ini akan diubah menjadi “Disabled” secara otomatis.
 PCI IRQ Activated By
PCI IRQ Activated By digunakan untuk menentukan cara mengaktifkan IRQ pada bus PCI. Pilihan yang ada yaitu “Level” dan “Edge”
 Slot x using INT#
Slot x using INT# menentukan IRQ yang akan digunakan oleh card yang terpasang pada masing-masing slot PCI. Dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah. Jika ada IRQ yang digunakan oleh card ISA yang tidak Plug n Play. Jika tidak ada masalah lebih baik tak ada pilihan “Auto”.
















Tugas 3
• Cari informasi pada dunia kerja dalam bidang komputer di sekitar anda tentang masalah-masalah yang sering timbul pada saat perakitan dan pengetesan awal komputer.


Test Formatif 3

1. Tuliskan dan jelaskan menu utama pada AWARD BIOS
2. Tuliskan dan jelaskan menu utama pada AMI BIOS
3. Jelaskan apa yang dimaksud dan tuliskan cara pemasangannya pada PC
a. Fingerprint Scan
b. Scanning Barcode
c. IrDA
d. Bluetooth
e. WiFi
4. Tuliskan gejala-gejala yang biasa timbul setelah perakitan PC yang tidak sempurna.


Kunci Jawaban Test Formatif 3
Kunci jawaban untuk test ini disiapkan dalam lembar terpisah.


























M
odul ini merupakan pemelajaran awal dalam memperoleh sertifikat Teknisi Komputer yang merupakan level 1 dari program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik dapat meminta kepada instruktur atau assessor untuk diuji modul atau ujian dalam kompetensi HDW.DEV.100.(2).A Menginstalasi PC.

Setelah lulus dalam uji kompetensi tersebut, peserta didik dapat mengambil modul 2 yaitu HDW.MNT.201.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal.

















Jogiyanto Hartono, MBA, Ph.D, Pengenalan Komputer, Yogyakarta: Andi Offset, edisi ke 2, 1999

Khalid Mustafa, Panduan perakitan komputer untuk laboratorium sekolah, Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, 2003

Majalah Infokomputer, Elex Media Komputindo, 2000 - 2003

Majalah Chip, Elex Media Komputindo, 2000 – 2003

www.ilmukomputer.com


MODUL
MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PENGOPERASIAN PC DAN PERIFERAL

D. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul
I. TEORI DASAR

Penggunaan komputer telah begitu luas dan mencakup seluruh sendi kehidupan dan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kegiatan sehari-hari. Namun seiring dengan pesatnya perkembangan computer namun banyak orang yang menganggap bahwa menangani kendala pad computer tersebut adalah suatu yang sulilt sehingga perlu ketrampilan khusus untuk menanganinya.
Sebelum melakukan suatu perbaikan perlu kita ketahui terlebih dahulu apa tanda-tanda atau pesan yang diberikan computer sebagai tanda bahwa computer tersebut mengalami kerusakan yang harus diperbaiki.

I.1. Pesan Error pada Komputer

Pesan error pada computer dapat bermacam-macam diantaranya :
I.1.1 Peasan error berupa suara beep pada computer personal
Beberapa pesan error yang dimunculkan oleh computer tergantung dari perusahaan bios yang membuat diantaranya :
a. IBM BIOS
INDICATOR MESSAGE
One Short Beep Normal post system OK
Two shoot beeps POST error,see screen for code
No beep Power,power supply loose card or short
Continuous beep Power,power supply loose card or short
Repeating short beep Power,power supply loose card or short
Onr long and one Short beep System board
One long and two Short beep Video(mono/cga display circuitry
One long and three Video (ega) display circuitry
Three long beeps Keyboard card error
One beep, blank or incorrect dispay Video display circuitry

b. AMI BIOS
INDICATOR MESSAGE
One Short Beep DRAMrefresh failure
Two shoot beeps Parity circuit failure
Three shoot beeps Base 64 kb ram failure
Four shoot beeps System timer failure
five shoot beeps Processor failure
Six shoot beeps Keyboard controller error
Seven shoot beeps Virtual mode exception error
Eight shoot beeps Display memory failure
Nine shoot beeps ROM BIOS Cheeksum failure
One long and three short beeps Base/extended memory failure
One long and eight short beeps Display/ retrasetes failure

c. PHOENIX BIOS
INDICATOR MESSAGE
One, One & Three Beep CMOS read / write failure
One, One & Four Beep ROM BIOS checksum failure
One, Two & One Beep Programmable interval timer failure
One, Two & two Beep DMA initialization failure
One, Two & three Beep DMA page register read/write failure
One, Three & One Beep Ram refresh verification error
One, Three & three Beeps First 64K ram chip/data line failure
One, Four & Two Beeps Party failure first 64K RAM
One, Four & Three Beeps Fail-sale timer feature (EISA Only)


d. AWARD BIOS
INDICATOR MESSAGE
One long and two short beeps Video error
Two short beeps Any non-fatal error
One, short beeps No error during POST

I.1.2 Pesan error berupa kode-kode angka pada layer monitor
Ada banyak pesan error yang dimunculkan pada saat terjadi kerusakan atau kesalahan dalam memasang peripheral saat merakit suatu personal computer diantaranya yaitu :
CODE PROBLEM AREA
02X Power supply problem
100 Option configuration wwrong
101 System board interrupt circuitry
102 System board timer circuitry
103 System board timer interrupt
163 Time and date not set run setup
164 Memory size setting incorrect
109 DMA test error
201 Keyboard error
3xx Keyboard malfunction (check cable/keyboard; noresponse to reset
304 Keyboard or system unit error ; CMOS ram configuration doesn’t match


I.2. Fungsi spesifik dari tiap tiap komponen pada personal komputer dan penyimpangannya

• Penggunaan media Input
a. keyboard
Keyboard atau papan ketik berfungsi untuk memasukkan perintah secara langsung ke dalam komputer yang berupa karakter, baik angka, huruf maupun kode ASCII. Penggunaan alat.
Masalah yang timbul biasanya timbul pada keyboard yaitu :
1. Tampilnya pesan “ keyboard error or no keyboard” pada saat proses POST komputer berlangsung. Dimana keybord tidak dapat dikenali oleh computer

2. Ketikan rangkap (respon keyboard terlalu cepat ), ini terjadi karena respon keyboard terlalu cepat sehingga sering tombol yang ditekan menghasilkan crtakan rangkap (berulang).
b. Mouse
berfungsi alat ini untuk membantu dalam memberikan perintah kepada komputer dalam bentuk pointer.
Maslah yang biasannya timbul pada mous yaitu :
1. mous tidak dapat dikenali; kejadian ini mengakibatkan mous tidak dapat digunakan karena bias jadi disebabkan port yang kurang menancap atau drever pada system operasinya belum dideteksi
2. mouse dikenali namun tidak bisa berfungsi; kejadian ini biasannya disebabkan karena mous yang rusak atau driver pada system operasinya rusak.
3. mous berjalan tersendat-sendat atau crusor melompat-lompat
c. harddisk
fungsi sebagai penyimpan data. Masalah yang biasanya timbul adalah :
1. hard disk drive tidak dikenal ; pada saat menghidupkan computer dan menunggu proses boot. Ternyata proses boot terlalu lama dan kemudian muncul pesan “ HDD Controller Failure” dan computer tidak bisa melanjutkan proses boot sampai ke system operasi. Ada bebrapa kemungkinan penyebab:
• setup pada hard disk drive pada bios berubah
• hard disk drive yang rusak.
• Ide controller sebagai controller hard disk drive rusak
2. komputer tidak bisa boot dari hard disk drive ; pada computer yang telah dilengkapi dengan hard disk drive, system operasi di install pada hard disk drive tersebut, sehingga pada booting dilakukan melaui hard disk drive. Ada bebrapa kemungkinan yang terjadi tergantung pesan yang di tampilkan di layer :
• jika yang ditampilkan pesan “ HDD Controller Failure “ , maka kemungkinannya adalah sepaerti diatas.
• Jika yang tampil adalah “ Missing operating system “, maka ada dua kemungkinan :
i. Tipe hard disk drive pada setup bios berubah tidak sesuai dengan hard disk drive sebenarnya.
ii. Hard disk drive kehilangan system operasinya.
• Jika yang muncul “ Bad or missing command interpreter “ ; masalah ini muncul ketika file COMMAND.COM mengalami kerusakan atau hilang.
3. computer tidak bisa melakukan penulisan ke hard disk drive ; pada saat computer tidak bisa menulis pada hard disk drive maka ada kemungkina :
• hard disk drive penuh
• hard disk drive mempunya I kapasitas yang kecil
• hard disk drive terserang virus
• kesalahan konfigurasi pada system opersi
• adanya kerusakan pada struktur file dan hard disk drive sehingga pancatatan informasi pada FAT ( file allocation tabe ) tidak sesuai.
4. permasalahan pada struktur data di hard disk drive

5. permaslahan pada table partisi hard disk
6. permasalahan FAT dan struktur directori
7. bad sector pada hard disk drive

E. KEGIATAN PEMELAJARAN II

Sub Kompetensi : Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul
Kriteria Kinerja :
a. Masalah diklasifikasikan berdasarkan kelompok
• Di sisi hardware, misalnya: kerusakan komponen di dalam unit sistem PC, masalah konektifitas, memori tidak cukup, power supply casing tidak bisa menanggung tambahan periferal internal, resolusi maksimal VGA card tidak sama dengan monitornya
• Di sisi software, misalnya driver yang tidak compatible dengan jenis periferalnya
• Adanya kesalahan pemakaian yang tidak sesuai dengan lingkungan kerja yang disyaratkan, misalnya: temperatur ruangan.
• Adanya kesalahan pengoperasian hardware (misalnya: penggunaan kertas yang melebihi ketebalan maksimal yang disyaratkan pada printer) atau software (misalnya: melakukan CD burning sementara ada aplikasi di latar belakang yang sedang running) yang tidak sesuai dengan user manual
• Karena virus, batas lisensi software, penyebab eksternal (seperti kestabilan tegangan jala-jala), dan atau hal lainnya
b. Diidentifikasi jika ada kemungkinan masalah yang muncul dari gabungan hardware, software, dan atau penyebab lainnya, misalnya software driver periferal yang tidak didukung oleh chipset dari mainboard PC


F. KEGIATAN PEMELAJARAN III

Sub Kompetensi : Mengisolasi permasalahan
Kriteria Kinerja :
a. Urutan pemeriksaaan yang sesuai ditentukan, agar proses diagnosis dan atau perbaikan tidak menimbulkan permasalahan baru lainnya, misalnya: tidak melakukan format harddisk jika masalah sebenarnya adalah power supply dari casing
b. Urutan pemeriksaaan yang sesuai ditentukan, jika gejala yang muncul sama untuk masalah dengan penyebab yang berbeda, misalnya: tidak bisa mencetak (bisa dari LPT port, koneksinya, atau printernya)
c. Tindakan yang bisa dilakukan saat diagnosis dengan cara penukaran perangkat/modul sebagai langkah isolasi sumber permasalahan ditentukan.
MODUL
MELAKUKAN PERBAIKAN DAN/ATAU SETTING ULANG SISTEM PC

G. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Mempersiapkan perbaikan PC yang bermasalah
TEORI DASAR I

PC troubel-shotting merupakan penanganan mencari kesalahan/ kerusakan yang tidak diinginkan didalam sistem komputer dan diatasi masalah tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut pada CPU atau sistem board, dapat dibagi atau dikelompokkan menjadi :

1. Problem Boot Sistem / Start Up
a. kerusakan komponen
b. kesalahan pemasangan / instalasi
c. kesalahan konfigurasi Bios
d. kompatibelitas sistem

2. Problem DOS Sistem
a. kesalahan konfigurasi software
b. kesalahan pemakaian IRQ
c. kesalahan pemakaian DMA
d. kompetibelitas sistem
e. kesalahan operasi

3. Langkah langkah perbaikan
a. jangan panik
b. amati keadaan
c. pergunakan akal sehat ( logika )
d. dokumentasikan
e. asumsikan satu masalah
f. diagnosa kesuatu bagian ( identifikasi kesalahan)
g. konsultasikan dengan interpretasi kode kesalahan dan perbandingan masalah
h. lokalisasikan menjadi suatu tahapan ( lokalisai kesalahan )
i. isolasi bagian yang rusak ( isolasi kesalahan )
j. perbaiki
k. menguji dan memeriksa
I.1. Persiapan perbaikan.
I.1.1. Spesifikasi hardware terpasang diperiksa
Memeriksa PC yang telah dirakit apakah telah sesuai atau tidak sesuai dengan spesifikasinya
I.1.2. Memeriksa hasil perawatan/perbaikan terakhir
Apakah kerusakan diakibatkan oleh perbaikan kerusakan yang terakhir, kemungkinan kurang sempurna atau penyebab lain
I.1.3. Prosedur pemeriksaan dan peralatan bantu
Misal pada waktu booting komputer, proses lama dan muncul pada layar pesan “ HDD Controller Failurer “
I.1.4. Hasil diaknosis permasalahan
a. Tipe hard disk drive pada set up BIOS berubah atau berbeda dengan tipe hard disk drive yang sebenarnya
b. Hard disk drive yang rusak
c. IDE controller sebagai kontroler hard disk drive pada mainboard rusak

1. Gejala - gajala yang timbul akibat tidak berfungsinya Harddisk, adalah :
a. Pada saat menghidupkan komputer proses lama dan muncul pesan “ HDD Controller Failurer” komputer tidak dapat melanjutkan proses boot sampai ke sistem operasi.
b. Muncul pesan “ Missing operating Failure “
c. Muncul pesan “ Missing operating System “,
d. Bad or Missing Command Interpreter, terdapat masalah dengan file COMMAND.COM pada drive boot, disebabkan hilang atau cacatnya file tersebut
e.Tidak bisa melakukan penulisan ke hard disk drive
f.Permasalahan struktur data di hard disk drive
g.Permasalahan pada tabel partisi hard disk drive
h.Permasalahan FAT dan Struktur direktori
i.Bad sector hard disk drive


MODUL
MELAKUKAN PERAWATAN PERIFERAL

H. KEGIATAN PEMELAJARAN I

1. Sub Kompetensi : Menyiapkan perawatan periferal

Uraian Materi 1
I. TEORI DASAR
Penggunaan komputer telah begitu luas dan mencakup seluruh sendi kehidupan dan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kegiatan sehari-hari. Karena komputer adalah suatu alat yang mana bias juga rusak seperti halnya dengan alat-alat yang lainnya. Untuk itu kita perlu melakukan perawatan terhadap peripheral-periferal pada PC tersebut dengan menggunakan bahan-bahan pembersih yang sesuai. dan dalam waktu berkala.sehingga jangka hayat computer akan lebih lama.

I.1. Bagian feriperal

Beberapa hal yang sangat perlu dilakukan pembersihan / perawatan periferal antaralain :
I.1.1. Input Device
Input Device berfungsi untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer.
Contoh – contoh input Device adalah :

9. Keyboard





Gambar 1.3 Salah satu jenis Keyboard
10. Mouse








Gambar 1.4 Beberapa jenis Mouse

11. Trackball









Gambar 1.5 Trackball
12. Scanner











Gambar 1.6 Scanner

13. Joystick








Gambar 1.8 Beberapa jenis Joystick yang sering digunakan







I.1.2. Output Device

5. Monitor









Gambar 1.9 Monitor CRT



- LCD (Liquid Crystal Display)











Gambar 1.10 LCD

6. Printer









Gambar 1.11 Printer Dot Matrix 9 pin dan 24 pin








- Printer Inkjet







Gambar 1.12 Contoh Printer Inkjet


- Printer Laser Jet
.









Gambar 1.13 Beberapa Laserjet Printer


7. Plotter













Gambar 1.14 Contoh Plotter


8. Speaker











Gambar 1.15 Speaker “Surround”
I.1.3. Process Device

4. Processor












Gambar 1.16 Beberapa Contoh Processor







5. Pendingin Prosesor /Kipas
















6. Motherboard























Gambar 1.20 Motherboard



5. Memori







Gambar 1.25 Memori Module



6. Expansion Card










Gambar 1.26 VGA Card dengan slot AGP

6. Sound Card













Gambar 1.27 Sound Card yang dilengkapi dengan penjelasan output


7. NIC (Network Interface Card)











Gambar 1.28 NIC Jenis 10 MBps

8. TV / Radio Tuner
9. MPEG Card

10. Memori Eksternal (Storage Device)







Gambar 1.29 Floppy Disk Drive 5,25 Inch dan Karakteristiknya









Gambar 1.30 Floppy Disk Drive 3,5 Inch dan Karakteristiknya


4. Hard Disk











Gambar 1.31 Bentuk fisik Hard Disk
5. CDROM












Gambar 1.32 Bentuk fisk CDROM

















I.1.4 Status/history/log sheet
Periksalah satatus perawatan sebelumnya . sudah berapa lamakah PC ini dilakukan perawatan, sehingga kita tahu kapan PC ini telah dilakukan perawatan.

I.2. Alat dan bahan Pembersih Periferal

Peralatan yang harus dimiliki adalah
1. Obeng Minus mini
2. Obeng Plus Kecil
3. Obeng Plus Medium
4. Obeng Minus Medium
5. Tang Pnjepit
6. Tang penjepit ukuran kecil
7. Pemotong Kabel
8. Penjepit kertas yang di bengkokkan
9. Tool Kit
10. Obeng Bermagnet
11. Tng krep Tools
12. Skru driver jenis + - Gunanya untuk membukak PC kita nanti untuk di maintainkan.
13. Solution pembersih - Gunakan untuk mencuci casing, monitor, keyboard, mouse, scanner dan apa sahaja yang berpermukaan daripada habuk
14. Vakum cleaner dan berus kering - sedut habuk yang terdapat di dalam komputer dan bilik anda.
15. Skru driver jenis + -
16. Solution pembersih –
17. Vakum cleaner dan berus kering – sedut habuk

Banhan Pembersih yang harus dimiliki
1. Disket Pembersih Head
2. Botol O2O2
3. vacum cleaner

Sofware Utillity antara lain
1. Norton Utillity
2. System configuration Utillity

I. KEGIATAN PEMELAJARAN II

2. Sub Kompetensi : Melakukan perawatan periferal

II. Melakukan perawatan periferal

II.1. Tips Melakukan Perawatan Periferal

Sebelum melakukan perawatan sebuah Periferal, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :

5. Hindari membuka dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan jatuh ke peralatan yang sedang kita buka tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek (short contact) dan merusak hasil rakitan kita.
6. Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki pin prosesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power telah dihidupkan, atau dengan memakai gelang anti statis.
7. Pada setiap tahap melakukan perawatan sebelum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan dipasang dan juga hasil bersihkan kita.
8. Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan sebelum melakukan perawatan periferal, agar seluruh kegiatan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.

II.2. Langkah-langkah perawatan periferal

Masalah habuk
Musuh yang paling utama bagi komputer ini adalah habuk. Habuk ini senantiasa berada disekeliling kita, Ianya berbentuk partikel-partikel halus yang terapung-apung di udara. Setiap komponen elektronik yang terdapat pada PC amat sensitif pada habuk. Habuk ini terdapat berbagai jenis dan termasuklah asap rokok. Partikel-partikel asap boleh mengakibatkan jangka hayat komputer akan kurang Jenis-jenis habuk yang lain pula termasuklah habuk dari udara dan habuk dari serangga-serangga yang masuk ke dalam komputer kita.
Langkah yang diperlukan untuk menghilangkan habuk adalah:
Cara Perawatannya adalah sebagai berikut :
1. Pastikan PC dalam keadaan Mati tidak ada listrik yang tersambung kepower Supply.





2. Buka Lah Cassing dengan peralatan yang telah disediakan.





3. Lakukan pembersihan pada bagaian periferal dalam PC tersebut ( CPU) dengan menggunakan kuas yang halus dengan cara hati-hati pada bagaian dimana yang terdapat kotoran-kotororan yang dapat mengakibatkan korosi.







4. Lepaslah bagain periferal yang banyak habuknya untuk dibersihkan diluar bila tidak memungkinkan untuk dibersihkan secara langsung ( seperti Kipas , pendingin prosessor, VGA Card, Hard Disk dan sound Card Powersupplay)




5. Periksa bagian-bagin kabel Hard disk, cabel diskd Drive, cabel CD Rom, Memori, bila kotor ambil dan bersihkan satu persatu dengan kuas halus atau vacum cleaner yang sudah dipersiapkan. Agar terhindar dari korosi.




6. Setelah selesai dibersihkan dan pasang kembali sesuai dengan tempatnya masing masing. (dalam hal ini harus hati-hati jangan sampai terbalik dalam pemasangannya)
7. Periksa dan periksa kembali pemasangan periferal tersebut jangan sampai terjadi kekeliruan.
8. Setelah semua peralatan dibersihkan dan terpasang kembali cobalah nyalakan PC tersebut apakah PC dapat berjalan dengan normal.




9. Jangan melakukan perawatan pada PC, bila PC dalam keadaan menyala atau sedang aktif karena akan mengakibatkan kerusakan pada bagain periferal tertentu.
10. Kalau PC dapat berjalan dengan normal, matikan PC tersebut dan tutup kembali kesing CPU tersebut.
J. KEGIATAN PEMELAJARAN III

3. Sub Kompetensi : Melakukan Pemeriksaan hasil perawatan periferal
III. Memeriksa Hasil Perawatan Periferal

III.1. Tips Memeriksa hasil perawatan periperal

Sebelum melakukan pemeriksaan hasil perawatan sebuah Periferal, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :

1. Hindari membuka dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan jatuh ke peralatan yang sedang kita buka tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek (short contact) dan merusak hasil rakitan kita.
2. Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki pin prosesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power telah dihidupkan, atau dengan memakai gelang anti statis.
3. Pada setiap tahap melakukan pemeriksaan hasil perawatan sebelum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan dipasang dan juga hasil bersihkan kita.
4. Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan sebelum melakukan pemeriksaan hasil perawatan periferal, agar seluruh kegiatan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.

III.3. Langkah-langkah Memeriksa hasil perawatan periferal
Bila periferal sudah selesai di bersihkan dan dicoba dapat berjalan, langkah selajutnya dalam materi ke tiga ini adalah menguji apakah PC tersebut setelah dilakukan perawatan tidak ada kendala atau gejala-gejala yang dapat mengakibatkan PC itu tidak normal. Kita harus menguji PC tersebut dengan beberapa software utility sehingga kalau ada gejala yang tidak normal kita akan tahu dan kita catat apa yang menyebabkan ketidak normalan pada PC tersebut.

MODUL
MELAKUKAN PERAWATAN PC

K. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Menyiapkan Perawatan PC
Perawatan
Masalah adalah bagian dari hidup. Sebagai orang komputer, tentu masalah komputer akan selalu timbul ketika kita bercanda dan bergaul dengan komputer. Melakukan kesalahan pengoperasian adalah sesuatu yang biasa. Ini bisa terjadi karena kurangnya pelatihan, pengetahuan dan pengenalan terhadap komputer.
Kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dengan perawatan preventive, kita bisa menekan permasalahan yang akan muncul seminal mungkin. Perawatan secara teratur akan mengurangi beberapa permasalahan seperti crash system, kehilangan data bahkan sampai kerusakan komponen sehingga sistem komputer kita berumur lebih panjang.
Pada beberapa kasus, kita memperbaiki sistem yang rusak karena tidak adanya perawatan preventive yang dilakukan. Dalam dunia bisnis, perawatan ini akan menambah nilai jual komputer Anda karena sistemnya masih berjalan dengan baik.

Nah, membiasakan perawatan secara preventive menjadi sangat penting bagi Anda yang terbiasa menggunakan dan mengelola PC.
Perawatan pada PC hendaknya dilakukan secara berkala, dengan melihat data-data pada kartu perawatan. Sehingga kita tahu kondisi, keadaan, dan sesuatu hal dengan PC kita.

Nomor Inventaris :
Nomor Seri :
Nama Barang :
Tahun Pembuatan :
Tahun Pemakaian :
No. Tanggal Perbaikan/perawatan Kondisi Ket
Baik Rusak
1.
2.
3.
4.
5.



Gambar contoh kartu perawatan
Peralatan
Untungnya, dengan sedikit upaya dan tool yang tepat, pemeliharaan dan perbaikan PC menjadi mudah untuk kebanyakan orang. Dan mendapatkan tool yang tepat tidak harus dibayar dengan tangan dan kaki; beberapa sudah Anda miliki, dan lainnya murah. Inilah tool yang kami rekomendasikan agar Anda miliki.
a. Obeng: Anda hanya butuh dua obeng kecil: satu dengan kepala pipih standar, dan yang satu lagi dengan kepala kembang. Biasanya kurang dari enam inci panjangnya dan pastikan semuanya tidak bermagnet.

b. Penjepit: Penjepit mungil dengan cengkeraman yang bagus tak ternilai harganya untuk memasang dan melepas jumper dan untuk mendapatkan kembali sekrup yang hilang. Penjepit dengan ujung datar lebih berguna dibanding yang ujung runcing.

c. Senter: Bahkan di ruangan yang terang-benderang, bisa saja sulit melihat kabel-kabel kecil dan konektor di bagian dalam casing PC Anda.

d. Wadah komponen: Wadah kecil lebih disukai yang berpenutup penting untuk menyimpan sekrup dan jumper. Cangkir plastik atau botol obat lama sudah memadai.
e. Tang berujung runcing: Tang kecil berujung runcing berguna untuk merenggut bagian-bagian dan menekuk kawat dan potongan logam.
f. Botol semprot: Jaga agar saluran ventilasi dan interior PC bebas debu untuk mencegah kelebihan panas. Sejauh ini botol semprot merupakan cara termudah untuk melakukannya. Botol semprot tersedia di banyak toko komputer dan elektronik dengan harga kurang dari US$ 10.
g. Peranti gelang antistatik: Satu sentakan listrik statik yang bergerak antara tubuh Anda dan PC dapat memanggang sirkuit mesin. Bila Anda menambah atau melepas hardware, atau melakukan pekerjaan apa pun di bagian dalam casing PC, kenakan peranti gelang antistatik. Salah satu ujung terhubung ke pergelangan Anda, dan ujung lainnya terhubung ke tanah. Ini tersedia di toko komputer dan elektronik dengan harga kurang dari US$ 10.
h. Pengencang mur dan tool khusus lain: Banyak kit tool komputer mencakupkan pengencang mur, pelepas chip, dan tool khusus lainnya. Kami anggap hal ini merupakan pemerasan habis-habisan terhadap rata-rata pengguna sebab obeng dan penjepit sudah mencukupi untuk sebagian besar pekerjaan.
KEGIATAN PEMELAJARAN II

Sub Kompetensi : Melakukan perawatan PC
Uraian Materi 2
Kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dengan perawatan preventive, kita bisa menekan permasalahan yang akan muncul seminal mungkin. Perawatan secara teratur akan mengurangi beberapa permasalahan seperti crash system, kehilangan data bahkan sampai kerusakan komponen sehingga sistem komputer kita berumur lebih panjang.
Pada beberapa kasus, kita memperbaiki sistem yang rusak karena tidak adanya perawatan preventive yang dilakukan. Dalam dunia bisnis, perawatan ini akan menambah nilai jual komputer Anda karena sistemnya masih berjalan dengan baik.
Nah, membiasakan perawatan secara preventive menjadi sangat penting bagi Anda yang terbiasa menggunakan dan mengelola PC.
Ada dua tipe perawatan yang bisa kita lakukan, yaitu perawatan pasif dan paerawatan aktif. Kita namakan pasif, karena perawatan ini lebih mengarah kepada faktor lingkungan dan benda-benda non komputer yang membantu kinerja PC Anda. Sedangkan perawatan aktif adalah perawatan yang kita lakukan dalam tubuh PC itu sendiri.

Metode Perawatan Pasif
Perawatan ini meliputi langkah-langkah yang biasa kita gunakan untuk melakukan proteksi sistem terhadap lingkungan yang normal, baik secara fisik dan elektrikal. Hal fisik meliputi temperatur yang baik, thermal stress dari power, kontaminasi debu atau asap dan gangguan lain seperti getaran atau guncangan. Hal elektrikal meliputi ESD (electro-static discharge)/listrik statis, kebisingan power dan gangguan frekwensi radio.

Tahap-tahap melakukan perawatan pasif :
* Memilih lokasi untuk komputer yang bebas dari polusi udara seperti asap, debu, kotoran dan polusi yang lain.
* Memperkecil kemungkinan terjadinya variasi suhu di dalam ruangan. Misalnya, dengan memberi AC atau tidak menempatkan komputer dekat jendela agar komputer tidak terkena sinar matahari secara langsung.
* Menyediakan outlet ground dari power yang sudah stabil dan bebas dari gangguan elektris dan interferensi. Hal ini berfungsi menghindari listrik statis.
* Bila memungkinkan, jauhkan komputer Anda dari pemancar atau sumber-sumber frekwensi radio.
Ada baiknya juga, pada fase persiapan lokasi instalasi komputer, kita bisa memperhatikan beberapa faktor di bawah ini :
* Sediakan sirkuit (MCB) tersendiri untuk aliran listrik komputer Anda
* Sirkuit harus diperiksa dengan baik tentang low resistance ground, tegangan yang memadai, bebas dari interferensi dan bebas dari naik turunnya tegangan.
* Sirkuit tiga kabel harus ada. Namun bila tidak, gunakan adapter tambahan ground untuk menyesuaikan penempatan ground pada soket dua kabel
* Untuk mengurangi resistansi, hindari pemakaian panjang kabel yang tidak perlu. Permasalahan power low noise akan menambah resistansi sirkuit yang mengikuti ukuran kabel dan panjangnya.
* Bila memungkinkan, sediakan power sirkuit terpisah untuk peralatan non komputer seperti: AC, coffee maker, mesin copy, laser printer, pemanas ruangan, vacum cleaner dan peralatan lain.

Metode perawatan aktif
Intensitas melakukan perawatan aktif sangatlah tergantung dari lingkungan dan kwalitas komponen komputer. Bila lingkungan kita kotor dan berdebu, kita harus membersihkan komputer paling tidak tiga kali dalam sebulan. Namun untuk lingkungan kantor normal, pembersihan komputer dapat dilakukan beberapa bulan sekali dalam setahun. Namun jika kita membuka komputer setelah satu tahun ternyata di dalamnya telah penuh debu, ada baiknya kita memperpendek interval pembersihan.

Tahap-tahap melakukan perawatan aktif :
1. Untuk non Operating System :
- Membersihkan debu CPU dan monitor dengan vacuum cleaner
- Membersihkan keyboard dan mouse
- Membersihkan konektor dan kontak pada konektor slot, konektor power supply, konektor keyboard, konektor mouse dan konektor speaker.
2. Untuk perawatan Operating System :
- Melakukan Back up data dan file-file penting pada waktu yang terjadwal
- Melakukan clean up dengan menghapus semua file temporer, seperti: *.tmp, *.chk, ~*.*, file-file dari recycle bin, web browser history dan temporary internet files.
- Melakukan scandisk
- Melakukan defragmentasi file
- Melakukan checking dan updating anti virus
L. KEGIATAN PEMELAJARAN III

Sub Kompetensi : Memeriksa hasil perawatan PC
So
Windows menyediakan banyak utiliti dan wizard berguna untuk troubleshooting dan perawatan PC. Banyak di antaranya bisa diakses dari menu System Tools: Klik Start*Programs*Accessories*System Tools (istilah dan path yang sesuai bervariasi bergantung versi Windows Anda).

a. ScanDisk: Seperti yang tergambar pada namanya, ScanDisk memeriksa hard disk terhadap fragmen file yang keliru letak dan daerah kerusakan fisik. Periksa hard drive Anda secara teratur dengan ScanDisk. Kenaikan mendadak pada jumlah program yang mengalami error bisa berarti kerusakan hard disk.
b. Windows XP tidak punya utiliti ScanDisk. Untuk memeriksa suatu drive di XP, klik-kanan di Explorer, pilih Properties, pilih tab Tools, dan klik Check Now pada `Error- checking`. Anda akan diberitahu bahwa utiliti itu butuh hak eksklusif ke beberapa file Windows dalam disk. Bila Windows menanyakan apakah Anda ingin melakukan pemeriksaan saat restart berikut, klik Yes kemudian OK.
c. Disk Defragmenter: Defragmen hard drive secara teratur untuk menjaganya berjalan lebih cepat dan untuk meningkatkan peluang Anda memulihkan data jika drive tersebut mengalami crash.
d. System Monitor: Program kecil yang luar biasa ini membantu Anda melacak banyak jenis parameter kinerja. Anda dapat melihat grafik real- time yang menampilkan available RAM, virtual memory, CPU usage, dan statistik lainnya. System Monitor terutama bagus untuk melacak sumber problem memori dan mengidentifikasi program mana yang paling membuat stres sistem Anda. (Di Windows XP, Anda bisa menemukan System Monitor dengan memilih Start*Control Panel*Administrative Tools*Performance*System Monitor.)
e. System Information: Utiliti ini merupakan jembatan ke beberapa tool troubleshooting paling kuat di Windows. Pada Windows 9x, Anda akan mendapati System File Checker, Registry Checker, dan System Configuration Utility pada menu Tools di System Information. Di XP, tool di System Information mencakupkan Network Diagnostics dan System Restore.
f. Manual, driver, dan software: Selamatkan segala sesuatunya! Anda mungkin dapat mengatasi problem PC dengan mengetahui satu setting utama atau nomor model, atau dengan menginstall ulang program. Manual yang dicetak mungkin menjadi satu-satunya sumber nomor telepon bantuan teknis Anda. Jangan mengira Anda dapat mendownload saja sebarang file yang mungkin Anda butuhkan kapan saja dari Internet: Sebuah file di tangan berharga dibanding dua di Web.
g. Windows Resource Kit: Anda tidak perlu menghabiskan US$ 50 atau lebih untuk buku referensi Windows seukuran buku telepon itu. Anda hanya perlu berkonsultasi dengan CD Windows 9x. Di tools\reskit\setup folder, Anda akan mendapati salinan online Windows Resource Kit dari Microsoft (versi cetak harganya US$ 70). Pergilah ke Microsoft TechNet ( www.microsoft.com/technet/treeview/....asp?frame=true) untuk Windows XP Professional Resource Kit.

Tool yang Bisa Anda Gunakan Secara Gratis
Berikut ini beberapa gratisan diagnosa dan perawatan favorit.
a. TuffTest-Lite: Program ini memastikan bahwa semua komponen hardware PC Anda berfungsi dengan benar. Karena booting dan berjalan dari floppy-nya sendiri, program ini melampaui keterbatasan pengujian program-program diagnosis yang berjalan dari dalam sistem operasi yang kompleks seperti Windows. Versi gratis program itu punya fungsi yang lebih sedikit dibanding US$ 10 #1-TuffTest (menguji hanya 8MB RAM, misalnya).
b. DisplayMate: Pertajam image monitor Anda dengan versi demo utiliti ini. Versi lengkap harganya US$ 79, namun demo mempunyai enam pola uji dan instruksi mengenai cara menggunakannya.
c. Situs-situs Web bermanfaat: Drivers HeadQuarters di www.drivershq.com merupakan tempat yang bagus untuk menemukan update atau driver peranti yang hilang. Dan kunjungi www.utilitygeek.com untuk mencari utiliti free dan shareware lain untuk merawat dan mendiagnosa PC Anda.
d. Norton SystemWorks 2002: Dengan US$ 70, bundel utiliti ini tidak murah, namun berisi barang bagus. Komponen yang paling penting adalah Norton Utilities, koleksi klasik program Windows dan hard-disk (lihat Gambar 3). Ketika banyak fungsi Norton Utilities dapat direplikasi dengan utiliti gratis atau murah seperti yang tercatat di atas, paket all-in-one yang menyenangkan dan ekstra seperti penjadwalan otomatis membuat Norton SystemWorks sebanding dengan harganya.
e. PartitionMagic 7: Ada banyak cara mudah dan sulit untuk membuat, menghapus, dan mengubah ukuran partisi hard-drive. Program seharga US$ 70 dari PowerQuest ini merupakan yang termudah. FDISK di Windows merupakan salah satu dari beberapa alternatif pemartisi yang aktif jika Anda punya banyak waktu dan sedikit uang. Namun jika Anda butuh mendapatkan kelengkapan kerja yang cepat dan simpel, interface fasih dan operasi cepat pada PartitionMagic membuatnya menjadi pembelian yang bijak.
f. Drive Image 5: Tool PowerQuest ini akan menyelamatkan Anda dari kesalahan yang Anda buat ketika menggunakan tool diagnosa PC lainnya. Drive Image 5 menyalin dan mengkompresi seluruh drive--atau lebih akuratnya, seluruh partisi--menjadi sebuah file yang dapat Anda pulihkan dengan mudah. Tempatkan file backup-nya di partisi lain, di hard disk lain, atau (di versi terbaru ini) ke disk-disk CD-R/RW. Drive Image menyalin regular files, hidden files, system files, dan boot sector sehingga Anda dapat memulihkan salinan pekerjan seluruh partisi, termasuk OS yang dapat dibooting, aplikasi, dan data.
g. Board Jelek? Anda duduk, lalu menyalakan PC... dan tidak terjadi apa-apa: tiada cahaya, tiada suara, tiada aksi. Perlukah Anda menghabiskan ratusan dollar untuk motherboard baru, atau lebih kurang untuk power supply baru? ATX Power Supply Tester dari PC Power and Cooling bisa memberikan jawaban cepat dan akurat. Tool praktis seharga US$ 10 ini terhubung ke kabel motherboard dari sebarang power supply kompatibel ATX 2.x dan akan menyala jika power supply bekerja dengan benar. Anda dapat mengetahui lebih jauh tentangnya di www.pcpowerandcooling.com.

Yang sifatnya rutin dan wajib dilakukan adalah:
a. Backup data - membuat cadangan data.
b. Update anti-virus Anti-virus HARUS rutin di-update, agar dapat selalu menangkal virus-virus baru yang terus bermunculan setiap hari. Kunjungi secara rutin situs pembuat antivirus yang digunakan.
c. Secara fisik membersihkan komputer baik bagian luar maupun dalam casing dari debu dan benda-benda asing lainnya, yang dapat mempengaruhi kinerja dan fungsi perangkat komputer.
d. Memastikan sistem pendingin dan sirkulasi udara dalam casing berjalan dengan baik sehingga temperatur komputer bisa terjaga. Untuk komputer yang beroperasi 24 jam nonstop disarankan diletakkan di ruangan yang menggunakan pendingin (AC)
e. Defrag sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan. Defrag biasanya hanya dilakukan jika proses baca-tulis ke harddisk terasa lambat, akan menginstal program besar, atau akan mengkopikan file ukuran besar ke harddisk. Hard disk saat ini sudah sangat kencang, sehingga data yang terfragmentasi biasanya tidak akan banyak memperlambat. Komputer yang lambat seringkali disebabkan karena hal lain; kekurangan memory, ada virus, dan sebagainya. Lagipula full defrag sangat intensif, sehingga jika sering-sering dilakukan maka akan memperpendek umur hard disk.
f. Berhenti menggunakan Microsoft Outlook, maka Anda akan selamat dari berbagai virus yang ada. Gunakan software lainnya seperti Eudora (http://www.eudora.com) atau Pegasus Mail (http://www.pmail.com)
g. Antivirus yang pada dasarnya relatif sama, yang penting anda melakukan update secara rutin seperti diterangkan di atas. Selain antivirus komersial tersedia juga anti-virus yang gratis dan cukup baik antara lain Grisoft (http://www.grisoft.com) dan Avast! 4 Home (http://www.avast.com).
Perawatan tahunan Komputer dan Jaringan mencakup :
1. System Back-up (membuat salinan/copy untuk data-data penting perusahaan yang ada pada komputer, dan back-up copy diserahkan ke pelanggan untuk disimpan ditempat yang aman).
2. System Optimization (defragmentasi data, membuang sampah-sampah yang ada pada komputer, memperbaiki kesalahan setting)
3. System Rebuild (membangun dan menata ulang kembali sistem yang rusak oleh faktor yang tidak disengaja, supaya sistem dapat bekerja kembali seperti semula)
4. System Upgrade (menambah fungsi, memperbaharui sistem yang ada sesuai dengan permintaan pelanggan, testing stabilitas untuk hardware dan software sebelum pemasangan)
5. Training (pelatihan, pengarahan dan konsultasi untuk pemakai supaya dapat mengoperasikan komputer dengan baik dan benar)
6. Pembersihan Virus (melacak dan membersihkan virus dari komputer dan jaringan)
7. System Security (pemasangan dan perubahan password, untuk pengamanan sistem dan data penting perusahaan dari orang luar yang tidak berkepentingan).
8. Penyelesaian Darurat (meyediakan personil untuk segera bertindak dalam waktu singkat, supaya sistem dapat bekerja kembali seperti semula)
9. Personil stand-by di lapangan (Bila sistem yang berjalan belum stabil, menempatkan personil sebagai support teknis dan pemantauan kerja sitem yang ada sampai semua masalah terselesaikan
10. Konsultasi (menyediakan konsultasi, analisa dan saran secara professional untuk segala hal yang berhubungan dengan komputer)
11. Perawatan Hardware Komputer (merawat hardware komputer, membersihkan komputer, mengurangi kerusakan pada hardware)
12. Mengganti barang-barang komsumtif (mengganti tinta printer, mouse, floppy disk yang rusak, dll)

MODUL
MELAKUKAN PERBAIKAN PERIFERAL

M. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Mempersiapkan Perbaikan Periferal Yang Bermasalah
I. TEORI DASAR

I.1. Perbaikan & Perawatan Printer

Printer merupakan peripheral PC yang penting. Kebanyakan printer PC memakai interface pararel atau centronics. Pada PC, interface tersebut berupa konektor betina jenis D 25 pin, interface pararel tersebut mengirim kedelapan bit data secara serempak, dimana saluran strobe memberitahukan printer bilamana terdapat karakter untuk dibaca.
Untuk pembacaan interface pararel menurun, maka printer membaca byte data, kemudian sinyal acknowledge dipakai untuk memberitahukan komputer bahwa interface siap untuk bertambah lagi. Sinyal lain digunakan untuk memberitahukan PC bila interface sedang aktif atau sibuk, kesalahan telah terjadi atau kertas habis dan lainlain. Printer, seperti halnya sarana lainnya, akan menguntungkan jika dirawat dengan cermat. Di sebagian besar printer, pembersihan yang dilakukan setiapmengganti pita memang terlalu sering. Untuk membersihkan printer, matikan printer terlebih dahulu, cabutlah steker arus listrik dari stop kontak dan kemudian lepaskan tutupnya. Untuk printer laser, ikutilah prosedur yang telah ditetapkan pada buku petunjuk dalam membersihkan serta mengganti cartridge.
Untuk laser jet yang memakai mesin printer jenis CANON, maka yang perlu Anda lakukan adalah bersihkan kawat korona dengan hati-hati untuk memindahkan tandon toner. Untuk hal tersebut Anda harus menggantikannya setiap tiga atau empat kali penggantian cartridge. Tetapi ada baiknya, ketika printer terbuka, untuk memeriksa mesin dan berhati-hatilah membuang kotoran, toner atau debu kertas yang menumnup di dalamnya. Sedangkan untuk printer jenis dot-matrix atau inkjet, maka yang perlu Anda lakukan adalah lepaskan pita atau cartridge tinta, kemudian perhatikan cara pita bergerak melewati 'head' cetak.


I.2. Perbaikan & Perawatan Floppy Drive

Karena biayanya yang rendah, maka drive floppy telah menjadi artikel yang diposible saat ini. Juga hubungannya dengan sistem menjadi semakin sederhana dari tahun ke tahun karena drive saat ini dikonfigurasi tanpa menggunakan jumper atau switch. Kabel yang digunakan juga telah terstandarisasi. Makseud semua ini adalah jika jika driv kabel tersebut dianggap rusak, maka lebih baik diganti daripada diperbaiki. Bagian ini membahas beberapa masalah yang umum pada drive floppy dan solusinya.
I.3. Perbaikan Drive Tape


I.4. Perbaikan Drive Optik
Beberapa orang percaya bahwa disk dan drive optik tidak dapat rusak jika dibandingkan dengan lainya. Sebenarnya, drive optik modern tidak sehandal drive hardisk yang modern. Kehandalan adalah tuntutan untuk media removable apapun, dan CD-ROM dan DVD-ROM bukan merupakan perkecualian. Sejauh ini penyebab permasalahan yang paling umum pada disk dan drive optik adalah goresan, kotoran, dan kontaminasi lainya. Goresan kecil atau sidik jari pada dasr disk tidak akan mempengaruhi performa karena laser berfokus pada titik di dalam disk, tetapi kotoran dan goresan dapat menganggu pembacaan disk. Untuk memperbaiki tipe permasalah ini dapat dilakukan dengan membersihkan permukaan dasar CD dengan kain yang lembut, tetapi berhati-hatilah agar tidak menggores permukaan selama proses tersebut. Teknik yang terbaik adalah menyeka disk secara radial, dengan gerakan dimulai dari pusat disk dan menuju arah pinggir luar. Dengan cara ini goresan akan tegagk lurus terhadap track bukannya paralel, sehingga meminimalisasi gangguan yang mungkin ditimbulkannya. Anda dapat menggunakan solusi tipe apapun dalam penggunaan kain untuk membersihkan disk, sepanjang tidak merusak plastik. Kebanyakan pembersih jendela sangat baik untuk menghilangkan sisdik jari dan kotoran lain dari disk dan tidak merusak permukaan plastik.
N. KEGIATAN PEMELAJARAN II

Sub Kompetensi : Melakukan perbaikan periferal
II. Perbaikan Periferal

II.1. Perbaikan Floppy Drive

Membahas beberapa masalah yang umum pada floppy drive dan solusinya :
Masalah :
Drive mati tidak berputar dan LED tidak menyala :
Penyebab :
Drive atau kontroller tidak dikonfigurasi secara tepat dalam BIOS Setup, penyebab lain adalah :
a. Suplai power atau kabel power yang buruk
b. Kabel data yang buruk
c. Drive rusak
d. Kontroler rusak
Solusi :
a. Ukurlah power pada kabel dengan voltmeter, dan pastikanlah power 12V dan 5V ke drive.
b. Gantilah kabel dan diuji ulang
c. Gantilah drive dan uji ulang
d. Gantilah kontroler dan uji ulang. Jika kontroler built-in pada motherboard, disable kontroler tersebut melalui BIOS Stup, instal kontroler card-based, dan uji ulang atau gantilah seluruh motherboard dan uji ulang.
Masalah :
Error Message : Invalid Media or Track zero Bad, Disk Unusable

Penyebab :
Memformat disk, dan tipe media tidak sesuai dengan parameter format. Peneybab lain adalah :
a. Disk rusak
b. Head kotor
Solusi :
a. Gantilah disk dan uji ulang
b. Bersihkan head drive dan uji ulang

II.2. Perbaikan Drive Tape
Drive tape dapat menjadi sulit diinstal dan dioperasikan. Tipe apapun dari media removable lebih rentan terhadap persoalan atau kerusakan, dan tape bukanlah suatu perkecualian. Berikut beberapa persoalan umum dan pemecahanya.
Masalah :
Tidak dapat mendeteksi drive :
Solusi :
a. Untuk drive port paralel, gunakan backup tape sebagai satu-satunya alat dalam drive dan periksalah mode IEEE-1284 (EPP atau ECP) yang diperlukan drive untuk konfigurasi port paralel.
b. Untuk drive USB, pastikan anda menggunakan Windows 98 atau selebihnya dan port USB di-enable dalam BIOS; pada banyak sistem yang awalnya dipaketkan dalam Windows 95, port ini di-disable.
c. Untuk drive ATA, pastikanlah bahwa jumper master/slave pada kedua drive diset dengan tepat.
d. Untuk drive SCSI, periksalah terminasi dan nomor Device ID.
e. Untuk drive eksternal tipe apapun, pastikanlah bahwa drive tersebut di-on beberapa saat sebelum di-start. Jika tidak, dapat menggunakan Windows 9x Device Manager untuk me-Refresh daftar alat, tetapi jika ini tidak berhasil, harus me-restart komputer tersebut.
II.3. Perbaikan Drive Optik
Masalah :
Gagal membaca CD
Solusi :
a. Periksalah adanya goresan pada permukaan CD
b. Periksalah drive apakah terdapat debu dan kotoran; gunakan CD pembersih.
c. Pastikanlah apakah drive tersebut muncul sebagai alat yang dapat bekerja dalam System Properties.
d. Cobalah CD yang diyakini dapat digunakan.
e. Restart komputer (penyembuh magis untuk semua hal)
f. Hapus drive dari Device Manager dalam Windows 9x, ijinkan sistem mendeteksi ulang drive tersebut, dan kemudian instal ulang dariver.
Masalah :
Gagal membaca CD-R, CD-RW Discs pada CD-ROM atau Drive DVD
Solusi :
a. Periksa kompatibilitas; beberap drive CD-ROM 1x yang sangat tua tida dapat membaca media CD-R. Gantilah drive tersebut dengan model yang lebih baru, lebih cepat, dan lebih murah.
b. Banyak drive DVD model awal tidak dapat membaca media CD-R dan CD-RW; periksa kekompatibilitasnya.
c. Drive CD-ROM harus MultiRed compatible untuk dapat membaca CD-RW karena pemantulan media yang lebih rendah; gantilah drive tersebut.
d. Jika beberapa CD-R dapat dibaca tetapi yang lain tidak, periksalah kombinasi warna media untuk melihat apakah kombinasi warna dapat bekerja lebih baik dari yang lain; gunakan merek media yang lain.
e. CD-R packet-written (dari Adaptec DirectCD dan program backup) tidak dapat dibaca pada drive CD-ROM MS-DOS/Windows 3.1 karena keterbatasan sistem operasi tersebut.
Masalah :
Sulit membuat CD Bootable
Solusi :
a. Periksa isi floppy disk bootable yang anda copy ke citra boot. Unutk mengakses seluruh isi CD, maka CD bootable harus berisi drive CD-ROM, AUTOEXEC.BAT, dan CONFIG.SYS.
b. Gunakanlah format ISO 9660. Jangan gunakan format Joliet karena format tersebut untuk CD dengan nama file yang panjang dan tidak dapat boot.
c. Periksakanlah BIOS sistem Anda untuk compilance boot dan urutan dan urutan boot; CD-ROM harus didaftar pertama.
d. CD-ROM SCSI memerlukan card SCSI dengan BIOS, kemampuan bootable, dan setting BIOS motherboard khusu.
MODUL
MENGINSTALASI SISTEM OPERASI BERBASIS GUI


O. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Mempersiapkan instalasi sistem berbasis GUI
1.1.Windows Operating System
Dibandingkan dengan DOS, WINDOWS jauh lebih diminati karena kemampuannya yang lebih handal. WINDOWS didisain sebagai OS yang sangat users-friendly. Bandingkan dengan DOS di mana kita harus menghafal perintah-perintah yang ada. Demikian pula dalam hal tampilannya yang berbasis grafis. WINDOWS juga adalah OS yang dirancang sedemikian rupa sehingga user yang belum kenal komputer sama sekali dalam waktu yang relatif singkat dapat mengoperasikan komputer. Selain itu, WINDOWS juga memiliki kemampuan multitasking, sehingga user akan dapat lebih menghemat waktu untuk menjalankan beberapa aplikasi.

Windows Operating Sytem ini diproduksi oleh sebuah perusahan software terbesar di dunia untuk saat ini, yaitu MICROSOFT. Untuk mendapatkan Windows Operating System ini kita harus membelinya dengan harga yang relatif sangat mahal (bila kita membeli Windows OS yang resmi).





1.1. Media Penyimpan Pada PC

1.2.1. HARD DISK
Hard disk adalah suatu device dari PC yang berfungsi sebagai media penyimpan data (storage) dan juga termasuk ke dalam salah satu memori eksternal dari sebuah PC.

Hard disk sendiri terdiri dari berbagai komponen – komponen pembentuk hard disk dan akan dijelaskan di bawah ini.

 Komponen Harddisk
Komponen-komponen hard disk, di antaranya :
• Piringan logam (platter) yang berfungsi sebagai tempat penyimpan data. Jumlah piringan ini beragam, mulai 1, 2,3 atau lebih. Piringan ini diberi lapisan bahan magnetis yang sangat-sangat tipis (ketebalan dalam orde per sejuta inchi). Pada saat ini digunakan teknologi thin film (seperti pada prosesor) untuk membuat lapisan tersebut.
• Head, berupa kumparan. Head pada hard disk berbeda dengan head pada tape. Pada tape proses baca dan tulis (rekam) menggunakan dua head yang berbeda, sedangkan pada hard disk proses baca dan tulis menggunakan head yang sama. HD biasanya memiliki head untuk tiap-tiap sisi platter, untuk hard disk dengan 2 platter dapat memiliki sampai 4 head, hard disk dengan 3 platter dapat memiliki sampai 6 platter. Tetapi tidak berarti hardisk dengan 16 head harus memiliki 8 platter. Di sinilah kita kenal teknik translasi. Teknik ini akan diulas di bawah.
• Rangkaian Elektronik pada PCB (printed circuit board) , terdiri dari:
• Rangkaian penguat untuk pembacaan (read preamplifier) yang diperlukan karena signal yang diperoleh head dari piringan sangat lemah.
• DSP (digital signal processor), untuk proses yang berhubungan dengan sinyal-sinyal digital, seperti konversi sinyal listrik yang datang menjadi sinyal digital yang akan dituliskan ke piringan.
• chip memory, digunakan sebagai cache buffer
• Konektor, untuk melakukan komunikasi dengan CPU. Untuk HD IDE, jumlahnya 40 pin
• Spindle dan actuator arm motor controller, untuk mengontrol putaran piringan dan peletakkan head baca/tulis.

Bagian-Bagian Harddisk



Perputaran Piringan Harddisk

• Motor dari hard disk berfungsi untuk memutar platter. Ketika komputer distart, motor ini mulai bekerja dan memperdengarkan suara yang khas. Jika suara ini tidak benar maka dapat diduga bahwa motor HD tidak bekerja dengan baik.
Kecepatan putar motor ini mulai dari 3600 rpm sampai 10000 rpm dengan arah berlawanan dengan arah perputaran jarum jam (counter-clockwise). Putaran yang sangat cepat ini mengakibatkan adanya gaya pada permukaan piringan yang disebabkan oleh udara. Gaya ini memungkinkan head untuk mengambang pada ketinggian beberapa mikro inchi di atas permukaan platter/piringan. di atas piringan. Drive semacam ini disebut bernoulli drive. “Ketinggian” ini jauh lebih kecil dibanding ukuran rambut manusia, apalagi debu dari rokok.

Jarak yang dekat ini dimaksudkan agar head dapat membaca atau menulis dengan kerapatan yang tinggi. Dengan jarak sedekat itu, Anda tidak perlu terlalu takut. Hard disk sudah dirancang agar dalam keadaan normal (harap diingat) head tidak menyentuh permukaan platter. Jika hard disk dimatikan, maka piringan akan berhenti berputar akibatnya gaya yang mengangkat head akan hilang dan head akan mendarat di piringan. Lokasi pendaratan head sudah ditentukan pada daerah tertentu yang disebut landing zone (LZone) sehingga tidak akan merusak data yang ada pada daerah lain.

Jika dalam keadaan bekerja head sedikit saja tergoncang, maka akan menyebabkan head akan menyentuh permukaan piringan dan kemungkinan besar akan menyebabkan kehilangan data, kerusakan sebagian kecil dari piringan akan merusak head atau seluruh piringan. Bayangkan jika pada saat tertempel pada piringan akibat ada goncangan ada perintah bergerak ke tempat lain, maka head akan meninggalkan "jejak-jejak" bad sector pada piringan hard disk. Tapi pembuat hard disk sudah merancang agar head tetap stabil dalam kondisi goncangan tertentu, saat ini goncangan yang dapat ditoleransi mencapai 70 sampai 100 kali gravitasi (70-100 G).


Head Hard Disk, Rambut Dan Debu

• Head adalah komponen yang paling mahal dari hard disk dan karakteristik head sangat menentukan kinerja hard disk. Head terbuat dari bahan magnetis dengan bentuk seperti "C". Kumparan (koil) yang terbuat dari kawat mengelilingi head. Pada saat menulis, arus yang melewati koil akan menimbulkan medan magnet yang digunakan untuk memagnetisasi permukaan platter. Sedangkan pada saat membaca, medan magnet pada permukaan platter akan menimbulkan arus pada koil ini.

Data "0" dan "1" disimpan dalam piringan dalam bentuk pola-pola magnet. Head baca/tulis membentuk pola ini ke piringan ketika proses penulisan terjadi, ketika membaca head akan mengkonversi bentuk pola ini ke dalam bentuk "0" dan "1". Lapisan magnetik terdiri dari daerah-daerah mikroskopik yang disebut domain. Setiap domain seperti magnet mungil dengan kutub-kutub yang berlawanan (utara/selatan atau positif/negatif). Data "1" dipresentasikan sebagai daerah dengan kutub positif di sisi kiri sedangkan data "0" dipresentasikan sebagai daerah dengan kutub positif di sisi kanan. Ada cara efektif untuk merekam data "0" dan "1" yaitu dengan teknik flux reversal. Ketika head akan menuliskan "1" maka head akan membalik polaritas magnet, sedangkan untuk "0" head tidak akan membalik polaritasnya.

Gerakan head dikendalikan oleh actuator arm (lengan penggerak). Kombinasi dari head dan platter sering disebut head disk assembly (HDA). Actuator arm digerakkan oleh positioning motor, yaitu motor yang berfungsi untuk mengatur posisi dari lengan (dan tentu saja posisi dari head). Motor ini dikontrol oleh hard disk controller pada rangkaian elektronik di hard disk. Motor ini memiliki sistem kontrol yang amat hebat, dengan sistem feedback motor ini dapat meletakkan head baca/tulis pada posisi yang sangat akurat. Mengapa hal ini dapat dilakukan? Vendor hard disk menggunakan suatu teknik yang disebut servo positioning, teknik inilah yang memungkinkan adanya feedback dalam sistem kontrol penempatan head hard disk. Servo sendiri berisi informasi mengenai track dsb yang sangat penting dalam proses penempatan head. Teknik ini memiliki dua tipe, yaitu dedicated servo dan embedded servo. Dedicated servo menggunakan satu permukaan dari hard disk hanya untuk servo saja. Tentu saja cara ini merugikan karena menghabiskan tempat pada hard disk. Teknik kedua menempatkan informasi servo secara tersebar pada setiap track sehingga kapasitas hard disk tetap dapat dipertahankan. Pada kenyataannya, saat ini teknik kedua yang digunakan, sedangkan teknik pertama digunakan pada hard disk yang dibuat pada masa lalu.







Mekanisme Servo

 Kinerja Hard Disk
Kinerja hard disk berhubungan dengan kecepatannya dalam proses transfer data. Berikut ini beberapa parameter yang menentukan kinerja hard disk :


• Kecepatan putar (RPM)
Untuk hard disk, dikenal beberapa system yang ukuran RPM-nya sebagai berikut :


3600 RPM (Pre-IDE)
5200 RPM (IDE)
5400 RPM (IDE/SCSI)
7200 RPM (IDE/SCSI)
10000 RPM (SCSI)

tabel ukuran RPM

• Seek time
Adalah jumlah waktu yang diperlukan oleh actuator arm (lengan penggerak) untuk menggerakkan head baca/tulis dari satu track ke track lain. Nilai yang diambil adalah nilai rata-ratanya yang dikenal dengan average seek time, karena pergerakan head dapat hanya berupa pergerakan dari satu track ke track sebelahnya atau mungkin juga gerakan dari track terluar menuju ke track terdalam. Seek time dinyatakan dalam satuan milisekon (ms). Nilai seek time dari track yang bersebelahan sekitar 2 ms, sedangkan seek time dari ujung ke ujung bisa mencapai 20 ms. Average seek time umumnya berkisar antara 8 sampai 14 ms.

• Head switch time
Sudah disebutkan, seluruh head bergerak secara bersamaan, tapi hanya ada satu head saja yang dapat membaca pada saat yang sama. Head switch time, yang dinyatakan dalam satuan ms, mempresentasikan berapa lama rata-rata waktu yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu head setelah menggunakan head yang lain.


• Cylinder switch time
Mirip dengan head switch time, cylinder switch time berlaku untuk pergerakan silinder atau track.

• Rotational latency
Setelah head digerakkan ke suatu track yang diminta, head akan menunggu piringan berputar sampai sektor yang akan dibaca berada tepat di bawah head. Waktu tunggu inilah yang dikenal dengan rotational latency. Hard disk dengan putaran piringan yang makin cepat akan memperkecil rotational latency, tapi makin cepat piringan berputar akan menyebabkan hard disk akan lebih cepat panas.
Kecepatan putaran (rpm) Rotational Latency (ms)
3,600 8.3
4,500 6.7
5,400 5.7
6,300 4.8
7,200 4.2

Hubungan Kecepatan Putar dengan Rotational Latency


• Data Access Time
Didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk menggerakkan head dan menemukan sektor yang dimaksud. Ini merupakan gabungan dari seek time, head switch time dan rotational latency. Data access time dinyatakan dalam satuan ms.

• Transfer Rate
Didefiniskan sebagai kecepatan transfer data antara hard disk dengan CPU. Makin tinggi kecepatan transfer maka proses pembacaan atau penulisan akan berlangsung lebih cepat. Transfer rate dinyatakan dalam Megabyte per detik (MB/s).

Transfer rate ditentukan juga dengan sistem pemetaan yang digunakan di hard disk. Ada tiga macam tipe pemetaan, yang pertama adalah vertikal, kedua adalah horisontal sedangkan yang ketiga adalah campuran. Pada sistem pemetaan vertikal, penempatan data akan dilakukan dengan menghabiskan kapasitas satu silinder terlebih dahulu baru kemudian bergerak ke silinder berikutnya. Pada sistem pemetaan horisontal penempatan data dilakukan berdasarkan head, sedangkan pada sistem pemetaan campuran digunakan kombinasi silinder dan head.

Interface Transfer Rate (MBps)
Standard IDE / PIO 0 3,3
Standard IDE / PIO 1 5,4
Standard IDE / PIO 2 8,6
Fast ATA / PIO 3 13,3
Fast ATA-2 / PIO 4 / EIDE 16,6
Ultra ATA / UDMA 33 33
Ultra ATA-2 / UDMA 66 66
SCSI 5
Fast SCSI 10
Ultra SCSI 20
Fast Wide SCSI 20
Ultra Wide SCSI 1 40
Ultra Wide SCSI 2 80
Ultra Wide SCSI 3 160
Transfer Rate Berbagai Interface Harddisk

• Data Throughput Rate
Parameter ini merupakan kombinasi dari data access time dan transfer rate. Didefinisikan sebagai banyaknya data yang dapat diakses oleh CPU dalam satuan waktu tertentu. Data throughput rate tidak hanya dipengaruhi oleh hard disk, tapi juga oleh CPU dan komponen-komponen lain.



Cara Memasang Master Slave IDE drive
P. KEGIATAN PEMELAJARAN II

1. Sub Kompetensi : Melaksanakan instalasi sistem operasi sesuai installation manual

Teori Dasar 2
2.1. Perkembangan Sistem Operasi

Seiring dengan perkembangan waktu, Sistem Operasi WINDOWS yang dikeluarkan oleh perusahaan Microsoft mengalami perkembangan yang amat pesat. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, WINDOWS berkembang mulai dari WINDOWS 3.1, WINDOWS 95, WINDOWS 97, WINDOWS 98 (SE) WINDOWS ME (Millenium Edition), sampai yang paling baru yakni WINDOWS 2000. Umumnya versi baru merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya, tetapi memilki kelemahan dalam kebutuhan komponen minimal yang harus dimiliki oleh sistem komputer kita, terutama berkenaan dengan CPU speed, RAM, dan ruang pada harddisk.














2.2. Menginstall Windows
Untuk dapat menggunakan Windows, hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah menginstall Windows tersebut pada PC yang kita gunakan. Untuk langkah peng-install-an ini, kita dapat meng-install-nya dari CD source Windows ataupun antar hard disk dan bisa juga lewat jaringan.
2.2.1. Langkah-langkah menginstall windows98
Pada proses install ini kita harus mencari file “Setup.exe” , lalu jalankan file tersebut dan ikutilah langkah-langkah yang ditampilkan pada layar monitor PC anda.

Setelah selesai, biasanya Windows akan melakukan penyesuaian setting dan konfigurasi pada PC anda. Pada proses ini akan dilakukan proses setting dan konfigurasi hardware, konfigurasi tanggal dan jam serta letak geografis tempat di mana anda berada, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan PC anda saat anda meng-install Windows.

Khusus untuk setting dan konfigurasi hardware pada komputer, terdapat istilah “Plug and Play” yang artinya bahwa bila suatu device/hardware ditancapkan dalam komputer dan kemudian komputer dinyalakan, maka automatis Windows akan mendeteksi device tersebut, selanjutnya bila Windows telah memilki drivernya Windows akan langsung menginstalnya termasuk settingnya, bila Windows tidak memilkinya maka Windows akan meminta driver device tersebut. Plug and Play ini diperkenalkan sejak diluncurkannya Windows 95. Fasilitas ini tidak terdapat pada Windows versi sebelumnya.

Peripheral yang langsung dideteksi Windows misalnya mouse, keyboard, CD-ROM, beberapa VGA card dan Sound card, dan beberapa device lain.
Windows yang telah kita install ini hanyalah merupakan sebuah operating system bagi PC, sedangkan untuk software-software aplikasi yang akan kita gunakan, kita harus meng-install-nya terlebih dahulu (untuk proses peng-installan-nya hampir mirip dengan proses install pada Windows). Begitu pun bila kita ingin menghapus suatu aplikasi, kita tidak dapat dengan del-del saja, tetapi harus mengikuti prosedur berupa uninstall, karena bila kita main-main dengan del, akan terjadi kekacauan pada system karena ada missing link atau resources yang digunakan oleh beberapa program.

Untuk memulai menginstalasi system operasi berbasis GUI yang pertama harus dilakukan yaitu dalam Proses booting akan dilanjutkan dengan mengalokasikan dan me-load disk operating system (DOS). Pertama BIOS akan mencari apakah di dalam boot record untuk drive list yang ada dalam CMOS sebagai "first bootable drive" (biasanya drive A:\). Boot record pada sektor yang paling pertama dari disk untuk setiap disk yang formatted under DOS. Jika disk tersebut memang sebuah boot disk maka boot record akan memuat informasi sebagai lokasi sistem operasi pertama IO.SYS. Sebaliknya, jika diks tersebut bukan disk boot maka boot record akan memuat sebuah program yang akan menampilkan pesan sebagai berikut...
Nonsystem disk or disk error
Replace and strike any key when ready...
Jika tidak terdapat disk dalam drive A:\ sistem akan kembali pada bootable device yang ada pada list CMOS (biasanya drive C:\ atau d:\)
cari file setup exe dari drive c:\ atau d:\

Q. KEGIATAN PEMELAJARAN III

Sub Kompetensi : Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi dan melakukan troubleshooting sederhana
Teori Dasar 3
3.1. Langkah pengoperasian sistem operasi
3.1.1.Menjalankan Windows 98
1. Hidupkan komputer dengan cara menekan tombol power.
2. Apabila pada PC sudah diinstall win98 maka otomatis nanti akan langsung masuk pada menu awal win98, tinggal menunggu
3. Setelah masuk pada menu awal windows,kita bebas akan bekerja menggunakan apa dengan cara mengklik tombol start, dan seterusnya tergantung apayang kita butuhkan.
3.1.2.Menutup windows98
Setelah selesai bekerja dengan menggunakan windows,apabila mengiinkan untuk keluar dari windows caranya adalah :
1.Menutup area kerja yang ada pada windows dengan cara :
• Menekan tombol close atau tanda silang yang ada pada windows kerja
• Mengklik File  pilih Exit
2.Setelah area kerja tertutup semua langkah selanjutnya adalah :
• Mengklik start
• Shut Down
3.Akan muncul pesan untuk menekan tombol power untuk mematikan komputer.
3.2. Kesalahan yang biasa terjadi pada sistem operasi windows
Kesalahan yang sering terjadi dapat diketahui dengan menganalisa langkah-langkah instalasi sistem operasi berbasis GUI dimana operating sistem yang digunakan disini adalah microsoft windows 98, dengan menganalisa langkah-langkah instalasi,







































Kesalahan yang sering terjadi melihat dari bagan yang ada diatas adalah prosedur instalasi dan setting bios. Selain melihat dari prosedur instalasi kita juga bisa melihat kesalahan yang terjadi dari tampilan error message yang ada pada layar monitor.
3.2.1. Troubleshooting kesalahan
Kesalahan biasanya terjadi akibat user tidak mengetahui alur kerja yang benar dalam bekerja. Oleh karena itu akan disampaikan alur kerja yang benar dalam mengintal system operasi berbasis GUI khususnya menginstal Windos98.
Sebagai Langkah awal yang harus dilakukan setelah kita mengintall windows98 adalah melakukan setting pada BIOS yang ada pada system operasi itu sendiri. Disini akan dijelaskan default dari setting BIOS
A. Setting BIOS
Ras# to Cas# delay
• Angka clock untuk waktu tunggu antara RAS dan CAS
• Semakin kecil setting memory akan di access semakin cepat
Ras# Precharge time
• Angka tunggu untuk Precharge pada memory chip
• Semakin kecil angka setting semakin cepat memory di access
CPU to PCI IDE posting
• Waktu dari CPU ke PCI bus dapat di buffer oleh controller
• Aktifkan dan setting pada angka terkecil. misalnya 3t adalah lebih cepat dari pada 4t
System BIOS cacheable
• Memindahkan (Copy) system BIOS kedalam memory
• Setting ini hanya efektif dengan system BIOS pada setting Shadowed. Cache BIOS ROM adlah pada F0000H-FFFFFH melalui L2 cache. Baiknya, peningkatan pada access sistem BIOS. Dimana, tidak terjadi translate ke sistem yang lebih baik sebaik operating sistem tidak memerlukan system BIOS terlalu banyak. Rekomendasinya adalah setting Disable pada SYstem BIOS cache. karena selain membuang L2 cache pada Bandwidth, pada program yang mengunakan area BIOS ROM tersebut akan terjadi Crash
Video BIOS cacheable
• Memindahkan (Copy) BIOS Video ke memory
• Sebaiknya setting Disable, pada BIOS ROM C0000H-C7FFFH akan melalui L2 cache memory. Sistem ini akan memperbaiki performance Video BIOS. Tetapi tdaik meningkatkan kecepatan pada OS yang mengunakan access pada Video card hardware secara langsung. Selain itu juga, akan membuang percuma alokasi L2 cache memory untuk pemakaian alokasi pada BIOS ROM.
• Diset pada disable
Video Ram Cacheable
• Mengcopy RAM pada VGA card ke memory untuk mempercepat access
• Video ROM mengunakan alokasi L2 cache pada A0000H-AFFFFH. Tujuannya adalah mempercepat access pada Video memory. Cara ini tidak membuat performance meningkat.
• banyak VGA card yang sudah mengunakan bandwidth sampai 5.3GB/detik pada DDR misalnya. Sementara SDRAm hanya memiliki kecepatan 0.8GB/detik atau 1.06GB/detik pada kecepatan PC 133. Misalnya mengunakan P3 650, dengan L2 cache bandwidth 20.8 GB (256bit X 650MHz), hal ini membuat penampilan yang lambat pada SDRAM dimana memory VGA sebenarnya dapat bekerja lebih cepat dibandingkan alokasi ke SDRAM memory.
• Umumnya tidak dibutuhkan, karena memory VGA sudah lebih cepat.
16 dan 8 Bit I/O Recovery time
• Angka pada cycle clock untuk menperlambat proses I/O
• Diset pada angka terkecil untuk mempercepat proses I/O

Passive Release
• Mengijinkan CPU ke PCI bus untuk memproses selama non aktif.
• Setting terbaik adalah enable.
Delayed Transaction
• Feature chipset untuk 32 bit melakukan penulisan dari buffer dengan delay cylce.
• Setting adalah Enable, jika mengunakan PCI device yang sudah mendukung versi 2.1. Bila mengalami masalah pada PCI (tidak mendukung versi 2.1) sebaiknya di disable.
SDRAM RAS to CAS delay
• Mendelai setelah CAS berhasil memproses signal dari RAS atau waktu tunggu antara data dari Row address strobe ke Column address stribe.
• Dapat diaktifkan (enable), tetapi pada SDRAM yang hanya berkecepatan rendah akan membuat computer hang. Bila memory gagal, sebaiknya dilakukan setting Disable.
SDRAM RAS Precharge time
• Jumlah waktu tunggu yang dibutuhkan untuk merefresh memory sebelum process selanjutnya.
• Semakin kecil semakin mempercepat proses memory.
SDRAM CAS latency
• Setting memory untuk latency time, umumnya sudah diset pada SDRAM.
• Semakin kecil semakin baik, tergantung kecepatan memory.
Quick power on selft test
• Mempercepat waktu power cool boot start
• Setting di enable untuk mempercepat computer melakukan booting


Video ROM shadow
• Mengcopy address ROM dari VGA ke memory
• Dapat diaktifkan pada VGA model lama, Disable bila VGA sudah mengunakan teknologi baru
PCI/VGA Palette snoop
• Sinkronisasi antara palette di dua vga card
• Di disable untuk setting terbaik, enable bila terdapat VGA dengan MPEG atau VGA/TV converter.
PNP OS Instlled
• Bila sistem OS mengunakan PnP sistem, maka dapat di set dengan ON, hal ini mengijinkan Management device resource mengambil alih dalam penanganan hardware
• Untuk pilihan NO, bila sistem OS tidak PnP, dan BIOS akan menangani sistem Hardware secara manual.
Force Update ESCD / Reset Configuration Data
• ESCD (Extended System Configuration Data) adalah feature dari sistem PnP BIOS yang menyimpan sistem IRQ, DMA dan IO serta memory pada seluruh hardware baik ISA, AGP dan PCI. Normalnya setting di set Disabled.
• Tetapi bila mengunakan menambah card baru, sistem akan di rekonfigurasi kembali dan kemungkinan akan terjadi konflik. Untuk Bila sistem OS mengunakan PnP sistem, maka dapat di set dengan ON, hal ini mengijinkan Management device resource mengambil alih dalam penanganan hardware. Setting Enable akan memperbaharui data pada BIOS dan pada process BOOT selanjutnya akan di set ke Disable kembali oleh BIOS.
Resource Controllerd By (Auto, manual)
• BIOS mampu secara otomatis mengkonfigurasi sistem pada proses BOOT dengan kompatible hardware yang PnP. Normalnya di set AUTO. BIOS akan secara otomatis mengenal IRQ dan DMA channel.
• Tetapi ila terjadi masalah pada sistem Reource secara otomatis, maka setting IRQ dapat diset dengan IRQ dan DMA secara manual. Juga anda dapat melakukan setting manual untuk IRQ dan DMA cahnnel dengan mengaktifkan LEGACY ISA A atau PCA/ISA PnP.
• Legacy ISA device adalah sistem spesifikasi PC/AT dan dibutuhkan untuk setting IRQ /DMA agar bekerja.
Assign IRQ for VGA (Enable - Disable)
• Untuk hardware VGA card highend seperti 3D accelerator card membutuhkan setting Enable. Setting disable dapat menyebabkan operasi card menjadi low performance. Untuk baiknya bila terjadi masalah pada VGA sebaiknya di set Enable.
Assign IRQ for USB (Enable - Disable)
• Fungsi ini mirip dengan Enable dan Disable alokasi IRQ untuk USB
• Setting Enable, bila mengunakan USB
• Setting Disable, akan menyebabkan USB device tidak bekerja dengan baik. Atau bila tidak memiliki USB device sebaiknya di set Disable.
PCI IRQ Activaded By (Edge - Level)
• Edge adalah sistem triggered (mengunakan single Voltage) untuk IRQ PCI card. Setting ini untuk ISA card atau PCI card jenis lama.
• Level adalah setting multiple voltaged levels.
PIRQ
• Pada PCI slot mampu mengaktifkan 4 interupt, INT A, B, C, D
• AGP slot mampu diaktifkan dengan 2 INT, A dan B
• Normalnya, masing masing slot di alkokasikan dengan INT A. Dan INT lainnya di cadangkan untuk AGP/PCI device lain yang membutuhkan lebih dari 1 IRQ atau juga IRQ dibutuhan.
• AGP slot dan PCI slot 1 mengunakan IRQ yang sama, Maka untuk menghindari konflik, hindari pemakaian slot 1 dengan AGP.
• Juga pada PCI slot 4 dan 5 mengunakan IRQ yang sama, Hindari pemasangan hardware yang mengunakan INT pada slot 4-5
• Untuk USB pengunakan PIRQ 4


Signals AGP Slot
PCI Slot 1 PCI Slot 2 PCI Slot 3 PCI Slot 4
PCI Slot 5
PIRQ_0 INT A INT D INT C INT B
PIRQ_1 INT B INT A INT D INT C
PIRQ_2 INT C INT B INT A INT D
PIRQ_3 INT D INT C INT B INT A
• Normalnya, biarkan setting secara AUTO. Tetapi bila dibutuhkan anda haris menandakan IRQ untuk masing masing AGP dan PCI. Contoh diatas dapat dibuat seperti, misalnya PCI network pada PCI slot 3, maka pada table menunjukan primary PIRQ adalah 2, sebab slot tersebut di alokasikan dengan kemungkinan INT A
• Setelah itu, pilih IRQ yang ingin digunakanuntuk menandakan slot PIRQ. Jika network mengunakan IRQ 7 (terlihat pada BIOS(, dan setting PIRQ 2 digunakan adalah 7. BIOS akan menalokasikan IRQ 7 sebagai slot 3.
• yang perlu diingat, bahwa BIOS akan mencoba mengalokasi PIRQ yang dilink pada INT A pada masing masing slot. Juga pada APG dan PCI slot primary PIRQ adalah IRQ 0. Sementara PCI slot 2 mengunaknan Primary PIRQ 1 dan selanjutnya..
PCI Dynamic Bursting (Enable - Disable)
• Setting tersebut adalah mengaktifkan Write Buffer pada PCI. Jika di Enable, maka writing data transaksi pad PCI bus akan melalui buffer. Burst Transaksi juga akan dilakukan secepat mungkin
• Setting sebaiknya di Enable. Dengan setting Enable, tranfer data buffer akan secepatnya dikembalikan atau di Flush sehingga tidak terjadi delay proses.
PCI Master 0 WS (Wait State) write (Enalbe - Disable)
• Dengan Enable, tranfer data PCI akan di proses secepat mungkin
• Dengan Disable, tranfer data PCI akan didelay 1 wait state
• Rekomendasi untuk setting digunakan Enable
• Untuk delay 1 wait state adalah rekomendasi pemakaian pada overclock PCI Bus
Langkah pertama kali yang harus diambil adalah mengganti setting booting tergantung kita akan melakukan booting dari drive yang mana, a:\ , c:\ , d:\ untuk lebih mudahnya setting BIOS secara default dimana BIOS akan melakukan konfigurasi yang terbaik.
MODUL
MENGINSTALASI SISTEM OPERASI BERBASIS TEKS


R. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Mempersiapkan instalasi sistem operasi berbasis text

I. TEORI DASAR


Sistem Operasi (OS) merupakan bagian dari software komputer yang berfungsi sebagai interface (penghubung) antara aplikasi user, hardware komputer, dan software komputer.



Karena itu, sistem operasi harus memilki kemampuan untuk bertindak sebagai :
• Coordinator, yaitu menyediakan fasilitas sehingga instruksi yang kompleks dapat dikerjakan dalam tingkatan tertentu.
• Guardian, memiliki access controls untuk melindungi file dan mengadakan restriksi terhadap reading/writing/executing data dan program
• Gatekeeper, mengendalikan siapa saja yang dapat masuk ke dalam sistem momputer tersebut
• Accountant, menjaga kerja CPU, penggunaan memory, termasuk media penyimpan (storage devices)
• Server, melayani aplikasi yang dibutuhkan oleh user


I.1. Kategori

Berdasarkan user yang dapat dilayani, sistem operasi dapat dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu berdasarkan :
1. Jumlah User
• Single user
Sistem operasi yang hanya dapat melayani seorang user pada saat yang bersamaan.Yang masuk dalam kelompok ini di antaranya adalah DOS, WINDOWS 3X, WINDOWS 9X.

• Multi user
Sistem operasi yang dapat melayani lebih dari satu user pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh adalah WINDOWS NT,WINDOWS XP, WINDOWS 2000 Server, WINDOWS 2000 Profesional, WINDOSW Server 2003, UNIX, LINUX.

2. Jumlah Instruksi
Sistem operasi juga dapat dikelompokkan menurut jumlah instruksi yang mampu dijalankan pada saat bersamaan.
• Mono-tasking
Sistem operasi yang hanya mampu menjalankan satu buah instruksi pada saat bersamaan.
contoh : DOS x.x
• Multi-tasking
Sistem operasi yang dapat menjalankan lebih dari satu instruksi pada waktu bersamaan. Pada sistem ini, Sistem operasi menentukan aplikasi mana yang harus dikerjakan dan berapa waktu yang disediakan unutk aplikasi tersebut sebelum mengerjakan aplikasi yang lain. OS juga mengatur pembagian internal memory di antara aplikasi-aplikasi tersebut.
contoh : Windows

I.2 Perkembangan Operating Sytem

Seiring dengan perkembangan jaman, maka Operating System-pun mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, muali dari yang sangat sederhana, yaitu DOS (Disk Operating System) sampai dengan yang cukup modern seperti Windows (Windows versi 3.x sampai dengan Windows 2000), Mac OS, dan UNIX (Linux, FreeBSD, dsb).

Perkembangan Operating System ini tidak berlangsung seenaknya saja, tatapi sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia.

Berikut ini kita akan membahas mengenai Sistem Operasi Berbasis Teks yaitu Sistem operasi yang tampilannya berupa teks dan untuk perintah – perintah nya menggunakan perintah teks (command line) yaitu : DOS dan Linux.

a. DOS (Disk Operating System)
DOS (Disk Operating System) adalah sistem operasi pertama yang dijalankan pada komputer IBM PC kompatibel. Sistem operasi ini pertama kali dikembangkan oleh IBM kemudian dilanjutkan oleh Microsoft. Saat ini, meskipun Microsoft telah mengeluarkan WINDOWS yang lebih user-friendly, tetapi aplikasi DOS tetap disertakan.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, DOS merupakan sebuah sistem operasi yang bersifat single-user dan mono-tasking. DOS tidak membedakan antara penulisan command dengan huruf kecil maupun kapital.


b. LINUX
Linux adalah Unix clone, kernel nya ditulis oleh Linus Torvalds dan dikembangkan dengan bantuan programer dan hackers dari seluruh dunia. Linux memiliki semua feature yang dimiliki oleh Unix, termasuk multitasking, virtual memory, shared libraries, demand loading, shared copy-on-write exexutables, proper memory management dan TCP/IP networking.
Dengan feature sekelas 'real operating system' tersebut tidak membuat Linux menjadi mahal harganya, justru Linux dapat diperoleh secara gratis. Kalaupun ada sedikit charge itu hanya sebagai ongkos distribusi atau pembelian cd belaka.
Linux di distribusikan dibawah GNU General Public License yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang hak ciptanya tetapi orang lain dimungkinkan menyebarkan, memodifikasi atau bahkan menjual kembali program tersebut tapi dengan syarat source code asli harus tetap disertakan dalam distribusinya.

I.3 Hardware yang dibutuhkan
Linux pertama kali dikembangkan untuk PC berbasis 386/486 dan kemudian dikembangkan juga untuk mesin-mesin lain. Hingga saat ini Linux juga berjalan di mesin-mesin DEC Alpha, SUN Sparcs, M68000 (seperti Atari dan Amiga), MIPS serta PowerPC.
Linux bisa berjalan hanya dengan 150MB spasi hard disk, 2 MB RAM tapi secara realistis tentunya dibutuhkan ruang lagi untuk development tools, data dan sebagainya maka dibutuhkan sekitar 250MB spasi hard disk dan 12-16MB RAM. Kebutuhannya akan meningkat bila kelak dipasang Xwindow dsb.
Sebagai sistem operasi modern Linux mendukung banyak sekali hardware yang beredar di pasaran tapi beberapa memang tidak didukung karena masalah teknis atau sekelompok sukarelawan sedang sedang mengusahakan driver-nya.

KEGIATAN PEMELAJARAN II

Sub Kompetensi : Melaksanakan instalasi sistem operasi sesuai installation manual
II. Instalasi Sistem Operasi Berbasis Teks

II.1 Langkah – langkah instalasi

 Instalasi Sistem Operasi DOS
Langkah-langkahnya sbb :
1. Siapkan diskette source DOS
2. Atur BIOS untuk melakukan booting pertama menggunakan Floppy Disk Drive
3. Masukkan diskette.
4. Sistem akan masuk ke menu setup, ikuti petunjuk yang ditampilkan di layar.
 Instalasi LINUX
Langkah-langkahnya sbb :
1. Siapkan CD source Linux
2. Atur BIOS untuk melakukan booting pertama menggunakan CDROM Drive
3. Masukkan CD Linux pada CDROM Drive
4. Tunggu beberapa saat sampai keluar perintah bahwa Linux siap diinstal, lalu tekan Enter.
5. Kotak dialog pertama kali yang muncul setelah program diatas dijalankan adalah kotak selamat datang dari Red Hat, kemudian pilihan monitor, berwarna atau tidak.
6. Kotak dialog selanjutnya adalah pilihan keyboard, gunakan tanda panah atau tombol TAB untuk bergerak.



8. Selanjutnya adalah kotak dialog pilihan metode instalasi yang akan dipakai, pilihan pertama Local CDROM dan yang lain NFS, Hard disk, FTP serta SMB. Untuk kali ini pilihan metode instalasinya adalah dari CDROM (untuk yang lain mungkin di lain waktu akan saya coba juga).

Program instalasi akan menanyakan apa jenis CD-ROM drive. Kebanyakan CD-ROM drive untuk home PC adalah IDE/ATAPI. Bila jenisnya SCSI CD-ROM drive selanjutnya program menanyakan jenis adapter SCSI-nya. Bila CD-ROM drive bukan termasuk keduanya, pilih other dan driver untuk CD-ROM tersebut.
9. Setelah semua informasi benar di masukkan, program menanyakan apakah akan menginstalasi sistem baru atau upgrade. Pilihan upgrade hanya bisa dilakukan bila versi lama dari RedHat Linux yang berbasis RPM telah ada dalam komputer.

Bila yang di pilih Install, program secara otomatis akan menjalankan program utilitas fips atau disk druid yang akan menyusun partisi-partisi hard disk.
10. Partisi Hard Disk
PERHATIAN: Terutama yang akan berbagi partisi dengan sistem lain (Windows95, OS/2 dll). Kesalahan mempartisi hard disk dapat menghapus seluruh sistem dan isi hard disk oleh karena itu lakukan bagian ini dengan hati-hati, bila perlu backup dulu sistem yang ada.


Perintah-perintah yang di gunakan dalam program partisi fdisk adalah:
• m, untuk menampilkan seluruh perintah yang tersedia berikut penjelasannya/help.
• p, untuk menampilkan tabel partisi hard disk.
• n, membuat partisi baru.
• t, mengeset atau merubah tipe partisi.
• l, menampilkan daftar tipe-tipe partisi berikut nomor ID masing-masing.
• w, menyimpan semua perubahan yang telah dilakukan.
Sebelum mulai, selalu periksa informasi partisi hard disk saat itu dengan perintah p. Sedikitnya diperlukan dua buah partisi untuk Linux, yaitu partisi untuk root dan swap tapi bila spasi hard disk tidak membatasi bisa di buat beberapa partisi lain.
Partisi dibuat dengan perintah n dan kemudian bisa dipilih e untuk partisi extended dan p untuk partisi primer. Pilih p untuk pertama kali ini. Berikutnya adalah menentukan silinder awal dan besar partisinya, misalanya untuk partisi ini diinginkan besarnya 500MB maka masukkan +500M. Sampai disini, partisi Linux native yang pertama sudah terbentuk.
Selanjutnya adalah membuat partisi swap. Partisi ini digunakan sebagai penampung informasi yang sedang tidak digunakan oleh RAM, tujuannya agar RAM tetap memiliki ruangan yang kosong untuk menerima informasi baru. Beberapa orang berpendapat partisi ini harus diberikan sedikitnya 32MB saat menjalankan X Window atau sedikitnya 2 kali jumlah RAM. Tapi beberapa orang yang memiliki RAM lebih dari 64MB melaporkan sistem mereka dapat bekerja dengan baik walaupun tanpa partisi swap.
Membuat partisi swap sama halnya dengan diatas, dengan perintah n, pilih p dan tentukan silender awal serta besarnya partisi swap tersebut. Untuk partisi swap, tipe partisinya harus dirubah dengan perintah t dan masukkan kode hex 82 untuk partisi ini.
Bila ruang hard disk masih tersisa ulangi pembuatan partisi yang lain. Kita di ijinkan membuat hingga empat buah partisi primer dalam sebuah hard disk, setelah itu hanya dapat di buat partisi extended di masing-masing partisi primer.
Setelah semua partisi di buat, tekan w untuk menyimpannya dan akan kembali ke program instalasi. Selanjutnya partisi swap baru di buat akan di format supaya bisa di gunakan untuk Linux. Bila ada partisi sistem lain, misalnya Windows95, kita diberi kesempatan untuk memberikan nama mount point ke partisi tersebut agar nanti Linux bisa membaca partisi tersebut. Tombol Edit dapat digunakan untuk merubah mount point masing-masing partisi.



11. Instalasi Paket Program
Instalasi paket program adalah tahap berikutnya dari rangkaian tahap instalasi RedHat Linux. Instalasi paket program juga akan dipandu dengan baik, pertama kali akan ditampilkan kotak dialog yang menampilkan komponen program yang telah dikelompokkan secara rapi oleh RedHat. Tapi kita bisa memilih paket-paket program apa yang ingin di instalasi dengan mengaktifkan(memberi tanda *) pada pilihan Select individual packages.

Kadang-kadang, program tertentu tergantung pada program lain supaya dapat bekerja dengan baik. Hal ini disebut dependency dan ini sering terjadi bila user yang tidak berpengalaman memilih Select individual packages dan menentukan sendiri paket program yang ingin di instalasi. Tapi tidak perlu khawatir, bila program instalasi mendeteksi adanya paket program tidak dipilih padahal dibutuhkan oleh paket program lain maka secara otomatis program instalasi akan menunjukkan paket-paket program yang harus di instalasi.


12. Format, Instalasi dan Menunggu
Tugas selanjutnya biarlah dikerjakan oleh program instalasi, memformat semua partisi dan menginstalasi paket program yang telah ditentukan. Pekerjaan ini akan memakan waktu sedikit lama dan yang dapat kita lakukan saat itu adalah hanya menunggu
Bila tidak ada masalah, waktu menunggu akan berakhir dengan tampilan kotak dialog selanjutnya, yaitu Konfigurasi Alat seperti mouse, video, monitor, kartu ethernet dan printer.
13. Konfigurasi Alat
a. Mouse
Setelah memformat seluruh partisi dan menginstalasi semua paket program, selanjutnya secara otomatis program instalasi akan mendeteksi kehadiran mouse berikut port di mana mouse tersebut dihubungkan.
b. Video Card dan Video Monitor
Bila saat instalasi paket program kita memilih X Window System, maka program instalasi akan menjalankan Xconfigurator. Pertama, akan ditanyakan informasi mengenai kartu video bila kartu video yang kita miliki tidak ada dalam daftar yang di berikan, cobalah pilih unlisted card. Kedua, Xconfigurator akan memberi daftar pilihan monitor atau pilih saja custom bila monitor milik kita tidak ada dalam daftar.
Selanjutnya adalah pilihan modus video. Pilih modus video yang ingin di jalankan tapi perhatikan jumlah memori video yang dimiliki, untuk 1MB video memori tidak cukup baik menjalankan modus 32.
Semua informasi di atas akan ditulis dalam file /etc/X11/XF86Config.
c. Networking
Bila komputer tidak di rencanakan untuk di hubungkan dengan mesin lain dalam suatu jaringan, pilih saja No. Bila dipilih Yes, kita harus memasukkanIP address, netmask, default gateway dan nameserver primer serta domain name, hostname dan nameserver tambahan lainnya.
d. Printer
Konfigurasi printer bisa di lewati dan di setup di lain waktu. Koneksi printer dapat dipilih: Local, Remote atau LAN-Manager. Kemudian ditanyakan nama queue, direktori spool, merek dan modelnya, ukuran kertas yang dipakai serta kedalaman warna bila printernya berwarna.
Untuk local printer harus diberikan nama port dimana printer tersebut dihubungkan. Untuk remote printer memerlukan IP address host serta nama queue di remote host. Sedangkan untuk printer LAN-Manger memerlukan nama host, IP number host, nama printer, username yang akan menggunakan printer dan password-nya.
e. Clock
Program instalasi juga akan menanyakan time zone dimana kita berada dan mengeset CMOS clock komputer. Bila clock diset untuk waktu lokal, Linux maupun sistem operasi lain (seperti Windows95) akan menggunakan clock tersebut. Bila diset menggunakan GMT atau UTC, Linux akan mengikuti perubahan itu tapi Windows95 tidak.
f. Password
Isian password muncul setelah seting clock. Password ini adalah password root dan digunakan untuk melindungi sistem. Perlu dua kali memasukkan password dengan benar, password sedikitnya enam karakter atau angka dan dapat berupa huruf besar atau kecil, atau campuran diantara itu semua. Password sebaiknya tidak mudah ditebak orang lain dan jangan melupakan password ini karena sistem tidak akan bisa dibuka tanpa password.
Kotak dialog berikutnya adalah Instalasi LILO, Linux Loader.
14. Instalasi LILO
Setelah mengeset password, selesai sudah instalasi RedHat Linux. Bisa dilanjutkan dengan menginstalasi LILO jika dikendaki. Kotak dialog LILO menanyakan di mana LILO akan di instalasi. Pilih dimana LILO akan diletakkan atau Skip saja bila tidak ingin menginstalasinya. Cobalah dengan memilih MBR.

Setelah menekan Ok, program instalasi akan mereboot sistem, tunggu beberapa detik. Pada beberapa komputer ada kalanya BIOS melaporkan adanya penulisan di MBR, pilih saja Ok atau expected (karena memang kita sengaja menuliskan informasi LILO di MBR).
Prompt boot: menandakan LILO telah dimuat tekan Enter atau biarkan beberapa saat , LILO akan meload kernel Linux (defaultnya, LILO akan meload Linux). Ketikan root pada prompt login: dan isi password pada prompt password:
Bila melihat prompt pagar seperti ini
[root@localhost root] #
S. berarti instalasi yang melelahkan ini telah berhasil. Selamat!
KEGIATAN PEMELAJARAN III

2. Sub Kompetensi : Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi dan melakukan troubleshooting sederhana

III. SISTEM OPERASI BERBASIS TEXS


A. DOS (Disk Operating System)
DOS (Disk Operating System) adalah Sistem Operasi yang berbasis teks dan tergolong tua dibandingkan windows dan linux.
Langkah –langkah untuk mengoperasikan Dos dalam PC adalah :
a. Buat boot pada BIOS dengan urutan : CD Rom – Floppy disk – Harddisk.
b. Siapkan disket Startup. Disket ini dapat diambil dari master OS windows.
c. Insert(masukkan) startup disk tersebut ke floppy disk.
d. Hidupkan PC, maka akan boot ke floopy disk.
e. Jika tidak ada masalah dengan disket dan floppy disk, maka pada layar akan muncul A>.
Ini menunjukkan dos siap untuk dijalankan.

 Command (perintah) DOS
Bila kita hidupkan komputer yang memiliki sistem operasi DOS, maka kita akan melihat di layar :
C:\> Inilah yang disebut Command Prompt
Beberapa command penting yang ada dalam DOS
Ada dua macam perintah dalam DOS, yaitu :
1. Internal Command
Yaitu perintah-perintah yang dapat dijalankan langsung dari prompt hanya dengan file command.com (bersama IO.SYS dan MSDOS.SYS tentunya).
Contoh :

Command Fungsi
Ver Mengetahui versi DOS yang dimiliki oleh komputer
Dir Melihat isi dari sebuah directory
dir/w menampilkan isi dari sebuah directory secara melebar
di layar
dir/p menampilkan isi dari sebuah directory halaman demi
halaman
dir/p/w menampilkan isi sebuah directory melebar halaman demi
halaman
Cd Berpindah directory
Misalkan bila pada command promt kita ketikkan
cd dos
Maka kita masuk pada directory DOS
cd\ Pindah ke root directory (A, C, D,…….)
cd.. Pindah ke directory yang berada di atasnya
Md Membuat directory baru
misalkan kita ingin membuat directory bernama salman, pada prompt kita ketikkan : md salman
Rd Menghapus directory
misal kita ingin menghapus directory salman, kita ketikkan
rd salman
copy - Meng-copy satu file
misal untuk meng-copy file bernama EDIT.HLP dari directory DOS ke directory salman, kita ketikkan
copy c:\dos\edit.hlp c:\salman
- Meng-copy kumpulan file bertype sama
misal untuk meng-copy file berekstensi .TXT, kita ketikkan
copy *.txt c:\salman
Ren rename file
ren nama_lama nama_baru
del Menghapus file
del nama.ekstensi menghapus file
del *.ekstensi menghapus seluruh file yang berekstensi sesuai dimaksud




2. External Command
Yaitu perintah-perintah yang memerlukan file tertentu untuk menjalankannya.
Contoh :

deltree Menghapus direktori tanpa mengosongkan dulu isinya
excopy Meng-copy direktori termasuk isi subdirektorinya
edit Merupakan text-editor yang disediakan oleh DOS
format ….: memformat drive yang dimaksud
fdisk Membuat partisi

 Instalasi Aplikasi Berbasis DOS
Pada umumnya aplikasi berbasis DOS dapat langsung dijalankan hanya dengan proses Copy. Proses yang ada biasanya adalah ekstraksi dari source yang terkompresi menjadi file yang langsung dapat dijalankan.

 Instalasi Peripheral Berbasis DOS
1. Mouse
Driver yang biasa diperlukan pada instalasi mouse adalah MOUSE.COM. Kecuali untuk mouse-mouse tertentu yang menyediakan driver sendiri.
2. CD-ROM
Yang dibutuhkan dalam instalasi CD-ROM adalah :
a. File MSCDEX sebagai program yang menjalankan CD-ROM. Program pada file ini bekerja di bawah OS yang sudah jadi. File ini di-load dengan memberikan perintah pada file AUTOEXEC.BAT sehingga setiap kali komputer dinyalakan akan automatis menge-load CD-ROM.
b. Driver berupa file dengan extension SYS. File ini tergantung pada CD-ROM yang kita pakai, dan tidak kompatibel antara driver satu jenis CD-ROM dengan CD-ROM jenis lain, kecuali Universal Driver. File ini di load pada file CONFIG.SYS.


Masalah yang muncul dalam sistem operasi dos antara lain adanya file yang tidak ada atau didalam penyimpanan ke disket atau harddisk tidak lengkap, sehingga dos tidak dapat bekerja. Misalnya file dengan eketension com.(Command.com) ataupun exe.(setup.exe). Jika ini terjadi maka solusinya copikan file command.com atau .exe terebut dari master boot OS. Atau buat startup disk lagi.

Troubleshooting
Format Hard Disk
Format hardisk ini dilakukan jika ternyata sistem operasi pada PC tidak dapat berjalan normal, meskipun sudah direplace dengan OS yang sama. Sebelum melakukan format ke atas hard disk, pastikan terlebih dahulu bahwa di dalam hard disk tersebut tersebut tidak terdapat data ataupun data telah dipindahkan kepada direktori yang lain. Biasanya hard disk di ‘format’ lain sekiranya ia diserang virus. Terdapat beberapa cara untuk melakukan format antaranya:-
1. Menggunakan program DEBUG.
2. Menggunakan program FDISK ( Low level format )
Format Menggunakan program DEBUG
- Mula-mula pasangkan dengan lengkap Hard Disk yang hendak diformat pada satu set komputer yang lengkap.
- Kemudian ‘Boot’kan komputer dengan mengguakan disket yang mempunyai sistem booting di dalamnya.
- Ketikan DEBUG pada A:\> prompt dan tekan ENTER
A:\> DEBUG
- Selepas itu dibawah arahan ini ketikkan seperti beikut:-
A:\> DEBUG
- g=c800:5 Tekan ENTER
- Selepas keluar arahan RETURN tekan ENTER sekali lagi.
- Apabila keluar arahan Y/N, kita perlu pilih/tekan ‘N’
- Hard Disk tersebut akan mulai diformat.
- Setelah selesai diformat, OS baru di install lagi.

Format Menggunakan program FDISK (Low Level Format)
- Mula-mula ‘set’kan sistem ‘booting’ kepada drive A: dengan cara memasuki ‘Setup’.
- Kemudian ‘boot’kan komputer tersebut dengan menggunakan disket yang mempunyai sistem ‘booting’ di dalamnya sehingga keluar A:/>.
- Pada A:\> ketikkan seperti berikut:-
A:\> FDISK Tekan ENTER
- Menu seperti berikut akan dipaparkan pada skrin:-
Choose one of the following:-
1. Create DOS partition or Logical DOS Drive.
2. Set active partition.
3. Delete partition or Logical DOS Drive.
4. Display partition information.
ENTER Choice : [x]
- Pilih ‘4’ dan tekan ENTER untuk melihat partition-partition yang terdapat didalam hard disk.
- Setelah pasti partition mana yang hendak di padamkan (delete), pilih ‘3’ dan tekan ENTER untuk memadamkan partition tersebut.
- Kekalkan partition mana yang tidak mahu di padamkan.
- Kemudian pilih ‘1’ (Create DOS partition) untuk membina semula partition yang dipadam tadi dan juga untuk membolehkan komputer ini
‘boot’ dengan sendirinya tanpa menggunakan disket.
- Komputer akan RESTART dengan sendirinya selepas arahan ini.
- Untuk format hard disk, masukkan disket yang mempunyai arahan format ke dalam drive A dan ketik seperti berikut:-
A:\> format c:/s/v
- Kemudian satu arahan untuk kepastian akan dipaparkan pada skrin. Pilih ‘Y’ untuk meneruskan arahan format ataupun ‘N’ sekiranya tidak memformat hard disk tersebut.

B. LINUX
Langkah-langkah pengoperasian OS Linux
Setelah OS linux terpasang maka:
1. Pilih OS linux.
2. Booting Lilo
3. Isi login # diisikan root, password (isi password yang telah dibuat)
4. Muncul pada layar [root @localhost root] # ……
5. Berarti OS linux siap menerima perintah-perintah (untuk menjalankan Linux)
6. Untuk keluar dari linux ketik halt yaitu [root @localhost root] #halt
)

PERINTAH - PERINTAH DASAR LINUX
Sintaks
Secara umum perintah pada Linux memiliki sintaks sebagai berikut :

perintah [option….] [argumen….]

 option adalah pilihan untuk mendapatkan hasil tertentu
 argumen adalah sesuatu yang akan diproses, misalnya file atau direktori

CATATAN :
Perintah dalam Linux adalah Case Sensitive yang berbeda dengan DOS Command. Pada DOS Command perintah ‘dir’ sama dengan ‘DIR’, tetapi pada linux ‘ls’ tidak sama dengan ‘LS’ atau ‘Ls’.

Perintah ls (list directory)
Perintah ini akan menampilkan isi sebuah direktori.
Bila Anda ketikkan :
# ls
maka akan ditampilkan isi direktori di mana Anda berada (working directory).
Perintah :
# ls /home/adjie
akan menampilkan isi direktori /home/adjie
option yang dapat digunakan antara lain
-a menampilkan semua file termasuk yang beratribut hidden, yaitu file atau direktori yang berawalan tanda titik (.)
-l menampilkan file dan direktori dalam tampilan yang lengkap, termasuk nama file, ukuran, tanggal modifikasi, owner, group dan atributnya.

Perintah cd (Change Directory)
Perintah ini untuk berpindah direktori.
Perintah :
# cd
akan membawa ke home directory Anda.
Perintah :
# cd /home/meong
akan membawa Anda ke direktori /home/meong.
Bila terdapat susunan direktori berikut : /usr/src/linux/arch
dan Anda sedang berada di direktori /usr/src/linux, maka bila Anda hendak masuk ke direktori arch, maka ketikkan :
# cd arch
sedangkan jika Anda ingin naik satu tingkat lebih atas maka ketikkan :
# cd ..
Perintah pwd (Print Working Directory)
Perintah ini digunakan untuk melihat di direktori mana Anda sekarang berada.
Perintahnya :
# pwd

Perintah more
Perintah more dapat Anda gunakan untuk melihat isi suatu file teks dengan layar perlayar, Artinya jika file Anda tampilkan ukurannya lebih dari suatu layar, maka more akan menghentikan tampilannya saat isi file telah mencapai satu layar. Anda dapat menlanjutkan ke tampilan berikutnya dengan menekan tombol [SPACEBAR], melihat baris berikutnya dengan tombol [enter], melihat baris sebelumnya dengan tombol b, atau keluar dari tampilan more dengan tombol q. Misalnya:
# more /etc/namedb/itb.com.bak
akan menampilkan isi file /etc/namedb/itb.com.bak layar per layar.
Indikator (15%) di baris paling bawah manandai posisi (dalam persen) dari seluruh isi file (yaitu file itb.com.bak) yang sekarang sedang ditampilkan.

Perintah cat
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file ke layar tanpa fasilitas tampilan layar per layar. Biasanya digunakan bersamaan dengan pipeline atau redirection.
Misalnya, untuk melihat dan menampilkan isi file /etc/passwd dan /etc/group, gunakan perintah:
# cat /etc/passwd /etc/group

Perintah rm
Perintah ini digunakan untuk menghapus direktori atau file. Misalnya:
# rm data.txt
akan menghapus file data1.txt yang terletak pada direktori tempat Anda berada sekarang, asalkan Anda memiliki hak untuk itu.
Perintah berikut akan menghapus file data.txt yang terletak pada direktori /usr/data, asalkan Anda memiliki hak untuk itu.
# rm /usr/data/data2.txt
Perintah berikut akan menghapus direktori data, yang terletak pada direktori /usr, beserta seluruh isinya.
# rm –r /usr/data

Perintah mkdir
Perintah ini digunakan untuk membuat direktori. Misalnya:
# mkdir data
akan membuat direktori data pada current directory. Perintah berikut akan membuat direktori januari pada direktori /usr/data, asal direktori data telah terdapat pada direktori /usr.
# mkdir /usr/data/ januari
Jika direktori data belum terdapat pada direktori /usr, Anda dapat menggunakan perintah berikut yang akan secar otomatis membuat semua direktori yang diperlukan dalam rangka membuat direktori januari.
# mkdir –p /usr/data/januari
Perintah berikut akan secara otomatis membuat direktori januari, februari, dan maret secara sekaligus pada current directory.
# mkdir januari februari maret
Pipeline
Pada UNIX dan Linux, hasil keluaran suatu proses program dapat diberikan sebagai input pada proses lainnya. Misalnya, jika Anda menampilkan isi direktori /etc dengan ls –1, maka hasil tampilannya akan sangat banyak dan Anda tidak sempat membaca nama file yang paling atas. Sementara itu, Anda telah mengenal perintah more, yang dapat digunakan untuk menampilkan sesuatu layar perlayar.
Dengan pipeline, Anda dapat memberikan keluaran perintah ls-1 sebagai masukan perintah more. Caranya adalah sebagai berikut:
# ls –1 /etc | more
Tanda vertical bar (|) adalah tanda yang digunakan untuk pipeline. Penggunaan pipeline pada perintah- perintah Linux tidak terbatas. Perhatikan lagi contoh berikut:
# ls /etc | sort | more
Program sort adalah program yang akan mensortir inputnya dan menampilkan hasilnya ke layar monitor.
Filter
Dengan menggunakan pipeline, Anda dapat melakukan filter, atau penyaringan hasil proses suatu program untuk ditampilkan sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Misalnya tampilan layar per layar (dengan pipeline ke more) atau tampilan tersortir (dengan pipeline ke sort).
Ada banyak perintah Linux dan Unix lainnya yang dapat Anda gunakan untuk melakukan penyaringan ini. Beberapa diantaranya adalah:

Perintah grep
Perintah grep digunakan untuk menyaring masukanya dan menampilkan baris-baris yang hanya mengandung pola yang Anda tentukan. Pola ini disebut reguler expression.
Misalnya, pada Linux terdapat perintah w yang digunakan untuk mengetahui siapa saja yang sedang login pada komputer Anda.
Untuk mengetahui siapa saja yang telah login sejak malam dan sore hari, Anda dapat menyaring tampilan perintah w sehingga hanya menampilkan baris-baris yang mengandung karakter “PM”
# w –h I grep PM
Catatan: Option –h akan menghilangkan header tampilan perintah w
Perintah grep dapat juga digunakan tanpa pipeline, yaitu mengambil inputnya langsung dari file. Misalnya, pada UNIX dan Linux terdapat file /etc/passwd yang berisi database user account yang terdapat pada komputer Anda. Jika Anda hendak melihat baris-baris pada file /etc/passwd yang mengandung kata dan (artinya Anda hendak mengetahui user account di komputer Anda yang namanya namanya mengandung kata dan, misalnya daniel, dani, buldan, dan sebagainya ), gunakan perintah:
# grep dan /etc/passwd

Perintah wc
Perintah wc dapat Anda gunakan untuk menghitung jumlah baris, kata, dan karakter dari baris-baris masukan yang diberikan kepadanya. Untuk mengetahui berapa baris, gunakan option –1, untuk mengetahui berapa kata, digunakan option –w, dan untuk mengetahui berapa karakter, gunakan option –c. Jika salah satu option itu tidak Anda gunakan, maka tampilannya adalah jumlah baris, jumlah kata, dan jumlah karakter.
Misalnya jika Anda ingin mengetahui berapa jumlah file yang ada pada direktori /etc, maka ketikkan perintah:
# ls /etc I wc –1
Hasilnya adalah :
84 753 4908
Artinya bahwa hasil tampilan isi direktori /etc terdiri dari 84 baris (file dan direktori), 753 kata, dan 4908 karakter. Perhatikan bahwa perintah ls umumnya manampilkan hasilnya dalam bentuk beberapa kolom, namun jika Anda menggunakan pipeline, ls secara otomatis mengubah tampilannya menjadi satu kolom.
Perintah wc dapat juga digunakan tanpa pipeline, yaitu mengambil inputnya langsung dari file.
Jika Anda jalankan perintah:
# wc data.txt
maka hasilnya adalah
3 15 104 data
yang artinya adalah bahewa file data.txt terdiri atas tiga baris, 15 kata, dan 104 karakter.

Perintah sort
Perintah sort digunakan untuk mensortir masukannya berdasarkan urutan nomor ASCII dari karakter. Misalnya Anda memiliki file kelas1.txt yang isinya sebagai berikut:
Badu
Zulkifli
Yulizir
Yudi
Ade
Maka untuk menampilkan file itu dengan urutan yang beraturan, gunakan perintah
# sort kelas1.txt
Misalnya Anda memiliki lagi file kelas2.txt yang isinya sebagai berikut:
Budi
Gama
Asep
Mukhlis
Maka untuk mencetak di printer kedua file yang Anda miliki itu dengan urutan berdasarkan abjad, gunakan perintah:
# cat kelas1.txt kelas2.txt | sort |lpr
Catatan: Perintah lpr adalah perintah untuk mencetak inputnya ke langsung printer.

Perintah cut
Perintah cut digunakan untuk mengambil kolom tertentu dari baris-baris masukannya, yang ditentukan pada option –c. Misalnya Anda ingin memproses hasil perintah who yang menampilkan informasi user yang sedang login suatu saat.
Seperti terlihat, nama user ditampilkan pada kolom 1-8, dan untuk mengambil kolom ini saja, Anda dapat menggunakan:
# who | cut -c1-8
Hasilnya adalah
Daniel
train-01
train-02
Catatan: Istilah kolom yang dimaksud di sini adalah kolom-kolom karakter yang terdapat pada layar monitor atau terminal Anda, biasanya maksimal 80 kolom.
Lihat pada manual (man cut) untuk cara penggunaan perintah ini secara lebih detail.

Perintah uniq
Perintah uniq digunakan untuk menghilangkan baris-baris berurutan yang mengalami duplikasi, biasanya digabungkan dalam pipeline dengan sort. Misalnya jika Anda memiliki file kelas.txt dengan isi:
Bambang
Badu
Budi
Ade
Bambang
Ade
Maka untuk menghilangkan baris-baris yang mengalami duplikasi, gunakan perintah:
# cat kelas.txt |sort |
uniq
Catatan : Lihat pada manual (man uniq) untuk cara penggunaan perintah ini secara lebih detail.

Reguler expression
Reguler expression adalah cara untuk menentukan sebuah pola karakter untuk pencarian dan pemfilteran. Dengan reguler expression, Anda tidak harus menentukan pola karakter yang eksak, misalnya pada perintah grep, untuk mencari baris-baris yang mengandung kata dan, Anda tinggal menggunakan grep. Namun bagaimana jika Anda ingin mencari baris-baris yang mengandung kata yang dimulai dengan karakter H, diikuti dengan sembarang karakter, lalu diakhiri dengan karakter n? Disinilah dibutuhkan reguler expression.
Untuk menggunakan reguler expression, Anda harus mengenal karakter-karakter khusus yang memiliki arti tersendiri jika digunakan didalam pola reguler expression.

Akses Floppy, Harddisk dan CDROM
Membaca isi disket
Untuk dapat membuka dan mengakses disket, terlebih dahulu dilakukan proses mounting terhadap device file ke sebuah direktori di bawah root direktori.
Misalnya :
# mount /dev/fd0 /mnt/floppy
(catatan : direktori /mnt/floppy harus sudah ada, bila belum buatlah dengan mkdir)
Setelah itu jika kita akan mengakses floppy tersebut, kita melakukannya lewat direktori /mnt/floppy
Untuk melihat isi disket kita tuliskan :
#ls /mnt/floppy
Untuk mengkopi file meong.txt ke direktori /home/adjie, ketikkan :
#cp /mnt/floppy/meong.txt /home/adjie
Untuk disket yang diformat dalam lingkungan DOS atau Windows (FAT12), maka perlu disertakan option jenis filessistem yang digunakan disket, yaitu –t msdos.
#mount –t msdos /dev/fd0 /mnt/floppy
Jika hendak mengganti disket Anda harus meng-unmount disket yang lama dengan :
#umount /mnt/floppy
Keluarkan disket lama,masukkan disket baru dan mount lagi.

Membaca isi CDROM
Sama halnya dengan disket untuk membaca CDROM, terlebih dahulu harus dilakukan proses mount.
# mount /dev/cdrom /mnt/cdrom
Membaca isi partisi DOS dan Windows
Bila harddisk Anda memiliki partisi DOS atau Windows, maka untuk membacanya harus dilakukan juga proses mounting.
Misal partisi itu adalah hda3, dan jenis partisi DOS, maka kita ketikkan :


#mount –t msdos /dev/hda3 /mnt/harddisk
(asumsi sebelumnya sudah dibuta direktori /mnt/harddisk)

Bila partisi itu berformat Windows maka option yang digunakan adalah –t vfat, jadi kita ketikkan :
# mount –t vfat /dev/hda3 /mnt/harddisk
Bila partisi itu berformat Windows NT (NTFS=NT File System) maka option yang digunakan adalah –t vfat, jadi kita ketikkan :
# mount –t vfat /dev/hda3 /mnt/harddisk

Troubleshooting
Pada OS linux masalah yang mungkin muncul antara lain :
1. OS Linux tidak bisa booting LILO (Linux Loading).
Hal ini dalam menginstal OS linux tidak lengkap file-file nya. Sebaiknya digunakan Installer Software yang benar-benar lengkap.
2. OS mungkin tidak dapat membaca periperal yang ada dalam PC/Komputer. Ini biasanya OS tidak suport terhadap periferal tersebut atau driver dari periferal tersebut belum di install. Maka harus di instal driver dari periferal tersebut.

MODUL
MENGINSTALASI SOFTWARE

T. KEGIATAN PEMELAJARAN I

Sub Kompetensi : Mempersiapkan instalasi software
I. TEORI DASAR

Penggunaan komputer telah begitu luas dan mencakup seluruh sendi kehidupan dan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kegiatan sehari-hari. Namun pada awalnya, komputer hanya digunakan untuk alat hitung belaka.
Komputer berasal dari bahasa latin “to compute” yang berarti alat hitung.
Agar dapat dioperasionalkan sebuah komputer harus dilengkapi perangkat lunak atau yang lebih dikenal sebagi software.
Pada saat ini Software atau perangkat lunak sudah terdapat dimana-mana, tidak hanya pada sebuah super computer, sebuah computer genggampun dilengkapi dengan perangkat lunak yang dapat disinkronkan dengan PC. Dan hebatnya setiap peralatan tersebut akan mengarah pada suatu saat akan dapat saling terhubung. Pembuatan perangkat lunak bukan lagi pekerjaan segelintir orang, tetapitelah menjadi pekerjaan banyak orang dengan beberapa tahapan proses yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam perancangannya. Tingkat kecerdasan yang ditunjukkan oleh perangkat lunakpun semakin meningkat, selain permasalahan teknis, perangkat lunak sudah bisa mengenali suara maupun gambar.
Sebelum menginstal suatu sistem aplikasi sebaiknya tentukan dulu sistem aplikasi mana yang akan diinstall , sehingga sesuai dengan kebutuhan.
Dalam memilih sistem aplikasi ada beberapa hal yang kita perhatikan :
1. sistem aplikasi tersebut sesuai dengan kebutuhan
2. system aplikasi dapat dioperasikan sesuai dengan kemampuan computer yang dimiliki
3. sistem aplikasi tersebut mudah pengoperasian dan instalasinya
4. system aplikasi tersebut memiliki kompabilitas data dengan system aplikasi lain yang sejenis sehingga memungkinkan untuk dilakukan lintas data dengan system aplikasi lain.
Dengan menginstal system aplikasi diharapkan pemanfaatan computer sesuai dengan kebutuhan yang maksimal.
.
II. Klasifikasi Software :
Perangkat lunak secara umum dapat dibagi menjadi dua (2) :
- Perangkat lunak sistem
- Perangkat lunak aplikasi
Perangkat lunak sistem dapat dibagi menjadi 3 macam :
1. Bahasa pemrograman : perangkat lunak yang bertugas mengkonversi arsitektur dan algoritma yang dirancang manusia kedalam format yang dapat dijalankan komputer, contoh : BASIC ; COBOL ; Pascal ; C ++ ; Fortran
2. Sistem operasi : perangkat lunak yang bertugas mengaturseluruh proses ;menterjemahkan masukan; mengatur proses internal; memanajemen penggunaan memori dan memberikan keluaran ke peralatan yang bersesuaian contoh : DOS ; Unix; Windows ; IMB OS/2 ; Apple’s System
3. Utility system : sistem operasi yang merupakan perangkat lunak dengan fungsi tertentu misalnya pemeriksaan perangkat keras ; memeriksa kerusakan pada disk ; mengatur ulang isi harddisk ( partisi, defrag) contoh norton utility ; partition magic
Perangkat lunak aplikasi :
Perangkat lunak aplikasi merupakan perangkat lunak yang sangat banyak dijumpai dan terus berkembang hingga sekarang :
Pengelompokan perangkat lunak aplikasi antara lain :
1. Perangkat aplikasi pemroses kata : ( MS-Word ; Word Star ; Chi Write ; Open Office Writer dll)
Contoh Tampilan Aplikasi pemroses kata (MS-Word)


Contoh Tampilan Aplikasi pemroses kata (Office-Writer linux)

2. Perangkat aplikasi pemroses table : (MS- Excel ;Open Office Calc ; Lotus 123 ; Quatro Pro )
Contoh Tampilan Aplikasi pemroses tabel (MS-Excel)


3. Perangkat aplikasi database : ( MS- Access ;DBASE; MySQL dll)
4. Perangkat aplikasi presentasi : (MS- Powerpoint ; Open Office Impress

5. Perangkat aplikasi multimedia : ( Winam ; RealPlayer ; DVD Player dll)


6. Perangkat aplikasi pekerjaan teknis :
gambar struktur : ( AutoCad)
gambar rangkaian elektronik ( Protel ; Visio Pro)
pemroses dan visualisasi persamaan matematis ( Matlab)
7. Perangkat aplikasi antivirus : ( Norton ; PC Cillin ; Symantec antivirus client dll)
8. Perangkat aplikasi kompresi data ( WinZip dll)
9. Perangkat aplikasi browsing internet (Internet explorer ; Msn; Mozila Browser dll)

10. Perangkat aplikasi pembagian system (partisi under dos / partisi under window) : (Partisi Magic )
11. Perangkat aplikasi back-up data ( Nero Express ; Ghost )


KEGIATAN PEMELAJARAN II

Sub Kompetensi : Melaksanakan instalasi software sesuai installation manual

Uraian Materi 2
Contoh I.
Langkah instalasi software Aplikasi dari media penyimpanan data (CD) pada windows sbb:
1. Siapkan CD Software Aplikasi yang dibutuhkan
2. Masukkan CD software pada CD R/RW yang tersedia
3. Lakukan langkah penginstalan software sesuai dengan Instalation manual:
g. Start
h. Control panel
i. Add remove
j. Pilihan ada dua:
i. Pilih new programs ( untuk program/ software baru)
ii. Pilih Change or remove programs ( penggantian software yang sudah tersedia )
k. Klik icon CD or Floopy akan muncul :

l. Klik Next akan muncul tampilan sbb:

m. Klik browse untuk mencari letak CD Software di CD Drive (F:)

h. Pilih/klik salah satu jenis Software Aplikasi yang diinginkan dari CD Driver dan klik open :

I. klik setup dan klik open


J. Klik Finish

k. pilihan negara dan klik Accept


L. akan muncul tampilan sbb:

M. tungguh proses instalasi sampai selesai ( tanda √ semua terletak pada point :
√ Downloading
√ Preparing Installation
√ Installing
√ Finalizing Installation


N. klik Restart ( proses instalasi software selesai)




KEGIATAN PEMELAJARAN III

a. Sub Kompetensi : Mengecek hasil instalasi dengan menjalankan software dan
Contoh langkah operasional software antivirus :
1. Klik icon antivirus yang ada di desktop windows / klik start -> all programs ->McAfee -> McAfee Virusscan -> Scan viruses



2. Proses Scan virus berlangsung



4. dilayar akan tampil :

5. tampilan setelah proses scan

5. klik oke (menutup program)


Contoh langkah membatalkan operasional software antivirus :
1. Klik icon antivirus yang ada di desktop windows / klik start -> all programs ->McAfee -> McAfee Virusscan -> Scan viruses

2. Proses Scan virus berlangsung



3. Klik cancel untuk proses pembatalan scan virus


4. dilayar akan tampil :

5. klik close (menutup program

III. Contoh operasional software untuk peningkatan kinerja system :
1. klik start
2. All Programs
3. Assesories
4. System tools
5. Disk Defragmenter
6. akan tampil sbb:



7. Pilih salah satu directory penyimpanan data berada dan klik defragment :


8. setelah selesai klik close

IV. Contoh langkah instalasi software yang sudah terdapat dalam Harddisk :
1. klik start
2. run
3. browse ( cari dimana software aplikasi tersimpan)
4. tampilan sbb:



5. klik open


6. klik ok

7. klik next

8. klik next ( pastikan software disimpan dimana)

9. klik next

10. klik close (selesai)

11. tampilan software tersimpan di drive data:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar